Persahabatan

Terbaru488 Dilihat

Sebagai mkhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Dari kita dilahirkan kita sudah membutuhkan orang lain. Bisa dibayangkan jika kita lahir orang tua kita tidak peduli pada kita, tentu kita tak bisa menjadi seperti saat ini. Bersyukur dengan anugrah yang Tuhan berikan. Hidup di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangi kita. Betapa jasa ibu kita, ayah kita, nenek kita bahkan kakak-kakak kita  yang telah memberikan kasih sayangnya kepada kita.

Saat kita menangis  Ibu dangan ikhlas melihat keadaan kita. Apakah kita ngompol ataukah kita lapar. Tangan lembut ibulah yang menggantikan popok kita saat kita ngompol.  Tengah malam di kala orang-orang sedang tidur nyenyak, namun  ibu dengan sabar menolong kita. Akhirnya kita bisa tidur dengan nyaman kembali.

Setelah beranjak anak-anak, orang tua masih saja memberikan perhatian lebih kepada kita. Hingga di pastikan keadaan kita baik-baik saja. Masa kanak-kanak yang membahagiakan masih begitu jelas ada dalam ingatan kita. Betapa bahagianya kita saat bermain bersama teman-teman kita. Diantara teman kita tentu ada satu bahkan lebih yang teramat istimewa   dalam hidup kita. Yaa..itulah sahabat.

Sahabat adalah seseorang yang  selalu ada untuk kita di saat kita sedang susah ataupun senang. Dia akan membantu kita semampunya agar kita terbebas dari kata  sedih. Dia selalu mendengarkan keluh kesah kita dan memberikan suport.  Dia selalu berbagi dengan kita. Seiring berjalannya waktu, kita terpisah dengan sahabat kita. Karena memang keadaan membawa kita untuk bisa mengejar mimpi-mimpi ataupun cita-cita kita.

Seorang sahabat tidak akan begitu saja melupakan semua kejadian yang sudah telewati. Walau jarak memisahkan namun  kenangan indah saat bersama itu masih di simpan dalam hati. Dan suatu ketika Allah pertemukan kembali itu adalah suatu anugrah.

Seperti yang saya alami, saya berpisah sejak tahun 1996. Tidak pernah mendengar kabarnya. Baru kemudiaan ada grup wa yang dibuat oleh salah satu teman. Dari sana saya bisa mendapatkan nomor kontak yang bisa di hubungi. Alhamdulilah bisa bersilaturahmi walau dari dunia maya. Dengan seijin Allah setelah 29 tahun kita tidak bertemu  akhirnya bisa kopdar juga.

Aura kebahagiaan terpancar indah pada wajah kami. Walau sebentar namun pertmuan itu bisa sedikit mengobati rasa rindu yang terpendam.  Saling bercerita keadaan kami, anak kami dan mimpi- mimpi kami yang belum terwujud.  Setelah beberapa saat kami bercerita, dia pun berpamitan pulang. Dengan berat hati akupun ijinkan.

Terimakasih kawan telah bersilaturahmi ke rumah. Tetap jaga silaturahmi walaupun jarak terbantang. Semoga hari esok Allah masih berikan kesempatan untuk bisa bertemu lagi. Aamiin

Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

KMABday33

Sumarjiyati

Gunungkidul, 9 Agustus 2022

Tinggalkan Balasan