Orang yang berjiwa besar sering disebut ‘gentleman’ dan biasanya memiliki sikap yang baik, bertanggung jawab atas segala tindakannya, dan benar-benar melakukan kebajikan yang ia ketahui, sedangkan orang yang berjiwa kerdil selalu bertindak sembunyi-sembunyi dan tak pernah mau berterus terang. Kisah CEO perusahaan mobil Ford di tahun 2006, Alan Mulally. Pada rapat pertamanya dengan para eksekutif, Mulally menanyakan pendapat mereka tentang kondisi perusahaan. Ia meminta para eksekutif memberi warna hijau untuk situasi mulus, warna kuning untuk waspada, dan warna merah untuk keadaan bahaya. Semua eksekutif mengangkat kartu hijau. Mulally kemudian meminta mereka untuk berpikir 2 kali, dan memberikan penilaian ulang. Orang pertama yang mengacungkan warna merah mendapat applaus dari Mulally. Situasi rawan yang diakui oleh salah seorang eksekutif tersebut sangat berarti bagi Mulally. Bila mereka tidak berani mengakuinya, maka keadaan perusahaan akan semakin memburuk. Memang diperlukan kejujuran dan keberanian untuk mengungkapkan kebenaran, jangan hanya bermain aman yang sifatnya sementara.
Manusia sejak dulu dikenal sulit untuk mengakui kesalahan dan cenderung mencari alasan. Orang selalu tidak mau mengakui kesalahannya dan sanggup bertanggung jawab atas perbuatannya. Makin tinggi jabatan seseorang, justru lebih sering mencari amannya, Dan cenderung menimpakan kesalahan pads staf atau anak buahnya. Padahal sikap seorang pemimpin yang baik, seharusnya berani bertanggung Jawab atas setiap kesalahan yang dilakukannya maupun kesalahan yang dilskukan oleh anak buah dalam pengawasannya.
Menyembunyikan kesalahan atau melempar kesalahan kepada orang lain, tak akan pernah membuat Anda dihormati dan dihargai orang lain. Tetapi sebagai manusia yang berjiwa beaar, marilah kita berani mengakui kesalahan dan mau untuk bertanggung jawab, meskipun harus menanggung setiap konsekuensinya. Dengan demikian kita dapat menjadi orang yang dapat dipercaya dan dihargai.
Apa sebenarnya yang membuat Anda enggan untuk mengakui kesalahan dan bertanggung jawab? Sudahkah Anda membereskan sikap tersebut? Bagaimana respon Anda pada saat Anda melakukan kesalahan?
Akui kesalahan Anda, dan jadilah pribadi yang bertanggung jawab.
Mengakui kesalahan adalah pertanggungjawaban pertama pada diri sendiri.
Tangerang Selatan, 30 September 2021.
@sg











