
Kamu Introvert atau Ekstrovert ?
Pernah nggak sih kamu mendengar istilah introvert dan ekstrovert? Banyak orang beranggapan keduanya punya kepribadian yang bertolak belakang. Lalu bagaimana jika ada seseorang yang mendeskripsikan dirinya sebagai salah satu dari keduanya?
Sebelum sampai kesana, yuk kita lihat dimana letak perbedaanya.
Introvert
Konsep introvert dan ekstrovert pertama kali dicetuskan oleh psikiater asal Swiss bernama Carl Jung. Ia percaya bahwa beberapa orang bisa mendapatkan energi dari dunia eksternal (ekstrovert) dan lainnya mendapatkan energi dari dunia internal (introvert). (Beberapa sumber)
Introvert adalah seseorang yang bisa menyerap energi ketika sedang sendiri memilih ketenangan untuk refleksi.
Mereka tidak menolak menghabiskan waktu bersama satu atau dua orang terdekatnya. Namun kadang membutuhkan waktu menyendiri untuk memulihkan energinya setelah berinteraksi di lingkungan sosialnya. Cenderung tidak suka omongan basa-basi, dan lebih memilih percakapan yang lebih berarti.
Introvert juga memilih kerja sendiri. Jika kamu merasa kerja kelompok terlalu berlebihan, tandanya kamu seorang introvert. Orang pun introvert biasanya bekerja lebih efektif ketika mereka bekerja sendiri karena bisa lebih fokus.
Bahkan sebelum merencanakan sesuatu, memikirkannya secara matang lebih dulu. Cara berpikirnya pun lebih internal, dan mendorong orang ini lebih banyak melakukan riset dan refleksi diri sendiri.
Tetapi dianggap sering melamun atau membiarkan pikirannya bebas berkeliaran. Juga lebih memilih menuangkan pikirannya lewat tulisan daripada lisan, apalagi jika mereka sedang tidak siap.
Sedangkan Ekstrovert sering didefinisikan sebagai “life of the party”. Sangat tertarik dengan interaksi sosial, bahkan bisa mengambil energi dari situasi tersebut.
Ahli saraf mengatakan ekstrovert lebih responsif terhadap stimulasi dari luar karena otak mereka mengeluarkan lebih banyak dopamine di tengah situasi sosial.
Dopamine adalah senyawa kimia di otak yang menyebabkan rasa senang dan puas.
Kepribadian ekstrovert memang berbanding terbalik dengan introvert, cenderung tidak suka menyendiri karena menurutnya keadaan tersebut justru menguras energi. Dalam artian senang berada di tengah orang banyak dan merasa nyaman jika berkumpul dalam kelompok besar, bahkan tidak segan menjadi pemimpin di kelompoknya atau kegiatan lainnya.
Orang ekstrovert lebih mudah mendapatkan teman baru karena merasa nyaman dengan energi orang lain, maka lebih memiliki banyak teman dan jaringan sosial yang luas dengan banyak kenalan atau relasi. Selain itu disebut sebagai orang yang bahagia, positif, ceria, dan ramah dan jarang terlalu memikirkan kesulitan dalam hidup.
Tak sampai disana, juga dianggap tidak khawatir dengan resiko maka mereka kadang suka melakukan tindakan berisiko. Jika suatu tindakan tersebut berhasil dan risikonya terbayarkan, mereka akan merasa sangat puas.
Nah, melihat ciri-ciri keduanya, masihkah kamu mendeskripsikan dirimu sebagai pemilik kepribadian dari salah satu diantaranya? Atau memang kepribadianmu mencakup salah satunya?
Karena ternyata tidak semua orang 💯 persen memiliki kepribadian keduanya, atau bisa jadi berada lebih dekat diantara introvert atau Ekstrovert, jika demikian maka kemungkinan kamu adalah ambivert.
Artinya Ambivert berada diantara introvert dan Ekstrovert. Bisa condong ke sisi salah satunya tergantung pada situasi yang dihadapi.
Jika saya ditanya memiliki kepribadian yang mana? Maka saya akan mengatakan, berada diantara introvert dan Ekstrovert, bisa condong ke salah satunya tergantung situasi yang dihadapi, artinya Ambivert.
Sebut saja, ada kalanya saya suka menyendiri, suka mengerjakan sesuatu sendirian, tidak suka berbasa-basi (introvert), tetapi di sisi lain saya pun suka hangout bersama teman-teman, senang bergaul, ceria, membuka diri bagi siapapun tanpa memandang status sosial maupun agama, cepat akrab dengan orang lain meskipun baru saja mengenalnya, positive thinking dan sebagainya (ekstrovert).
Foto merupakan salah satu bukti keakraban saya dengan mereka, padahal mengenal mereka baru beberapa jam, tentu saja kami pun mengabadikan momen tersebut.
Jika ada yang mengatakan, “yang bisa menilai diri kita seperti apa adalah orang lain,” tetapi kata saya, “Yang lebih tahu diri kita adalah kita sendiri dan Tuhan.”
Lalu kamu-kamu memiliki kepribadian yang mana? Introvert atau ekstrovert? atau sama dengan saya?
Satu hal kepribadian kamu bisa menentukan bagaimana kamu berinteraksi dan bereaksi terhadap dunia sekitar.
Salam Literasi ✍️
Karena Menulis Aku Ada
Sukma












