Buka Puasa 3 Ronde
Catatan Thamrin Dahlan
“…Bagi orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan (iaitu) kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika menemui Tuhannya…” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Selamat berbuka puasa di hari ke 5 Ramadhan 1447 Hijriah. Ketika berbuka puasa atau lebh dikenal dengan sebutan ifthar / tajil coba hilangkan rasa dendam. Rasa dendam menahan lapar dan haus setelah 14 jam lebih. Janganlah diumbar, terlalu banyak makan dan terlalu cepat, kasihan dengan lambung.
Alangkah baiknya bila mampu mengatur pola berbuka puasa itu secara bertahap. Tujuan agar mempunyai nilai tambah dipandang dari sisi ke Imanan dan sudut pandang kesehatan.
Pola ini hanya sebagai suatu alternatif berupa pola berbuka puasa ramadan dalam 3 tahapan. Awak menyebutnya 3 ronde seperti pertandingan tinju saja.

Insya Allah bila kita menlaksanakan pola ini kita akan mendapatkan kemenangan, karena sesuai dengan anjuran Nabi Besar Muhammad SAW. Makanlah diwaktu lapar, berhenti sebelum kenyang dan isi lambung dalam 3 bagian.
- bagian pertama nasi dan lauknya
- bagian kedua isi dengan air
- bagian ketiga dengan udara.
Adapun ketiga ronde itu ketika berbuka puasa ramaan seperti uraian berikut
Ronde Pertama :
Setelah beduq azan maghrib dikumandangkan, maka minumlah seteguk air teh manis hangat. Kemudian bacalah doa buka puasa. Nnikmati satu, dua atau paling banyak 3 butir kurma atau kue makan kecil bisa jua buah buahan. Minum lah lagi kalau masih terasa haus, sehingga terasa sekali nikmatnya.
Stop disini, Lanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah di masjid, seandainya masjid itu lokasinya dalam jangkauan. Badan akan terasa enteng karena tubuh telah bertenaga kembali setelah meminum dan makan hidangan tajil manis tersebut.
Ronde Kedua,
Makan Kolak atau juadah makanan kecil setelah shalat maghrib. Ada cendol, kolak, atau hidangan kecil lainnya, silahkan sambil santai melepaskan lelah. Biasanya perbedaan waktu Shalat Maghrib dengan Shaalat Isya tidaklah terlalu lama yaitu sekitar 50 menit.
Upayakan jangan makan nasi dulu. Bersiap menunaikan ibadah Shalat Isya dan Shalat tarawih di Masjid akan terasa nyaman Perut belum lagi terlalu kenyang dan bisa melakukan shalat dengan tertib.

Ronde Ketiga
Makan besar, atau makan nasi dan lauk pauknya dilakukan setelah Shalat Tarawih. Tidak terlalu malam sekitar Pukul 21.00. Perut sudah lapar dan kenikmatan makan lebih bisa dirasakan karena secara emosional beban tugas sudah dilaksanakan.
Sobat. Ketika makan tidak usyah terburu buru, nikmati setiap suapan nasi bersama keluarga. Itulah rutinitas berbuka puasa yang kami dawamkan. melanjutkan tradisi berbuka puasa 3 ronde warisan Almarhum Ayahanda Haji Dahlan Bin Affan dan Almarhumah Ibunda Hajjah Kamsiah Binti Sutan Mahmud. Semoga Arwah beliau dilapangkan di alam kubur, Aamin Ya Rabbal Alamim
Kebahagiaan berbuka adalah syukur atas terselesaikannya perintah, sementara melihat Allah adalah puncak nikmat tertinggi sebagai balasan langsung dari-Nya.
Semoga bermanfaat
- Salam Literasi
- BHP 05 Ramadhan 1447 H
- YPTD






