Tangis Papua Adalah Tangis Kita

Terbaru515 Dilihat

Konflik yang terjadi di Papua seolah tidak berhenti.  Sebagai salah satu pulau terkaya akan sumberdaya alamnya yang melimpah di, Papua seakan menangis saat kekayaan alam itu  tidak memberikan hasil positif bagi kehidupan warga di sana. Masyarakat tetap tetap miskin, terbelakang, bahkan tak luput dilanda aneka krisis, baik politik, sosial, maupun ekonomi.

Krisis Panjang Ulah KKB

Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB)  yang terbentuk dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan masalah politik yang hingga kini belum usai terselesaikan. Adanya kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya ini membuat Papua terus membara. Keberadaannya membuat resah warga meresahkan warga, baik  pendatang maupun  warga lokal.

KKB seringkali membuat teror tanpa alasan, seolah aktivitasnya itu sengaja untuk terus diperliharan  buat memancing perhatian. Diketahui, tim gabungan TNI-Polri telah melakukan evakuasi terhadap 25 warga dari Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat (10-2-2023). Mereka dipindahkan ke Distrik Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga pascapenyelamatan 15 pekerja puskesmas yang sempat disandera KKB.

Warga yang dievakuasi itu adalah korban intimidasi dari KKB.  Proses evakuasi tersebut juga sejalan dengan pencarian Pilot Susi Air yang diduga menjadi korban sandera KKB. Beberapa hari sebelumnya terjadi insiden pembakaran terhadap Pesawat Susi Air. Para personel KKB pimpinan Egianus Kogoya juga turut dalam aksi teror di wilayah tersebut.

Bencana Alam Bertubi

Kota Jayapura dilanda gempa bermagnitudo 5,2 pada Kamis (9-2-2023) siang. Sebelumnya kota ini telah 0sering dilanda gempa. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan telah terjadi setidaknya 1.079 gempa pada periode 2 Januari hingga hari tersebut di Jayapura, dan 132 kali di antaranya dirasakan masyarakat.

Menurut Dwikorita, begitu seringnya gempa terjadi di wilayah Jayapura disebabkan kondisi batuan yang ada di wilayah tersebut, yakni tipe batuan rapuh sehingga sangat sensitif bergetar. Di samping itu, ada beberapa porsi energi yang masih tertahan dan akan terlepas selama beberapa kali selaras dengan kerapuhan batuan tersebut.

Senada hal tersebut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kawasan Jayapura merupakan wilayah yang rawan pergeseran akibat kondisi batuan rapuh sehingga rawan terjadi gempa. Menurutnya, kedalaman gempa bumi ini relatif dangkal, sedang pemmbentukan batuannya tidak sekompak pada kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer. Akibat terjadi pergerakan itu mudah terjadi getaran dibkawasan tersebit karena gempa.

Nestapa Kemiskinan

Problem lain yang ada di Papua   adalah kemiskinan, mengikuti naikmya angka kemiskinan di awal tahun 2023. Secara nasional, angka kemiskinan di Indonesia tercatat meningkat per Januari 2023 lalu. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, persentase penduduk miskin pada September 2022 sebesar 9,57%, naik dibandingkan Maret 2022 (9,54%).

Persentase penduduk miskin pada September 2022 lebih rendah jika dibandingkan September 2021 (9,71%). Namun jika dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19 (September 2019), persentase tingkat kemiskinan pada September 2022 masih lebih tinggi, yang saat itu sebesar 9,22%.

Berdasarkan data tersebut, Provinsi Papua merupakan provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi pada September 2022, yakni sebesar 26,80% meningkat 0,24% poin terhadap Maret 2022. Benar-benar  ironis, karena mereka miskin di atas tanah yang kaya sumber daya alamnya, seakan kekayaan alam tersebut tidak berkoreladi dengan kesejahteraan  mereka.

