Menuju Kanada via Alaska yang Membeku

Wisata322 Dilihat

 

Ini adalah kisah langlang kami sekeluarga yang pertama ke Kanada. Di akhir tahun 2000 lalu. Uniknya ini juga merupakan perjalanan yang lumayan jauh, terutama bagi anak yang masih berusia lima tahun atau bahkan 3 tahun.

Untuk pergi ke Kanada, tentu saja kita memerlukan visa. Namun visa Kanada lumayan mudah untuk didapat. Cukup dengan melampirkan tiket perjalanan dan surat keterangan dari kantor saja. Asyiknya lagi biaya visa juga gratis alias tidak bayar.

Tujuan kami ke Kanada, selain jalan-jalan juga berkunjung ke seorang teman lama yang sudah bermukim di sana beberapa tahun karena menika dengan orang Kanada.  Kebetulan teman ini tinggal tidak di kota besar melainkan di sebuah kota kecil bernama Penetanguishene di Ontario, sekitar 3 jam dari Toronto, kota terbesar di Kanada.

Tentu saja untuk menuju ke Penetanguishene, kita harus terbang dulu ke Toronto.

Jalan-jalan ke Kanada ini dimulai dengan mampir dulu ke Hong Kong dimana selain melihat-lihat hiruk pikuk Hongkong, kami juga sempat berwisata day trip ke Shenzhen di Tiongkok yang berbatasan langsung dengan Hong Kong.  Untuk ke Shenzhen, cukup membeli visa or arrival seharga 100 HKD di Lowu, yaitu stasiun perbatasan antara Hongkong dan Shenzhen.   Di sini kami mampir ke Taman Mini Dunia yang bernama Windows of the World,

Nah setelah kembali ke Hong Kong, perjalanan ke Kanda kemudian dimulai dengan naik pesawat Cathay Pacific tujuan Toronto.   Setelah sekitar 9 jam terbang, pesawat semat transit di Anchorage, Alaska yang termasuk wilayah Amerika Serikat di sebelah utara Kanada.  Walau waktu ini masih sekitar akhir Oktober, namun cuaca di Alaska sudah membeku dengan suhu di bawah nol derajat Celsius.

Kami sematkan melihat-lihat bandara Anchorage dan berbelanja di Duty Free yang menjual berbagai suvenir dan juga makanan khas Alaska.  Ada sebuah piring gantungan berrelief hewan kutub khas Alaska seperti ikan paus, elang botak , penguin, berang-berang, singa laut dan lain sebagainya.  Dengan melihat relief hewan tersebut saja, rasa dingin sudah menjalar seakan-akan menusuk tulang.

Selain suvenir, ada juga makanan khas Alaska berupa berbagai jenis ikan seperti Salmon atau kepiting yang diawetkan dan dikemas sangat bagus dan rapi untuk buah tangan. Baik untuk tuan rumah kami di Kanada, mau pun dibawa pulang ke tanah air.

Setelah sekitar 1 jam transit tibalah waktunya untuk kembali melanjutkan penerbangan ke Toronto, masih lumayan jauh sekitar 4 atau 5 jam terbang.   Akan tetapi karena hujan salju yang turun di suhu yang sangat dingin , maka pesawat tidak bisa langsung terbang setelah berhenti di bandara sekitar 1 jam.  Tepat sebelum lepas landas,  bagian atas sayap dan juga sekitar flight control harus diakukan deicing dengan menyemprotkan cairan kimiawi tertentu sehingga kinerja pesawat tidak terganggu dengan adanya gumpalan es.

Demikian sekilas kisah singkat perjalanan menuju Kanada yang jauh dan harus berhenti sebentar di Anchorage, Alaska.

Anchorage, Alaska, Oktober 2000

 

Tinggalkan Balasan