Lomba Perahu Regatta dan Kejar Itik di Sungai Brunei

Wisata394 Dilihat

Bulan Juli dan Agustus merupakan bulan yang selalu ramai dengan perayaan di Brunei. Kalau pada 1999 lalu kita menyaksikan pesta olah raga terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan di Brunei, maka pada setiap juli dan Agustus juga biasanya dirayakan hari keputeraan atau Hari Ulang Tahun Sultan Hassanal Bolkiah yang tepatnya jatuh pada 15 Juli.

Biasanya setiap Agustus pula diadakan lomba perahu regatta yaitu lomba dayung di Sungai Brunei yang diikuti berbagai negara tetangga seperti Sabah, Malaysia, dan bahkan juga Indonesia dan Tiongkok.

Kali ini saya sedang berjalan-jalan di kawasan Water Front alias tepi sungai Brunei di dekat Yayasan dan juga memandang Kampong Ayer di kejauhan. Di sini pula terdapat sebuah bangunan tua bekas Custom House yang sekarang dijadikan Galeri Seni. Nama resminya adalah Galeri Seni Bandar Seri Bagewan,

Kebetulan sedang ada pameran yang dinamakan ‘Pameran Imbasan Kembali Regatta 1932-2012” yang diadakan pada 2 Februari hingga 2 Mac 2013.  Demikian tertera pada sebuah baliho yang dipajang di depan gedung yang terletak di tepi Sungai Brunei ini.  Saya sendiri sudah seirng kali lewat gedung ini, namun baru kali ini ada kesempatan untuk masuk ke dalamnya.

Saya melangkah masuk dan di dalamnya dipamerkan berbagai foto dan poster untuk mengenang kembali kegiatan lomba perahu regatta yang legendaris itu.

Pada poster pertama diuraikan secara singkat tentang asal mula kegiatan lomba perahu yang dimulai sejak tahun 1932. Diceritakan jika kegiatan ini merupakan kegemaran Sultan Omar Ali Syaifuddien, Sultan ke 28 Brunei yang juga ayah Sultan Hassanal Bolkiah.

Pada mulanya kegiatan ini diadakan beberapa hari sesudah hari raya Aidil Fitri dan kemudian dikenal juga dengan nama Bajanuari karena diadakan setiap bulan Januari. Unik nya lagi pesta air di Sungai Brunei ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam lomba tradisional seperti mengejar itik, meniti batang dan juga lomba menyelam.

Pada beberapa foto juga ditampilkan Sultan Omar Ali sewaktu muda, Sultan Bolkiah dan bahkan putra mahkota dalam lintasan waktu yang berbeda-beda.

Sementara itu di galeri ini juga dipamerkan poster berupa lintasan sejarah Brunei sejak abad ke 14 ketika kesultanan Brunei masih berpusat di Kota Batu. Dijelaskan sejak Sultan pertama yang memeluk Islam yaitu Awang Alak Betatar atau Sultan Muhammad Syah pada 1363. Sultan ini menikah dengan putri Sultan Johor lama.

Bahkan dalam salah satu poster dikisahkan juga hubungan antara Brunei dan Tiongkok yang sudah ada sejak lama. Hubungan ini mencapai puncaknya pada masa DInasti Ming ketika Sultan Abdul Majid berangkat ke Cina dalam usaha memerdekakan Brunei dari kekuasaan Majapahit.

Namun Sultan Abdul Majid ternyata jatuh sakit di Nanjing dan akhirnya meninggal dan dimakamkan disana. Hingga kini makam Sultan Brunei ini masih dapat kita kunjungi di kawasan Yu Hua Tai di Nanjing.

Demikian sekilas kisah mengenai lomba perahu regatta yang diselenggarakan setiap Agustus di Brunei. Namun pada kunjungan ini, kita juga dapat sejenak belajar mengenai sejarah lama negeri Brunei.

Bandar Seri Begawan, Februari 2013

 

Tinggalkan Balasan