Ancaman Bagi Pembangunan 

Teror yang terus dilakukan oleh KKB  membuat kondisi di Papua tidak stabil. Bentrok antarwarga atau suku di Papua juga memperparah instabilitas.  Bentrokan yang sering terjadi, jelas memicu perusakan dan bahkan pembakaran infrastruktur. Padahal,  masyarakat sangat tergantung pada  pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan raya dan telekomunikasi.

Proyek Trans Papua yang merupakan pembangunan jalan yang berfungsi strategis. Proyek ini telah memakan banyak korban akibat penyerangan dari anggota KKB. Demikian halnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring Timur yang pada 2022 mendapat serangan dari KKB di Distrik Beoga. Serangan terjadi saat sedang ada perbaikan tower hingga menewaskan delapan orang. Penyerangan juga terjadi terhadap para pekerja yang tengah membangun puskesmas di Beoga Barat pada November 2022.

Daerah yang sering mendapat gangguan KKB adalah daerah Kabupaten Yahukimo, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Pegunungan Bintang, Yalimo, Jayawijaya, dan Kabupaten Kepulauan Yapen. Masalahnya, KKB kerap menyasar siapa saja, termasuk menyerang para pekerja swasta hingga guru sekolah.

Campur Tangan Asing

Persoalan Papua semakin kompleks dengan keterlibatan pihak asing. KKB  bukan sekedar kelompok separatis, bila dilihat  mereka memiliki jejaring suaka politik dengan negara-negara besar sehingga sulit diberantas. Sejarah mencatat,  posisi Benny Wenda menjadi “aman” karena memperoleh suaka dari Inggris pada 2003 silam. Padahal, Benny Wenda merupakan pemimpin kemerdekaan Papua Barat dan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat. Benny Wanda merupakan pelobi internasional untuk misi lepasnya Papua Barat dari Indonesia dan kini tinggal di Britania Raya.

Hak Azasi Manusia (HAM) merupakan isu yang sangat sensitif di Papua. Nampak bahwa pada isu ini kepentingan AS cukup kental. Sumber daya alam di Papua merupakan kekayaan  yang melimpah, hal mana menjadi motif yang sangat jelas di balik konflik Indonesia dengan KKB.

Tindakan separatis KKB selalu mendapat restu AS  demi langgengnya hegemoni negara adidaya itu di Papua. Konflik tersebut dipelihara agar senantiasa terjaga kepentingan AS dan sekutunya yaitu Australia di Indonesia. Tidak heran, teror yang dilakukan oleh KKB  tak henti terjadi dan sulit untuk ditumpas.

Berkah dengan Diterapkan Aturan Allah

Allah Taala berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raf [7]: 96).

Dalam firmannya yang mulia pada ayat di atas, Allah Swt. memberikan jaminan keberkahan jika bumi ini diatur berdasarkan aturan-Nya, Berbagai permasalahan di belahan bumi bernama Papua, sejatinya merupakan wujud rakus dan serakahnya kapitalisme untuk menguasai sumber daya alam yang dikandungnya. Di sisi lain, kerusakan generasi, kemiskinan, maupun persoalan sosial lainnya, menunjukkan bahwa kapitalisme telah melahirkan persoalan. Wajarlah jika keberkahan itu seakan menjauh dari Papua meski tanahnya dilimpahi kekayaan.

Allah Swt. juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan (24). Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya (25).” (QS Al-Anfal [8]: 24—25).

Inilah pentingnya eksistensi dari peraturan Islam, aturan yang bersumber dari dzat pencipta manusia dan alam semesta. Peraturan itu hanya ada dalam sistem Khilafah, yang selama ini justru sibuk diserang oleh pengendali kekuasaan. Masalah papua merupakan masalah bagi umai Islam, sebab Papua merupakan bagian dari NKRI yang notanene merupakan negeri Islam. Tentang masalah kemiskinan dan konflik di Papua, Islam menberi harapan yaitu denga diterapkan syariatnya. Dimana diterapkan syariat, maslahat akan menyertai, masalah pun akan terurai, kebahagiaan bakal tergapai.

 

Tinggalkan Balasan