24. Adil

KMAB473 Dilihat

 

Sejak kecil kita selalu diperdengatkan dongeng sebelum tidur, tentang adanya raja yang adil. Adil adalah sebuah sikap untuk membagi sesuatu dengan rata, sama besar, untuk beberapa orang.

Contoh yang paling mudah, ada keluarga miskin, seorang Ibu dengan 4 orang anaknya yang ketika makan siang hanya memiliki lauk satu butir telur. Si Ibu mengatakan pada anak,-anaknya bahwa ia tidak suka makan telur. Maka diambilnya benang untuk membagi telur itu menjadi 4 bagian, lalu dibagikan untuk lauk ke 4 anaknya. Sementara si Ibu hanya makan dengan kecap saja. Ibu ini telah bersikap adil kepada ke 4 anaknya. Ke 4 anak mendapat bagian telur yang sama, sehingga anaknya tidak akan berebut.

Sama halnya dengan orang tua, yang menyediakan dana untuk kuliah semua anaknya, baik laki-laki atau perempuan. Orang tua yang memprioritaskan dana kuliah hanya untuk anak laki-laki, dengan alasan anak perempuan tidak perlu belajar tinggi-tinggi karena nantinya akan ke dapur juga, adalah contoh orang tua yang tidak adil. Kini posisi prrempuan sudah sama dengan laki-laki, ada yang menjadi Menteri, dosen atau pimpinan perusahaan.

Kecuali masalah hak waris, cara pembagiannya sudah diatur menurut agama yang dianut, sesuai dengan hukum waris. Dalam kasus perceraianpun, harta gono gini antara suami isteri lazimnya dibagi dua sama rata. Kalau memiliki dua rumah, masing-masing satu, memiliki dua anak, masing-masing satu. Kecuali bila usia anak masih balita, lebih banyak diberikan ke Ibu, karena masih memerlukan hak asuh.

Dalam masyarakat, sikap adil diatur oleh hukum yang berlaku, dan ditentukan oleh bagian yudikatif atau pengadilan.

Pada sebuah perusahaan, upah disusun secara rata berdasar posisi karyawan. Namun ada kalanya seorang karyawan mendapatkan upah lebih tinggi karena memiliki pengalaman kerja lebih baik.

Dalam sistem kekeluargaan yang poligami, sebenarnya juga ada aturan seorang suami harus berlaku adil, meski sering dilupakan, sehingga kasih sayang sering diberikan kepada yang muda dan mengabaikan yang tua. Seorang suami wajib bersikap adil dalam membagi waktu maupun kasih sayang dan hadiah kepada isteri tua maupun mudanya.

Bersikap adil tampaknya mudah, tetapi pada prakteknys sulit, karena orang dipengaruhi oleh perasaan. Itulah sebabnya untuk mengadili suatu perkara di masyarakat, dibentuk lembaga pengadilan.

Suatu masalah yang dipersengketskan, bila tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah oleh pihak-,pihak yang bersengketa, biasanya diatasi dengan minta bantuan pihak ketiga yang bersifat netral.

Dengan bersikap adil, semua pihak dapat menerima suatu keputusan. Karena bila keputusan tidak adil pasti akan menimbulkan sengketa, baik pads skala rumah tangga, komunitas maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan