Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 2

Literasi, Pendidikan400 Dilihat

# Menulis di Blog Menjadi Buku
# 14 Februari 2021

Youtuber yang Bersholawat

Oleh: Suyati

Menjadi wali kelas di masa pandemi ini memang tidak mudah. Komunikasi yang terbatas lewat media gawai tentu tidak maksimal sebagaimana bertemu langsung. Kebetulan tahun ini mendapat amanah untuk memegang satu kelas di tingkat 7. Terlebih untuk peserta didik yang kelas kelas 1, kelas 7, dan kelas 10. Mungkin pembelajaran tatap muka sama sekali belum terlaksana. Seragam yang dipersiapkan belum lagi digunakan. Belum ada kesempatan untuk bertatap muka selain mungkin lewat video call atau komunikasi lewat WA. Hal ini mencari kendala tersendiri terutama wali kelas untuk mengetahui kemampuan, karakter dan kebiasaan masing-masing peserta didik yang menjadi anak asuhnya.

Salah satu siswa yang memiliki kemampuan lebih ternyata baru diketahui setelah beberapa bulan pembelajaran daring. Kebetulan di madrasah saya ada setoran hafalan juz 30. Masing-masing peserta didik harus menyetorkan setiap hari surat yang dihafalnya. Bisa satu surat full jika surat pendek. Atau dua kali setoran jika suratnya termasuk yang panjang.

Menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk wali kelas karena selain memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran, wali keals juga harus mengingatkan dan memotivasi peserta didik juga harus meluangkan waktu untuk menyetorkan surat yang dihafalnya. Jika tidak ada pengaturan waktu maka biasanya akan terlupa tidak setoran. Setoran dibagi sesuai dengan hari dan no absen peserta didik.

Ternyata di antara peserta didik ada seorang yang memiliki suara luar biasa. Merdu sekali. Namanya Labib Mubarok. Ia menyetorkan hafalan surat dengan lagu nada yang indah. Usut punya usut ia memang seorang qori yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat sejak di MI. Ketika  berkomunikasi lebih lanjut, ia bercerita tentang hobinya bershalawat. Ia mempunyai cita-cita ingin memasyarakatkan shalawat lewat youtube. Dia kemudian memintaku sebagai wali kelasnya untuk mensubcribe beberapa postingan youtubenya. Tentu saya lakukan dan membagikannya youtube channelnya ke guru-guru yang lain sebagai bentuk dukungan dan apresiasinya.

Tentu sebagai wali kelasnya saya sangat bahagia dan bangga. Selain ada bibit unggul yang bisa dikembangkan dan diasah untuk berbagai kegiatan di madrasah. Beberapa lomba keagamaan online mulai ditawarkan untuknya. Diharapkan dengan kesempatan yang diberikan, kemampuannya semakin terasah dan berkembang. Selamat berkarya. Terus bershalawat. Jangan lupa tetap semangat belajar dan atur waktunya dengan maksimal. Demikian pesan saya sebagai wali kelasnya saat berkomunikasi dengannya dan ayahnya berkaitan dengan hobinya membuat konten shalawat di youtube channel.

Tinggalkan Balasan