Bias Rindu Tung Widut Terdiam dengan caramu Beribu bunga ditaman kau tanam Berjuta mekar disiram Aku mengenang dalam diri Langkah demi langkah dilaului Apa yang kau tulis ku baca Dengan Selengkapnya
NGETEH MORNING
Seberkas Sinar Kecewa
Seberkas Sinar Kekecewaan Tung Widut Hari ini seharusnya menjadi hari bahagia Bagi kalian terakhir setelah 3 tahun bersama Melepas almamater yang telah membuatmu bisa Dipercaya perusahaan nantinya Tapi ternyata kau Selengkapnya
Kabut Putih
Kabut Putih Tung Widut Kabut putih membalut pagi Mentari tersekat sinar tak sampi Merasuk tulang hinga terasa dingin Jalan samar terlihat Garis kuning ditengah jalan menyapa Para roda yang berderu Selengkapnya
Dia di Sana
Dia di Sana Tung Widut Berdiri memandang jauh Membayangkan kau di sana bersamanya Mencari ilmu bersama mentari pagi Meninggalkan gerbang kampus kala malam larut Menunggumu dalam simalakama Antara rindu Selengkapnya
Pertemuan
Pertemuan Tun Widut Tiga puluh lima tahun silam Bersama setiap mentari mulai menampakan diri Memasuki gerbang sekolah dengan penuh semangat Ceria pertemu teman Mencari ilmu dari buku bertumpukan Berdiri dengan Selengkapnya
Menemani Malam
Menemani Malam Tung Widut Sepi meraja dalam malam Gelap tak mampu ditepis oleh cahaya bintang Menggelayut angan pada kerja seharian Hanya sesal membuang waktu hanya untuk sebuah permainan Malam kini Selengkapnya
Terbenam Sudah
Terbenam Sudah Tung Widut Pagi berganti siang ketika angan telah hilang Mentari tenggelam saat anggan ikut karam Terbenam sudah imaji yang semalam nelum terukir Mencoba mengumpulkan puing imajinasi Yang sempat Selengkapnya
Peluit Malam
Peluit Malam Tung Widut Sudah cukup malam Hening ada anatar jemgkerik dikejauhan Sesekali deru motor membelah pekat Malam hampir sempurna dengan 22.26 Terdengar peluit apnjang berkali-kali Tanpa deru ular besi Selengkapnya
Jalan Kecilku
Jalan Kecilku Tung Widut Pagi menggeliat dalam dingin Kabut tebal selalu menyelimuti Sinar mentari semburat kuning manja Kala berpuluh petani sudah menyibak rasa jalan kecilku Subuh baru usai Pengguna sandal Selengkapnya
Diam
Diam Tung Widut Ada kalanya harus diam Bersama teman yang mengerutkan jidad Jemari menyulam kata demi kata Terangkai dalam jawaban Tak harus bibir berbunyi diantara materi Waktunya diam dengan jawaban Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












