Yang Mulia di Sisi Allah

Terbaru456 Dilihat

Yang Mulia di Hadapan Allah

Selamat pagi sahabat literasi dari penjuru negeri. Semoga hari ini sahabat semua dalam keadaan sehat sehingga dapat mengerjakan tugas dengan lancar. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita. Dalam kesempatan hari ini yaitu hari ke delapan mengikuti kegiatan dari YPTD menulis 40 hari tanpa jeda, saya akan melanjutkan dengan menulis sedikit tentang pemahaman surat Al-Hujurat ayat 13.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِير

 

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Sebagai mahkluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Dalam kehidupan kita tentu selalu membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita hidup dalam ruang yang beragam. Dalam surat Al-Hujurat ayat 13 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kita untuk saling mengenal. Segala perbedaan yang ada jangan di jadikan sebagai suatu perpecahan. Segala perbedaan kita jadikan untuk saling mengengenal.

Perbedaanlaki-laki perempuan, kaya miskin, pinter bodoh, cantik, ganteng, muda tua tidak menjadikan kita mulia di sisi Allah. Apa yang bisa kita banggakan karena kekayaan, kecantikan semua itu tidak ada nilainya di hadapan Allah. Karena sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling betaqwa. Kita tidak perlu tunjukkan pada semua orang tentang kelebihan yang kita miliki. Surat Al-Hujurat ayat 13 mengingatkan kita untuk tidak bangga dengan apa yang kita miliki. Beramal dan berbuat baik lilahi ta’ala tidak perlu di pamerkan. Luruskan niat untuk mengharap Ridho-Nya. Jadi kemuliaan seseorang bukan dari harta benda ataupun kepintaran yang dimiliki. Melainkan dari amal perbuatan dan ketaqwaan kita.

Mari kita mencoba renungi, apakah selama ini kita merasa bangga dengan kelebihan yang kita miliki? Bismilah semoga tulisan sederhana ini mampu membuat kita berubah lebih baik terkhusus untuk diri saya sendiri dan meramabah ke orang lain. Aamiin.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

KMABDay8

Sumarjiyati

Gunungkidul, 14 Juli 2022

Tinggalkan Balasan