CATATAN FASILITATOR GURU PENGGERAK (14)

Terbaru926 Dilihat

Eksplorasi Konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional

Oleh: Supyanto

Selamat datang kembali dalam fase eksplorasi konsep pada modul 2.2 pembelajaran sosial dan emosional alur Merrdeka Belajar.

Bapak/Ibu CGP, mari memulai pembelajaran ini dengan membayangkan suatu hari Anda (CGP) harus melakukan banyak sekali pekerjaan.

Selain tugas mengajar di depan kelas, mengoreksi pekerjaan murid dan memberikan umpan balik, menghadiri rapat dengan orangtua murid untuk mendiskusikan masalah kedisiplinan dan disusul dengan menulis laporan kepada kepala sekolah, dan berbagai tugas sebagai wali kelas atau panitia kegiatan sekolah sudah mengantri untuk dikerjakan. Apa yang Anda rasakan?

Pada saat itu, mungkin Anda merasa sulit bekerja dengan optimal. Anda mungkin sulit berkonsentrasi saat bersama murid di kelas, merasa kurang sabar saat berkomunikasi dengan orangtua murid, atau akhirnya lupa mengecek artikel untuk buletin sekolah hingga sudah larut malam.

Belum lagi, dengan berbagai  tugas di atas, seorang guru juga dibutuhkan untuk mendampingi murid dengan berbagai masalahnya, mulai dari masalah datang terlambat, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas, melakukan tindakan kekerasan atau perundungan, hingga kasus murid yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. (www.liputan6.com, diakses 5 Juni 2020).

Untuk menghadapi berbagai situasi yang kompleks ini, seorang pendidik membutuhkan kemampuan dasar untuk merawat dirinya (self care) agar dapat mengelola kehidupan profesional maupun personalnya.

Pada kegiatan ini, Anda akan diminta untuk membaca materi dan menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan materi. Eksplorasi Konsep. Secara khusus kali ini Anda sebagai Calon Guru Penggerak diminta untuk dapat:

  1. menunjukkan pemahaman tentang kesadaran penuh (mindfulness).
  2. menunjukkan pemahaman tentang 5 kompetensi sosial-emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan sosial dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
  3. menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh  (mindfulness) dalam pembelajaran 5 kompetensi sosial-emosional.
  4. menunjukkan pemahaman tentang penerapan 5 kompetensi sosial – emosional (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan sosial dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) yang berbasis kesadaran penuh

Bapak/Ibu CGP akan mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan penerapan 5 kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan dalam sebuah kasus bersama para CGP lain.

Tujuan dalam diskusi adalah pengembangan gagasan dan pencapaian pemahaman bersama, sehingga dapat memperkuat pemahaman konsep yang lebih baik. Sebelum Anda melakukan diskusi pada waktu yang telah ditentukan, mohon untuk membaca aturan untuk forum diskusi berikut ini:

Aturan forum diskusi tertulis:

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan agar diskusi dapat berjalan dengan efektif dan produktif:

  1. Setiap CGP harus menjawab pertanyaan kelima kasus.
  2. Diskusi ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman bersama penerapan kompetensi sosial emosional dalam suatu situasi.
  3. Sikap terbuka menjadi nilai dasar dari proses diskusi ini.
  4. Membangun pendapat dengan mempertimbangkan tanggapannya terhadap respon/jawaban CGP lain.

Bapak/Ibu CGP, mari kita baca kasus yang ada di bawah ini. Buatlah refleksi dari setiap kasus terlebih dahulu sebelum membaca kasus berikutnya.

Kami berharap diskusi kasus ini dapat membantu Anda memahami berbagai situasi sosial yang membutuhkan penerapan berbagai kompetensi sosial-emosional.

Selamat membaca dan berefleksi!

Pengantar: 

Ibu Adriana telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Ibu Adriana merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Ibu Adriana sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat.

Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Ibu Adriana juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.

Selanjutnya disajikan kasus yang terjadi pada Ibu Adriana yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara cermat dan lakukan refleksi setelah membaca kasus berikut!

Kasus 1

Saat itu jam pelajaran terakhir. Sebelum rapat panitia besar 17 Agustus untuk memfinalisasi acara, Ibu Adriana masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran geografi. Sejak pagi, Ibu Adriana sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. Pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. Setelah beberapa saat Ibu Adriana melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Saat mendekati meja salah satu siswa, Diana, Bu Adriana mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. Ibu Adriana spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “Jadi ini yang dari tadi kamu lakukan? Seisi ruang kelas terkejut.  Wajah Diana memerah.  Ia tampak malu dan tidak menyangka Ibu Adriana merespon sekeras itu.

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah masalah yang dihadapi Ibu Adriana? Mohon uraikan dengan padat dan jelas.
  2. Bagaimana penerapan kompetensi kesadaran diri pada masalah tersebut? (mengacu pada kerangka atau panduan yang ada di artikel)

Kasus 2

Selesai kegiatan belajar-mengajar berakhir, Ibu Adriana memimpin rapat panitia besar yang akan memutuskan revisi akhir acara. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam menghasilkan tugas baru bagi Bu Adriana untuk mempelajari perubahan proposal acara.  Bu Adriana perlu memastikan semua perencanaan, pengaturan personil, dan pengaturan anggaran sudah tepat. Sesuai rencana, panitia acara sudah harus mulai bekerja setelah proposal disetujui oleh kepala sekolah.  Oleh karena itu, Ibu Adriana diminta untuk mengirimkan proposal ini kepada kepala sekolah selambat-lambatnya lusa. Karena mendahulukan proposal ini, Ibu Adriana pun lupa menyiapkan rubrik untuk pembelajaran geografi keesokan harinya. Keesokan paginya, Ibu Adriana, masuk kelas dan lupa mengunduh rubrik proyek geografi sehingga proses pembelajaran sempat tersendat.

