Tiap manusia memerlukan kestabilan identitas yang matang. Jika tidak, kita akan terjebak pasa kebingungan identitas ( identity confussion) .
Masalah identitas adalah masalah pertama msnusia yang harus diperjuangkan, dalam rangka mencari kenyamanan.ketija kita merasa grlisah dalam menentukan identitas kita, berilah perhatian yang serius. Krisis identitas umumnya muncul saat manusia menginjak masa remaja, saat harus berpindah kuadran dari masa anak-anak yang selalu dibimbing orangtua, kini menuju masa dewasa yang harus mandiri. Kebanyakan remaja bingung dan kemudian meniru identitas temannya. Itulah sebabnya, bila kita berteman dengan teman yang tepat, kita akan menjadi figur yang kokoh saat tumbuh dewasa, sebaliknya bila kita bertemu teman yang kurang baik, kita akan menjadi orang yang selalu kalah (looser). Srbab hanya mampu hura-hura saja, tanpa memiliki panduan hidup untuk menyongsong masa depan.
Kita harus menentukan identitas diri kita. Apa yang harus kita lakukan bila kita tidak mengetahui diri kita sendiri. Hendaknya ada kedekatan dan keterbukaan dengan orangtua, karena orangtua adalah tempat bertanya yang paling tepat, karena orangtua tidak akan menjerumuskan anaknya. Orangtua juga harus menyadari saat anaknya sedang mencari identitas diri, sehingga harus rela mengorbankan kesibukannya dengan memberikan perhatian dan waktu untuk berdialog dari hati ke hati. Jangan selalu menyalzhkan anak, bimbinglah agar mengenali identitas dirinya dengan benar. Bila kita merasa malu berbicara dengan orangtua, kita dapat berbicara dengan paman, bibi atau tokoh tua yang dikagumi dan dijadikan panutan, paling tidak manfaatkan guru Bimbingan Penyuluhan (BP) di sekolah. Hal paling penting adalah memilih orang yang tepat dalam berdiskusi. Jadilah diri kita sendiri dan jangan mengikuti prinsip orang yang salah, karena dapat berbahaya, bila pilihan yang dipilih tidak benar.
Dalam pencarian identitas diri, harus memahami siapa diri kita. Berasal dari keluarga miskin, tidak harus malu. Harus berani mengakui siapa diri kita sebenarnya. Jangan lalu bersikap sok kaya, dengan melakukan hal-hal yang dipaksakan. Meniru identitas orang lain, justru makin menyebabkan kita menghadapi krisis identitas.
Identitas kita tidak diketemukan dalam tindakan kita maupun bukan tindakan kita. Identitas tersebut harus ditemukan dalam perenungan yang dalam dan keputusan yang benar.
Tangerang Selatan, 8 September 2021.
@sg










![20200915_175220[1]](https://terbitin.id/wp-content/uploads/2020/09/20200915_1752201.jpg)

