“Maaf…Abang khilaf.” Suaranya bagai belati yang menusuk jantungku “Abang sumpah tidak ada wanita lain, abang hanya main game di warnet anwar, entahlah sudah 3 bulan ini abang seperti kesetanan main Selengkapnya
Cerita kehidupan
Mata Keempat (part 2)
Suara mobil memasuki pekarang rumah, aku menanti kepulangan suamiku dengan seribu pertanyaan. Aku melirik jam dinding, jarum pendeknya menunjukkan pukul 12 malam, hatiku dingin sedingin mala mini. Langkah mendekati pintu Selengkapnya
Mata Keempat
Mata adalah pancaran hati, aku melihat ada cinta yang membahana disana untukku dulu, setelah berjalanan waktu aku tahu ada yang berubah dari mata itu. aku menghembus napas berat, ada bongkahan Selengkapnya
Yang Kedua
Pandanganku melihat laut lepas dari balkon hotel tempat kami menginap. Sudah 3 hari kami menginap di sini. Pemandangan laut ini hari terakhir aku akan melihatnya, jam 3 sore nanti karena Selengkapnya
Muak
Pagi tak lagi memberikan cahaya untuk menyambutnya, sinar matahari selalu terhalang awan yang membuat hariku bagaikan di neraka jahanam. Pusing dikepalaku membuat aku melihat sekelilingku dengan rasa muak yang tak Selengkapnya
Puasa Tanpa Rendang Ayam Kampung
Marhaban ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi semua umat muslim yang menyambutnya. Pasti ada tradisi dalam menyambut bulan yang berkah ini, bergembira menyambutnya sehingga disambut dengan berbagai cara. Cara Selengkapnya
Demam mengiringi bertambahnya Usia Suamiku
11 April, 64 tahun yang lalu suamiku lahir. Seharusnya kemaren malam, seperti kebiasan yang kami laksanakan tidak terlaksanan. Bagaimana tidak, yang bertambah umurnya seperti bayi yang jika bertambah umur pasti Selengkapnya
Aku Cinta Kamu, Suamiku.(part akhir)
Aku menghampirinya, bau harum masakkannya membuat aku berselera, padahal sudah 2 hari ini aku tidak makan, entahlah seperti ada yang tidak beres dengan badanku ini. Dengan takut aku mendekatinya, ingin Selengkapnya
Aku Cinta Kamu, Suamiku.(part 2)
Suara azan subuh tidak membagunkanku membangunkanku, sangat lama aku tertidur. Biasanya pukul sebelas malam aku baru bisa tidur, dan pukul 3 subuh aku sudah terbangun mengerjakan pekerjaan rutin sebagai ibu Selengkapnya
Aku Cinta Kamu, Suamiku.(part 1)
Prang…prang…prang, selalu begitu jika amarah pasti barang yang menjadi sasaran empuknya. Aku hanya bisa mengeluh dan mengurut dada saja. entah berapa banyak barang pecah belah yang tidak bernasib baik, entah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- …
- 24
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










