Jangan Bersedih Bunda

Alhamdulilah puji syukur pada Allah Swt yang telah melimpahkan rahmad dan kasih sayangNya, kita diberikan kesehatan lahir dan batin sehingga kita dipertemukan kembali pada bulan mulia yaitu bulan Ramadhan. Bagi umat Islam mendengar Ramadhan tentu semua merasakan kegembiraan yang luar biasa. Bagaimana tidak, di bulan Ramadhan Allah akan melipathandakan pahala kebaikan kita, Allah juga akan mengampuni dosa-dosa kita.
Sebenarnya dimata Allah semua bulan atau waktu itu baik namun Allah mengutamakan beberapa bulan dan diantaranya adalah bulan Ramadhan. Allah akan memberikan 100 rahmad kepada umatnya dan satu diantara rahmad yang akan Allah berikan itu adalah di bulan Ramadhan. Sebelum Ramadhan tiba kita sudah persiapkan sebaik mungkin. Nha persiapan inilah merupakan gerbang kita untuk memasuki bulan Ramadhan. Lalu kebiasaan apa yang Rasul contohkan kepada kita?
Yang pertama : silaturahmi. Silaturahmi ke tempat tetangga, saudara dan juga sahabat adalah hal pertama yang bisa kita lakukan. Kita datang meminta maaf dan saling mendoakan.
Kedua, di bukan sya’ban kita perbanyak amalan atau ibadah sunah. Di antaranya perbanyak puasa sunah.
Yang ketiga kita sambut Ramadhan dengan gembira. Wujud gembira kita adalah dengan niatkan hati untuk melakukan amalan-amalan di bulan Ramadhan. Hal ini merupakan wujud syukur kita pada Allah Swt.
Di dalam ibadah Ramadhan sebenarnya sudah kita dapatkan paket lengkap untuk kita.
– Dimensi sosial. Dalam puasa Ramadhan ada nilai-nilai sosial di dalamya. Saat kita berpuasa kita merasakan lapar. Dari lapar itu kita bisa merasakan penderitaan orang miskin. Maka akan muncul perasaan kasih sayang kepada mereka.
– Dimensi vertikal yaitu hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia.
Ramadhan ibarat seperti tamu, harus di muliakan. Cara memuliakanya yaitu dengan menyambutnya dengan gembira. Kita memaksimalkan Ramadhan dengan amalan terbaik kita.
Amalan bulan Ramadhan diantaranya yaitu dengan salat tarawih di malam hari. Sedih rasanya di malam pertama kita tidak bisa ikut melaksanakan salat tarawih dengan berjamaah di masjid ataupun di rumah. Sebagai seorang wanita ada udzur yang menghalanginya melakukan ibadah. Kita tidak bisa menolak dan tidak bisa betontak. Kita harus terima dengan senang hati.
Jika di awal-awal Ramadhan kita sedang udzur tak perlu bersedih. Kita bisa lakukan kebaikan yang lainya. Kita bisa persiapkan menu makan sahur untuk keluarga, kita bisa baca-baca buku yang bermanfaat kita juga bisa mendengarkan tauziah dari vidio youtube dan masih banyak hal baik yang bisa kita lakukan. Dalam sebuah hadis bukhoti juga disebutkan bahwa kita akan tetap nendapatkan pahala seperti amalan yang biasa kita lakukan.
Untuk itu bersyukur dengan apapun yang Allah berikan kepada kita. Tak perlu bersedih tetap bahagia di hari pertama Ramadhan walau belum bisa ikut puasa dan juga melaksanakan amalan lainnya. Tidak ada yang sia-sia apa yang telah kita persiapkan.
Terimakasih, semoga bermanfaat. Salam sehat, tetap semangat dan terus berkarya. Salam literasi.
KMACyptd
Day18
Gunungkidul, 23 Maret 2023









