Oleh – oleh Out Look Pendidikan Indonesia 2021

Edukasi, YPTD397 Dilihat

Berkat budi Baik Bapak DR Ferdiansyah, Se, MM saya bisa mengikuti Webinar Out look Pendidikan Indonesia 2021. Terus terang setelah mengikuti acara ini wawasan tentang pendidikan semakin luas dan terbuka lebar.  Pasalnya webinar ini sangat banyak memberikan informasi aktual terkait Pendidikan Nasional.

Para pakar pendidikan sesuai domain keahlian masing masing menyampaikan permasalahan dan juga memberikan solusi.  Solusi sesuai kewenangan dan juga saran membangun untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Kabinet Indonesia maju.

Tahun 2020 yang cukup suram bagi seluruh dunia baru saja berlalu. Di tahun baru ini besar harapan untuk terjadi perbaikan signifikan diberbagai bidang termasuk dalam bidang pendidikan.

Pemerintah sudah mengagendakan berbagai program unggulan seperti guru penggerak, sekolah penggerak, program organisasi penggerak (POP), Asesmen Nasional (menggantikan UN), pergantian kurikulum, digitalisasi sekolah, rekrutmen 1jt guru PPPK, dan kelanjutan BDR.

Ternyata selama ini informasi yang saya terima tentang dunia pendidikan sepotong sepotong dan tidak jelas bersebab lebih banyak berita hoaks.  Namun  di acara kali ini  dalam nuansa bebas kepentingan politik para nara sumber menyampaikan “rasa sayang” ke Mas Nadiem Makarim.

Rasa sayang itu diungkapkan berdasarkan rasa keprihatinan atas minimnya gerakan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) Kemendikbud dengan steke holders. Menurut para pakar terutama Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA. (Deputi Menteri Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK) Kemendikbud sangat kurang sekali memberikan informasi aktual terkait kebijakan kepada masyarakat.

Apakah rencana tersebut akan mensukseskan program Pembangunan SDM Unggul – Indonesia Maju dan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang cerdas dan berujung pada kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia seperti yang diamanatkan dalam UUD’45 ? Topik ini  dibahas oleh:

  • 1. Prof. Suyanto, Ph.D. (Anggota BSNP)
    2. Dr. Toni Toharudin, M.Sc. (Ketua BAN-SM)
    3. Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA. (Deputi Menteri Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK)
    4. Retno Listyarti (Komisioner KPAI)
    5. M. Ramli Rahim (Ketum PP IGI)
    6. Ferdiansyah,SE.,MM. (Anggota Komisi X DPR RI)                                                                                                                                                                                                                              Contoh paling aktual di acara Webinar Outlook Pendidikan Indonesia perwakilan setingkat Dirjen Kemedikbud ” berhalangan hadir” .  Saya pikir mungkin sibuk, namun rekaman agenda webinar bisa ditonton Bapak Menteri dan jajaran untuk medapat masukan positif bagaimana kepedulian khalayak terhadap  dunia pendidikan nasional.

Pandemi covid 19, pendidikan jarak jauh dan sedemikian banyak persoalan dunia pendidikan dikupas habis. Saya terheran bercampur trenyuh mendapatkan informasi A 1 ini. Namun disela sela keprihatinan itu ada rasa optimis karena masih ada para pihak yang peduli.

Kepedulian datang  terutama dari Penggagas Webinar Bapak Ferdiansyah, Mas Indra Charismiadji (Vox Point Indonesia) dan Bang  Ahmad Rizali (NU Circle). Ibu Retno Listyarti (Komisioner KPAI) dan Daeng M. Ramli Rahim (Ketum PP IGI) walaupun dari pihak non pemerintah secara lugas menyatakan bahwa permasalahan pendidikan nasional  bermuara kepada Kebijakan Kemendikbud.

Bisa jadi rasa kecewa kepada pemerintah setelah sedemikian sering mengajukan saran di sikapi dengan pasrah. Apalagi yang perlu dilakukan selain bekerja dan bekerja di bidang masing masing. Hanya itu yang bisa dilakukan masyarakat cinta pendidikan dari pada menegeluh tak menyelesaikan masalah lebih baik berdoa dan bekerja semampunya.

Bapak Feridansyah menyarankan agar Kemendikbud banyak melakukan silaturahim (sowan) dengan para pakar pendidikan.  Kebijakan pemerintah berkuasa harus memiliki Payung Hukum. Tampaknya masalah ketata negaraan inilah yang wajib lebih diperhatikan jajaran Pak Nadiem agar kekuatan kebijakan itu terlindungi Undang Undang.

Rasanya lega bercampur masygul, Kami dari Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) bergerak juga di bidang pendidikan dalam skala sangat sangat kecil.  Membantu para penulis (dhuafa) menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya.  Alhamdulilah 90 Judul buku telah di terbitkan dalam kurun waktu 4 bulan. Lapor Bapak Ibu ; Buku sudah diserahkan ke Perpustakaan Nasional

Hanya itulah yang bisa YPTD lakukan yaitu fokus ikut berperan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia. Pada skala yang lebih besar (nasional) biarlah Penjuru Utama Kemendikbud mengerjakan pekerjaan makro.  Terima kasih disampaikan kepada para nara sumber  telah menambah wawasan terkait dunia pendidikan Indonesia.

Tahun 2021 sudah ada di dalam pekerjaan keseharian. Lakukan apa yang bisa dengan harapan azas manfaat dirasakan pada secuil dunia pendidikan.  Mudah mudahan pada kesempatan Webinar Pendidikan berikutnya YPTD mendapatkan kesempatan menyampaikan aspirasi dari grass root.

Kami (kita ?) ibarat mur kecil dalam bagian system pendidikan nasional. Semoga bisa diperhatikan juga oleh bapak dan Ibu.  Buku adalah mahkota penulis.  Guru, Perawat, dan profesi lainnya berhak memiliki buku sebagai bukti kehadiran profesi pelayanan publik terdepan.  YPTD siap membantu semampunya.

Salam Literasi

YPTD 030120

 

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar