Mengapa Tung Widut Kau menjauh dariku Apa hanya persinggahan untuk mengukir cerita indah Lalu pergi tinggalkan begitu saja Sulit rasanya rasa ini Terlanjur menjadi prasasti Selalu di hati sampai Selengkapnya
#Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Diam Seribu Bahasa
Diam Seribu Bahasa Tung Widut Gelapnya malam terangnya siang Tanpa suara sedenting dari bibir manismu Yang dulu merayu setiap waktu Membuat mekar bunga di hatiku Kemana kau berada saat ini Selengkapnya
Cahaya Kerinduan
Cahaya Kerinduan Tung Widut Datangnya malam tak bisa di pungkiri Kan datang setiap waktunya Gulita terasa membara Kala lentera tak mampu menerangi hati Seberkas sinar dari kejauhan Memantulkan remang keindahan Selengkapnya
Suka-suka
Suka-suka Tung Widut Sekian lama berperang dengan kemalasan Dinginya pagi ditebas bersama dua roda yang setia Menggelinding menyibak embun pagi Menghatam rasa kantuk yang masih tersisa Kejenuhan demi kejenuhan Selengkapnya
Bersamamu
Bersamamu Tung Widut Kebersamaan abadi Dibawah sumpah karena Allah Resmi sebagai pasangan sampai mati Setia tak akan ada yang mengganti Besarnya cinta membawa kami Ke alam nyata sebagai sumpah janji Selengkapnya
Kerinduan
Kerinduan Tung Widut Rada itu kembali ada Tak tahu mulai kapan bersarang Waktu menjadi penyiksa Bila tanpamu menyapa walau sekata Akankah hari terus begini Hidup dalam rindu tsk berujung Hanya Selengkapnya
Pernah Ku Miliki
Pernah Ku Miliki Tung Widut Lima jemari sudah bersamamu Dalam suka duka sempanjang perjalanan sekolahku Rasa sayang semakin menggebu Sanjungan dilontarkan setiap waktu Yang telah menema dari putih abu-abu hingga Selengkapnya
Ku Ukir Namamu
Selalu di Hati Tung Widut Kebersamaan semu Dua hati yang bisa menyatu Dalam kehidupan maupun angan Beryemu hanya sebuah jalan hidup Tak tahu mengapa Lama rasa itu ada Kadang Selengkapnya
Menggapai
Gapai Tung Widut Impian bukan saja dalam tidur Harus bangun menyusun kemuatan Merenda jalan membentuk imajinasi Yang perlu di perjuangkan hingga tercapai Setiap langkah di jalan terjal Menuai Selengkapnya
Sendiri
Sendiri Tung Widut Tanpa angin menyapa Lengang sendirian duduk Termenung memikirkan hidup Tak berhenti sehelaan nafaspun Silih berganti masalah datang Datang dengan sejuta tangisan Seakan menyahut nyawa dalam kehidupan Saat Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- …
- 78
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.