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah masalah yang dihadapi Ibu Adriana? Mohon uraikan dengan padat dan jelas.
  2. Bagaimana penerapan kompetensi pengelolaan diri pada masalah tersebut? (mengacu pada kerangka atau panduan yang ada di artikel)

Kasus 3

Saat mempelajari proposal acara 17 Agustus di antara jam mengajar dan mengoreksi pekerjaan murid-murid, ibu Adriana menyadari salah seorang murid kelas 10 yang berprestasi dalam kejuaraan renang tidak mengumpulkan tugasnya. Bu Adriana memanggil murid tersebut. Murid tersebut mengungkapkan pada Ibu Adriana bahwa dia sebenarnya merasakan lelah dan mengantuk saat berada di dalam kelas maupun di rumah karena latihan keras menjelang kejuaraan bulan depan. Ibu Adriana menilai, seharusnya murid tersebut bekerja lebih keras sebagai konsekuensi dari pilihannya menjadi murid atlet.

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah masalah yang dihadapi Ibu Adriana? Mohon uraikan dengan padat dan jelas.
  2. Bagaimana penerapan kompetensi kesadaran sosial (empati) pada masalah tersebut? (mengacu pada kerangka atau panduan yang ada di artikel)

Kasus 4

Setelah selesai memeriksa proposal acara 17 Agustus, Ibu Adriana mengirimkan proposal tersebut kepada kepala sekolah. Ternyata proposal yang dikirimkan oleh Ibu Adriana dinilai tidak sesuai oleh kepala sekolah. Kepala Sekolah meminta agar isinya sesuai dengan pengarahan awal yaitu agar acara lebih banyak melibatkan orangtua murid. Ibu Adriana tidak menyangka jika dia harus melakukan koreksi dan koordinasi ulang dengan tim acara. Revisi proposal tentu akan memakan waktu lagi dan Ibu Adriana sudah membayangkan ini akan menghambat tugas-tugasnya yang lain. Ibu Adriana mengungkapkan hal ini kepada wakil ketua panitia. Ibu Adriana mengungkapkan bahwa dia tidak mau mengubah proposal dan meminta Wakil Ketua Panitia tersebut yang merevisi proposal.

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah masalah yang dihadapi Ibu Adriana? Mohon uraikan dengan padat dan jelas.
  2. Bagaimana penerapan kompetensi resiliensi pada masalah tersebut? (mengacu pada kerangka atau panduan yang ada di artikel)

Kasus 5

Setelah bekerja selama 5 tahun di sekolah yang sama, Ibu Adriana merasa mulai kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan. Ibu Adriana mendapatkan tanggung jawab ekstra karena dipercaya oleh kepala sekolah. Kepala sekolah melihat pengalaman Ibu Adriana sudah jauh lebih banyak dibandingkan guru-guru yang lain. Itu sebabnya, Ibu Adriana diminta untuk menjadi penanggung jawab beberapa acara penting di sekolah, menjadi wakil sekolah di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Awalnya Ibu Adriana merasa tugas tambahan tersebut sangat menantang. Namun demikian, sekarang dia tidak merasakan itu lagi. Ditambah dirinya merasa bahwa akhir-akhir ini, kinerjanya sebagai guru juga semakin menurun. Karena itu, Ibu Adriana terpikir untuk menulis surat pengunduran diri.

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah masalah yang dihadapi Ibu Adriana? Mohon uraikan dengan padat dan jelas.
  2. Bagaimana penerapan kompetensi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab pada masalah tersebut? (mengacu pada kerangka atau panduan yang ada di artikel)

Setelah Anda melakukan diskusi, berikut beberapa pertanyaan yang diharapkan dapat Anda jawab setelah menyelesaikan kegiatan tersebut.

  1. Apakah masalah yang dihadapi Ibu Adriana? Mohon uraikan dengan padat dan jelas.
  2. Berdasarkan artikel tentang kompetensi sosial dan emosional yang  sudah Anda pelajari sebelumnya, bagaimana saran Anda bagi Ibu Adriana?

Semua jawaban anda ditulis dalam format Learning Management System (LMS) yang telah disediakan. Jangan lupa saling mengunjungi dan saling mengomentari tentang hasil pekerjaan masing-masing.

Itulah kegiatan-kegiatan yang dilakukan CGP pada kegiatan Ekplorasi Konsep pembelajaran sosial emosional.

Salam bahagia dan teruslah bergerak.

“Antara stimulus dan respons ada ruang untuk memilih karena kita memiliki daya untuk membuat pilihan. Dalam setiap respon yang kita pilih, terdapat ruang untuk bertumbuh dan kebebasan diri kita” 

Bekasi, 14 Februari 2021

Salam Blogger

Supyanto

Tinggalkan Balasan