Sanjungan

Kata ‘pujian” adalah ekspresi atau penilaian untuk memuji seseorang karena atribut kesempurnaan yang melekat padanya. Tapi tahukah Anda bahwa ada pujian yang tidak tulus atau menyimpan motif yang disebut dengan kata “sanjung”. Kata “sanjung” dalam Bahasa Inggris disebut “flatter” yang artinya memuji berlebihan karena motif kepentingan pribadi. Bahkan di dalam bahasa Perancis, “flatterer” berarti “untuk tepuk, halus, atau belaian”. Jadi “flatterer” adalah seseorang yang akan menepuk halus Anda di punggung, dengan satu tangan memegang pisau di belakang Anda. Filsuf terkenal Francois de La Rochefoucauld menyamakan sanjungan dengan uang palsu (tidak berharga karena diedarkan untuk tujuan menipu)..

Anda harus selalu waspada terhadap sanjungan.jangan memberikan sanjungan karena bisa menjadi jerat bagi diri sendiri. Jangan terpengaruh dengan sanjungan,  bersikaplah bijak dalam menghadapi orang-orang  yang senang menyanjung. Jangan akibat sanjungan Anda terpengaruh. Bersikaplah wajar dalam berinteraksi, bersikaplah penuh disiplin dan bersikaplah sepantasnya saat menerima pujian dari siapapun..

Baik sebagai pemberi atau penerima, marilah kita bersikap rendah hati sewaktu menerima pujian, dan marilah kita bermurah hati dan tulus saat memberikan pujian sebagai penghargaan. Ingat bahwa manusia wrong diuji oleh pujian yang diterimanya, maka ketika Anda menerima pujian, jadikan itu sebagai refleksi apakah pujian itu akan membuat Anda menjadi besar kepala atau berbesar hati.

Sebuah pujian hendaknya tidak membuat Anda menjadi besar kepala tetapi semakin membuat Anda rendah hati. Dan sebaliknya, jangan memberikan pujian dengan maksud tertentu. Contoh kssus, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi itu dapat berbahaya bagi diri sendiri Dan membahayakan orang lain. Jangan mendengar sanjungan yang mengstakan Anda sangat major mengendarai kendaraan, pasti Anda tidak akan celaka, padahal sanjungan ini hanya memancing Anda untuk melakukan pancingan itu agar Anda celaka.

Bersikap rendah hati saat menerima pujian, dan bersikap tulus saat memberikan pujian.

Sanjungan itu seperti mengunyah permen karet. Nikmati tapi jangan ditelan.

Tangerang Selatan, 30 September 2021.

@ag

Tinggalkan Balasan