14. Minta Izin

KMAB454 Dilihat

 

Bagi manusia yang ber Budi Pekerti bila ingin melakukan sesuatu senantiasa minta izin terlebih dulu, misalnya seorang anak ingin pergi ke mall, ingin bertamu ke rumah temannya, sebaiknya harus memberitàhukan kemana perginya. Sehingga bila umpamanya hingga malam hari belum pulang, mudah mencarinya. Bila ingin pergi kemana, biasakan untuk pamit atau minta izin dulu, meski orang tua secerewet apapun, yang diucapkan pasti petuah, agar hati-hati di jalan dan jangan pulang terlalu malam.

Juga bila seseorang ingin merubah tatanan di rumah, harus minta izin terlebih dulu dengan penata rumah sebelumnya, Dengan mengizinkan, artinya pemilik rumah menyetujui perubahan ini.

Bila ingin membeli barang yang by berharga mahal, sebaiknya minta izin kepada keluarga, tentu dengan pertimbangan dana yang akan dikeluarkan tidak akan mengganggu kepentingan keluarga secara keseluruhan.

Untuk yang paling remeh temeh seperti berjalan melewati sekelompok orang yang sedang kumpul-kumpul di jalan, selayaknya kita minta izin atau permisi. Dalam bahasa Jawa dikenal istilah ‘kulo nuwun’ atau ‘punten’ dalam bahasa Sunda. Atau dalam bahasa asing ,’excuse me’ atau ‘pardon’. Meski tanpa permisi kita bisa saja melewati kelompok orang itu, tetapi terasa tidak etis, apalagi kita melewati wilayah orang lain.

Bila kita bertamu ke rumah seseorang, bila kita belum mengenal dengan baik seluruh penghuni rumah itu, sebaiknya kita juga minta izin dengan mengucapkan permisi, siapa tahu orang yang kita temui adalah pemilik rumah.

Izin juga sebaiknya bila kita berhalangan hadir, tentunya agar tidak ditunggu atau orang lain mengetahui kalau kita berhalangan. Contoh, bila kita sakit lalu tidak masuk sekolah / kuliah atau tidak masuk kerja. Atau bila kita sudah berjanji akan datang pada pesta atau minum kopi, lalu di rumah ada tamu, sebaiknya kita memberitahu pengundang, bahwa kita berhalangan hadir.

Sebenarnya tidak memberi pemberitahuan juga tidak masalah, tetapi secara etis, sebaiknya pemberitahuan itu perlu dilakukan agar orang melihat kita sebagai orang bermartabat.

Tinggalkan Balasan