Keajaiban itu Allah Ada

Sebagai pasangan suami istri tentu semua berkeinginan memiliki keturunan. Jika Allah telah memberi keturunan seorang cowok atau cewek tentu masih pingin juga untuk menambah keturanan agar keluarga semakin lengkap dan tambah bahagia. Akupun demikian setelah anak pertamaku berusia 5 tahun akupun berencana untuk bisa menambah keturunan. Anak pertama cewek dan ingin nanti adiknya bisa cowok.
Allah pun mengabulkan doaku aku lakukan tes dan hasilnya positif. Usia kehamilanku sudah menginjak lima minggu. Aku nikmati masa kehamilanku, untuk kehamilan kedua ini begitu lain dari yang pertama. Hingga menginjak usia kehamilan tiga bulan saat pemeriksaan dokter mengatakan janin tidak berkembang dan lebih baik di curet karena akan membahayakan baik ibu ataupun calon bayiku.
Medengar hal itu aku belum bisa terima sampai aku minta waktu untuk menata hati agar siap melakukan curet tersebut. Dokter memberi waktu untukku selama satu minggu untuk memikirkan kesanggupan curet tersebut. Selama itu pula derai air mata selalu menemani sujud malamku,memohon karunia Allah agar bisa berikanku hal terbaik jika memang janin yang ada dalam kandunganku ini tidak di ijinkan menjadi milikku maka aku minta Allah mengambilnya dengan cara-Nya namun jika memang janin itu akan menjadi milikku maka aku minta Allah jaga dia dan berinya kesehatan dan bisa tumbuh hingga menjadi bayi laki-laki impian kami. Aku benar-benar pasrah tak henti-hentinya untuk berdoa.
Allah mengabulkan doaku, keajaiban itu datang setelah satu minggu waktu yang di berikan dokter.Alhamdulilah janin terlihat di layar monitor. Spontan dokter mengucapkan “masyaAllah ibu janin itu ada, selamat ya “!. Dokter berpesan agar aku menjaga kasehatan dangan berhati-hati tidak boleh terlalu capek. Aku sangat Bahagia mendengarnya dan aku selalu melakukan apa yang disarankan dokter, namun Allah berkehendak lain. Janin yang masih berusia 32 minggu sudah terlahir. Ya bayiku terlahir premature dengan berat 1,8 ons dan panjang 48 cm. Bayi lahir tanpa mengeluarkan tangis.
Dokter dan beberapa perawat membantu persalinanku, persalinan berjalan lancar namun kondisi bayiku sangatlah lemah. Warna biru kemerah-merahan dapat aku lihat di sekujur tubuh bayi mungil itu. Ya Rabb. Terimkasih Kau kabulkan doaku untuk bisa berikan bayi laki-laki, namun ujian apalagi ini ya rabb..hatiku pilu, aku menagis dan berharap agar bayiku bisa selamat.
Dokter pun memutuskan dan minta kesanggupan pihak keluarga untuk di rujuk ke rumah sakit yang perlengkapan lebih komplit. Benar adanya bayiku di bawa ke ruamh sakit ternama di kota Yogyakarta. Suara sirine yang mengiringi perjalan bayiku ke rumah sakit senja itu membuat hatiku makin terasa pilu. Kembali aku pasrah pada Allah ilarabbi . Bayiku pun segera mendapat pertolongan di ruang picu miccu dan segera diadakan tindakan. Bayiku mengalami gangguan lemah paru-paru karena memang dia lahir belum pada waktunya. Suntikan penguat paru-paru yang seharusnya di berikan sebelum bayi lahir namun terpaksa di berikan saat bayi telah lahir.
Dokter menyampaikan akibat terburuk yang akan terjadi setelah suntikan tersebut. Jika bayi kuat maka dia akan mampu bertahan namun jika tidak maka kita harus iklas. Hancur aku mendengar hal itu, aku Kembali memohon pada Allah untuk kesehatan dan keselamatan bayiku. Dokter menyarankan untuk keluarga segaera memberi nama bayi mungil itu agar nanti setelah pasca suntikan diberikan dokter bisa merangsang dan memanggil namanya dan melihat bagaimana reaksi yang terjadi.
Lagi-lagi Allah berikan keajaiban pada bayi mungilku yang tadi nya di katakan dokter bayiku hanya 30 persen harapan hidup. Namun berkat pertolongan Allah maka masyaAllah alhamdulialh Allah selamatkan bayiku. Bersyukur tak terhingga atas segala karunianya. Terimakasih ya Rabb Kau sungguh sayang padaku dengan kejadian ini aku merasa diri ini lemah dan Allah satu-satunya yang mampu berikan kekuatan itu jika kita memang benar-baner memohon berdoa kepada-Nya. Maka Allah pasti akan kabulkan. Aamiin. Sertakan Allah di setiap langkah kita. Kita dekat Allah-pun dekat. Allah akan berikan apa yang kita butuhkan.
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe







