Senja pada Cakrawala

Senja pada Cakrawala Tung Widut Hari merambat berganti Burung camar mulai  terbang kembali Jeda dari pencarian sehari Pulang dengan kepak  tak terhenti Sampai pada  sarang yang ditinggal tadi pagi Di

Sepertiku Tung Widut Muali matahari terbit Otot tulang telah begerak Menyiapkan kebutuhan keluarga Seiring rasa hangat sang mentari Terburu pada setiap waktu Berlomba dengan jarum jam yang hanya berputar Aku

.Lubang Kehati-hatian Tung Widut Pagi hari disambut kehati-hatian Jalanan tergenang karena hujan semalam Penuh lubang yang mejebak Tertutup air keruh yang menipu Hati-hatilah bila lewat Lubang-lubang tebenam genang Diam menunggu

Kabut Putih

Kabut Putih Tung Widut Perlahan turun Membasahi dedaunan hijau Mengkilat diterpa sinar mentari yang malu-malu Kabut putih Sejukkan hati dan pikiran Para pejalan kaki menyusuri jalsnan lenggang Mencari kesehatan dari

PENARI

Penari Tung Widut   Cantik rupawan dengan seyum menawan Berlenggok seirama degung bertalu Memaikan mata dengan kepiawaian Penari menghibur hati lara   Dari upacara  sampai pesta Ada sesuai acara Gerakmu

Derita

Derita Tung Widut Raga tak lagi muda Mulai hambatan dalam setiap tindakan Rak boleh di pasakan Harus mengykur kemampuan Jiwa yang masih .menggebu Ingin semua selesai tepat waktu Enak dipandang

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.