Jangan Sepelekan Hal Kecil Karena Sesuatu Yang Besar Berawal Dari Yang Kecil

Terbaru1384 Dilihat

Jangan Sepelekan Hal Kecil Karena Sesuatu Yang Besar Berawal Dari Yang Kecil
Ia aek santetek na otik doi, molo sai manetek mangalantap i”. Pepatah dalam istilah Batak ini sarat makna dalam kehidupan. Tidak jauh berbeda dengan pepatah yang tidak asing lagi kita dengar yang berbunyi “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”.
Entah siapa pertama sekali mencetuskan pepatah ini, satu hal  istilah dalam pepatah ini memberi inspirasi dan semangat bagi banyak orang, mengajarkan untuk menjadi sesuatu yang besar bermula dari hal kecil dan untuk menggapainya pun butuh kesabaran ekstra, bagaimana berlaku sabar dalam menjalani hidup.
Sabar berarti suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.  Kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang. -wikipedia-
Kata ‘sabar’ juga dapat diaplikasikan dalam banyak konteks tidak hanya sabar dalam mengumpulkan rupiah saja,  sabar menjalani hidup di tengah persoalan ekonomi, sabar menghadapi lingkungan sekitar, sabar menghadapi teman-teman yang suka semaunya, sabar menerima setiap ejekan, sabar menghadapi suami, istri dan anak-anak,  dan masih banyak untuk memaknai kata sabar, termasuk sabar menggapai impian demi tercapainya suatu tujuan.
Dan jika impian kita besar maka action juga harus besar. Namun sesuatu yang besar kadangkala diawali dari hal-hal kecil tadi, maka janganlah kita pernah meremehkan atau menyepelekan hal-hal kecil, termasuk meremehkan orang-orang yang menurut ukuranmu kecil dalam arti taraf hidup yang kurang beruntung.
Karena tak jarang kita melihat selalu ada orang yang  merasa dirinya hebat, power full, baik dalam sebuah komunitas atau organisasi, dilingkungan kerja, termasuk dalam sebuah keluarga.  Sehingga cenderung meremekan orang lain, kontribusi yang kita berikan terkesan dikecilkan, bakat dan potensi mu tidak dianggap, kehadiran kita seperti ditepikan, terkadang muncul hanya menilai penampilan luar seseorang.
Secara tidak sadar mereka yang berlaku demikian dapat membuat yang lain sakit hati bahkan bisa berujung dengan depresi.
Pernahkah kamu mengalami kejadian serupa? Dimana apa yang sudah kamu lakukan, kamu perbuat, namun tidak dihargai sama sekali?  Saya pernah, bahkan beberapa kali, agak sedih sih… Namanya manusia pun tempatnya kesedihan. Sabar, sambil mengelus dada hikhikhik… Namun kesabaran setiap orang pasti ada batasnya.
Satu hal perlu diketahui dengan merendahkan orang lain, maka kamu pun telah merendahkan dirimu sendiri, karena dirimu belum tentu lebih baik dari orang yang kamu rendahkan.
Dan seseorang yang suka merendahkan orang lain di depan umum, itu tidak akan membuatmu semakin kuat, sebaliknya hal tersebut memperlihatkan bahwa dirimu adalah orang yang lemah. Maka sadarilah itu.
Karena “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu” lirik lagu -Chrisye-
Nah, Termasuk jika ingin mencapai sesuatu yang besar tadi, selain tekun dan sabar, kamu juga harus punya energi, punya semangat meskipun itu diawali dari hal kecil, namun semangat yang besar dengan tekad yang kuat, jujur dan sabar senantiasa akan sampai pada tujuan yang besar.
Jadi tak ada salahnya melakukan sesuatu yang kecil lebih dulu sebelum melakukan hal yang besar karena sebesar apapun kesuksesan dan pencapainan seseorang pasti berawal dari sesuatu yang kecil.
Artinya dari satu langkah yang kecil, impian yang besar dapat terwujud, maka jangan sepelekan hal kecil.
Untuk menjadi maju banyak tantangan dan hambatan. Kecewa semenit, dua menit boleh, tetapi setelah itu kita harus bangkit lagi”. -Presiden Joko Widodo-
Salam Literasi ✍️
Karena Menulis Aku Ada
Sukma

Tinggalkan Balasan