Kabut Pagi Tung Widut Mentari masih di peraduan Kabuteraja menari di awang-awang Memburamkan alam dengan kekuatan dahsyatnya Dingin membelai Merayu memeluk penikmat keindahan sejati Menyamarkan lampu jalan yang masih Selengkapnya
puisi
Diantara Waktu
Waktu seakan memburu buat yang leka Waktu seakan hilang bagi yang menanti malam dan siang Waktu berjalan lambat bagi berkasih-kasih Waktu terasa Indah dikala bahagia Perjalanan waktu tak dapat Selengkapnya
Penantian
Seribu belati menusuk dadaku Ada rasa menyapa hatiku Aku terdiam dalam kelam Menunggu hadirmu yang tak kujung datang Seribu rasa membuncah di dada Aku tenggelam dalam asa di batas Selengkapnya
Dalam Dekapan Pagi Tung Widut Dingin terasa Embun pagi menyerang dari celah cendela Menemadi pemuja Allah Menuju rumah tempat menghamba Satu sisi ruang gelap Dibawah selimut tebal Berdiam dalam Selengkapnya
Debu Tanpa Jejak
Debu Tanpa Jejak Tung Widut Aku ada diantara mereka Akrab melihat gambar kesuksesan Berita yang hampir tiap hari bertambah Aku baca dengan penuh keinginan Diriku hanya sebuah debu yang melayang Selengkapnya
Lara Kedengkian
Lara Kedengkian Tung Widut Kala bumi masih berputar Kita dengan lenggang bebas menghirup bernafas Memandang indah alam meraih keindahan Hati terpaud hidup Tak sendiri di atas tanah berpijak Ada berjuta Selengkapnya
Terimakasih Tuhan
Terimakasih Tuhan Tung Widut Hari tanpa lelah Jemari mengukir nama Setiap pengumuman yang terbaca Malam mulai menyerang Dengan pasti jemari meraba lembut Tulbar mulai bercerita Dari membaca pikiran Menguak Selengkapnya
Mentari Bersinar
Mentari Bersinar Tung Widut Hari telah terang Malam hilang perlahan Menampakan diri dengan sendu Mendung menghalagi tanpa tahu Dunia menunggunya setiap waktu Siang terang tiada penghalang Sinar garang menyerang Hawa Selengkapnya
Selembar Daun Peneduh
Selembar Daun Peneduh Tung Widut Terik mulai menyengat Barisan berhadapan dengan para siswa Menghadap ke timur Seakan matahari berada di pelupuk Terasa hangat walau sebentar Gelisah mulai meradang Diam bukan Selengkapnya
Senja yang Tercipta
Senja yang Tercipta Tung Widut Langit jingga memandang pada alam Semburat sinar yang menerobos diantara awan sore Sungguh indah Allah memberi lukisan Membuat mata memandang tak berkedip Memuja sang pencipta Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- …
- 27
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













