Sebuah kata bijak berbunyi, “Tuhan memberi kita dua mata untuk melihat, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, karena Tuhan telah merancang kita untuk belajar berbagi kehidupan dan saling menolong.” Sebagai manusia yang baik,
kita diajar untuk bisa menjadi pendengar yang baik yang tentunya juga akan mengatakan sesuatu yang memberikan semangat dan kekuatan bagi orang yang lemah.
Dekatilah orang yang sedang bersedih, kecewa, dan tidak menerima kenyataan. Lakukan pendekatan yang menyentuh hati mereka, jangan menyalahkan mereka. Tidak perlu meminta mereka melupakan kesedihan dan jangan mengatur mereka. Berikan ruang bagi mereka untuk mengeluarkan semua yang ada dalam hati mereka.
Kita harus dapat membuat mereka dapat mengekspresikan perasaannya, curahan emosi mereka, kesedihan, kebingungan, harapan dan impian mereka yang kandas. Kita harus mampu membuat mereka berbicara jujur, agar kita dapat menolong mereka menemukan makna di balik kwsedihan mereka, sehingga bisa memberi jawaban yang tepat. Pada akhirnya, ketika kita telah mendengar semua curahan hati mereka, barulah di saat yang tepat kita menasehati mereka. Jangan menggunakan kalimat berintonasi keras, agar mereka tidak sakit hati, kita dapat selalu menolong orang lain, sehingga mereka memiliki harapan kembali dan memiliki sudut pandang yang benar.
Kita perlu membimbing bagaimana memajukan orang lain. Dalam pertemanan kita, ada saja orang-orang yang lemah dan butuh dikuatkan. Sudahkah kita berbagi kehidupan untuk mereka yang membutuhkan, merangkul mereka dalam kasih sayang dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan hidup mereka. Milikilah hati yang mau menolong, yang menumbuhkan semangat mereka.
Kita harus sanggup dalam menyentuh hati seseorang, sehingga mereka memiliki hatii yang tegar. Juga berusahalah menjadi pendengar yang baik.
Milikilah hati yang welalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Hubungi orang yang ingin Anda kuatkan, tanyakanlah apa masalah yang sedang mereka hadapi.
Karena apa yang kita bagikan dari hati akan menyentuh ke hati juga.
Tangerang Selatan, 30 September 2021.
@sg












