Sikap selalu mawas diri diperlukan, karena dalam kehidupan ini kita sering kali mengalami godaan atau kesulitan dari ringan hingga berat. Dari mulai sekedar kehilangan ponsel, patah hati hingga sersngan preman yang meluluh lantakkan tempat usaha kita. Tanpa mawas diri kita akan mudah mengalami goncangan jiwa, dari sekedar stress hingga gila.
Mawas diri adalah sikap berjaga-jaga, guna menghindari kesulitan yang akan mengganggu kehidupan kita. Contoh, tidak mengenakan perhiasan yang mencolok saat berada di keramaian menyimpan ponsel secara aman,, guna menghindari pencurian. Kita yang mawas diri tidak akan meletakkan ponsel di saku yang berakibat ponsel mudah diambil pencopet.
Contoh lainnya, bila berani jatuh cinta kepada lawan jenis, kita yang mawas diri selalu memiliki persiapan bila seandainya ditolak. Tidak langsung patah hati dan berantakan hidupnya, namun sudah mengantisipassi bahwa tidak setiap orang adalah jodoh kita, sehingga kita dapat melanjutkan kehidupan tanpa harus memiliki lawan jenis yang kita incar. Saat mengincar lawan jenis jangan berpinsip cinta buta, tanpa si dia, kehidupan kita tidak berguna atau hampa.
Mawas diri selalu diterapkan dalam setiap aktivitas. Bila kita menghadapi ujian, kita harus belajar secara maksimal. Kalau lulus kita wajib bersyukur, sebaliknya bila tidak lulusĀ dengan tabah mengulang, tidak harus merasa frustrasi yang membuat kehidupan kita porak poranda.
Di bidang pekerjaan juga perlu sikap mawas diri, bila mengerjakan suatu pekerjaan, kita harus siap dengan beberapa rencana (plan). Kerjakan dulu rencana yang dianggap mudah dan paling bisa dikerjakan, bila berhasil kita wajib bersyukur. Sebaliknya, bila gagal, kita harus memiliki rencana lain, dengan cara berbeda, sehingga kita tidak sempat terbengong-bengong memikirkan kegagalan.
Sikap mawas diri sama dengan berhati-hati dan berusaha mencegah kegagalan, serta menyiapkan rencana lain guna mengantisipassi kegagalan. Itulah sebabnya, kita harus memiliki plan A, plan B, plan C dan plan lainnya
Contoh konkret, bila kita harus mengikuti tes masuk menjadi PNS, kita harus memiliki plan B yaitu melamar ke perusahaan swasta, bahkan plan C, berwiraswasta bila cita-cita menjadi PNS gagal serta ditolak beberapa perusahaan sewasta, kita tidak perlu merasa gagal, namun segera menerapkan plan lain. Hargailah waktu, jangan sia-siakan waktunu dengan melamun yang tidak bermanfaat.
Biasakan untuk selalu mawas diri, karena kita boleh saja gagal, namun tidak perlu metatapi kegagalan, karena sudah siap dengan rencana lainnya.









