Setahun Bersama YPTD

Terbaru621 Dilihat

 

Kuhirup napas, kureguk udara

Di tengah laut samudra yang luas

Melempar dahaga sebentuk cinta

Di sini kudapatkan kedamaian

 

Mengejar langkah dalam kesadaran

Bersama berlayar menunggu angin

 

Bila telah lewati waktu

(Semua mungkin terjadi kembali)

Bila telah lewati waktu

(Semua mungkin terjadi kembali)

Bila telah lewati waktu

(Semua mungkin terjadi kembali)

Bila telah lewati waktu *

 

Sang waktu memang begitu kejam sekaligus baik hati, tergantung dari sudut pandang mana kita semua melihat dan menafsirkannya.  Sang waktu memang begitu nisbi, sekaligus penuh misteri.

 

Tidak terasa, satu tahun hampir berlalu sejak YPTD diproklamasikan pada 19 Agustus 2029 di Toffe Coffe, kawasan Depok. Kala itu pandemi Covid 19 tengah melanda dunia.  

 

Kini setahun sudah berlalu, pandemi Covid masih dan bahkan kian mengganas.  Sudah banyak sobat, teman, dan handai taulan yang terpapar, sebagian bahkan harus meninggalkan kita untuk selama-lamanya  tanpa pesan.

 

Tetapi waktu satu tahun yang hampir berlalu ini bukan hanya berisi dengan kesedihan dan kemuraman.  Waktu satu tahun ini juga berisi banyak harapan, kegembiraan, dan perjuangan penuh semangat. Terutama dengan hadirnya YPTD bersama kita semua.

 

YPTD hadir dengan memberikan harapan dan solusi yang kadang-kadang mencairkan kebekuan inspirasi banyak orang, termasuk diri saya sendiri, terutama dalam hak menerbitkan buku.

 

Sejak 2015 dna 2016, saya baru menerbitkan dua buku tentang perjalanan ke masjid-masjid di pelosok dua. Dua buku tersebut masing-masing berjudul “Mengembara ke Masjid-masjid di Pelosok Dunia dan 1001 Masjid di 5 Benua. 

 

Walau banyak keinginan untuk menerbitkan buku-buku lain tentang perjalanan saya, tetapi ada banyak kendala sehingga belum sempat  terlaksana hingga lahirnya YPTD yang memberi semangat baru.

 

Semangat yang ada pada YPTD terutama pada fitur khas nya yaitu menerbitkan buku dengan ISBN dan gratis alias tanpa biaya.  Dengan itu pula saya kembali bersemangat untuk mengumpulkan kembali artikel-artikel nan terserak menjadi beberapa buku.

 

Buku pertama yang terbit di bawah panji YPTD adalah trilogi “Jejak Langkah Menuju  Baitullah”. Tiga Jilid buku ini merupakan pelengkap dua buku sebelumnya sehingga mencakup seluruh perjalanan mengunjungi masjid-masjid hingga akhir 2019.

 

Semangat menulis dan mengumpulkan artikel terus membuncah dan dalam waktu relatif singkat saya telah menerbitkan dua jilid buku bertajuk Tamasya ke Masa Depan, yang merupakan kumpulan kisah ke makam, mausoleum dan monumen yang berhubungan dengan dunia orang mati, alias masa depan kita semua.

 

Selain itu masih ada buku-buku kisah perjalanan ke Brunei, trilogi “Menembus Tirai Besi” yang mengisahkan perjalanan ke negara-negara eks Soviet, serta  pengembaraan ke Benua Afrika dan juga cerita-cerita dari negeri Turki.

 

Nah, siapa sangka, perjalanan sang waktu selama satu tahun bersama pandemi Covid dan YPTD ternyata bisa menghasilkan banyak buku yang membuat hati berbinar ceria.

 

Untuk itu, secara pribadi saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Syed TD, sobat saya yang sangat inspiratif dan banyak membuka cakrawala baru untuk dunia literasi di Indonesia, khususnya kepada kita semua yang bergabung di YPTD.

 

Besar harapan kita semua, bahwa YPTD akan terus maju dan berjaya.  Kita kan bersama Maju Terus Mundur Pantang, 

 

Kita semua berharap bahwa YPTD akan terus dapat membantu banyak orang untuk menerbitkan buku walau dengan sumber yang terbatas.

 

Dalam tulisan ini, saya juga ingin mengenang kembali sahabat kita yang telah lebih dahulu meninggalkan kita semua, yaitu Pak Dian Kelana yang telah banyak ikut membantu banyak penulis baik dengan menjadi editor maupun merancang cover buku sebagian penulis di YPTD.  Kita semua sangat kehilangan atas kepergian Pak Dian Kelana.

 

Tidak lupa juga saya ingin mengucapkan banyak Terimakasih kepada sahabat kita semua yaitu pak Ajinatha yang juga telah membantu kita semua dengan karya-karya berupa cover buku nan rancak.

 

Kembali kita melihat bahwa sang waktu terus berjalan dengan angkuhnya.  Wakti satu tahun yang berlalu akan diikuti dengan hari, bulan, dan tahun yang berikutnya.  Kini tiba saatnya untuk merenung akan apa saja yang telah kita lakukan di tahun yang telah berlaku dan membuat rencana untuk tahun mendatang.

 

Kita  semua berharap bahwa YPTD akan terus berjaya dan semua anggotanya akan terus dapat berkarya walau dengan penuh keterbatasan ruang dan waktu.

 

Dirgahayu YPTD

 

*. lirik lagu Power Metal Sang Waktu

 

13 Agustus 2021 

 

Tinggalkan Balasan