Doa Doa Mustajab 3 Sodara

Humaniora, Terbaru, YPTD280 Dilihat

Doa Mustajab 3 Sodara

Catatan Thamrin Dahlan

Ritual berdoa manusia berbeda beda dikaitkan dengan agama nan dianut. Pada hakekatnya kesadaran akan kelemahan dan keterbatasan sebagai manusialah seseorang itu berharap bantuan. Permohonan bantuan disampaikan dalam bentuk doa doa panjang.

Doa diungkapkan untuk keselamatan umat dunia, dibaca setiap saat bersebab ketergantungan akan keselamatan saling mengait antar penduduk dunia.

Terkadang doa itu segera di kabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Acap pula doa belum juga mendapat jawaban pasti. Dalam kondisi seperti inilah sebaiknya anak manusia berbaik sangka. Bahwa ada satu keyakinan haqqul yaqin bahwa semua permohonan doa itu sampai ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Berbaik sangka dalam makna Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada kita. Bisa jadi permintaan kita itu mudarat bagi diri dan keluarga dan Allah akan mengganti dengan yang lebih bermanfaat.

Oleh karena itu diperlukan kesabaran mutlak dalam berdoa. Sesungguhnya doa adalah permintaan kebaikan dan diyakini bukan berdoa untuk mencelakakan orang lain seberapa marah dan benci atau sakit hati.

Awak nak berkisah terkait doa. Kali ini bukan doa dari sendiri dan keluarga tetapi doa dari 3 orang sahabat. Sahabat ini terdiri dari seorang nenek berusia 90 tahun, kedua seorang pemuda bernama Riki dan terakhir Bapak Deni penyapu jalan di lingkungan kami.

Tentu sobat bertanya bagaimana bisa yakin 3 orang sahabat itu berdoa untuk keluarga anda ?

Yes, pintu doa itu datang melalui sedekah. Pertama mohon maaf bukan berkehendak riya terkait sedekah namun izinkan berbagi kisah kehidupan nyata yang barangkali bermanfaat bagi kita semua.

Si mbah tinggal sendirian di kampong bojong desa sebelah. Sehari hari kehidupan dilalui dengan mengupas bawang atau kerja yang sesuai dengan kemampuan si nenek. Beliau sudah sangat renta, tubuh merendah kepala hampir menyentuh tanah. Hampir setiap hari kami bertegur sapa. Alhamdulillah untuk si mbah nasi uduk betawi dikirimkan setiap jum’at pagi dan untuk beberapa tetangga dhuafa lainnya. Selain itu setiap bertemu awak atau istri berhenti sejenak bersalaman, bersedekah dan nenek ungkapkan terima kasih. Itulah bentuk doa untuk keluarga kami.

Riki pemuda 20 tahunan bekerja sebagai penjaga malam atau tukang parkir di Pasar Induk Kramat jati. Setiap lewat rumah, kami menandai kehadiran Riki ketika terdengar ucapan Assalamualaikum.

Itulah bentuk silaturahim sedekah harian Rp.5.000,-. Alhamdulillah di kotak amal rumah selalu tersedia uang kecil sehingga kami tidak perlu mencari cari uang receh atau uang logam. Riki berucap terima kasih, wajahnya cerah gembira walaupun uang itu hanya cukup untuk membeli supermi. Dalam seminggu Riki mampir 4-5 kali. Kegembiraan riki adalah doa untuk kita semua.

Pak Deni setiap hari membersihkan jalan di RT kami. Bapak tua yang seharusnya sudah pensiun bekerja namun bersebab memenuhi kebutuhan keluarga anak dan cucu, beliau selama 3 jam menyapu jalan. Kami sekeluarga tidak sendirian peduli kepada pekerja tua ini.

Ada gaji bulanan dari RT. selain itu warga dari beberapa KK acap pula memberi sedekah atau dalam bentuk makanan dan pakaian. Alhamdulillah keluarga kami menjadwalkan khusus bersedekah untuk Bapak Tua yang sangat rajin ini. Terima kasih Pak / Bu Haji , bukankah itu doa walupun hanya ucapan sederhana awak yakin didalam hati beliau doa itu terus dilantunkan.

Alhamdulillah ladang pahala ada dimana mana ketika kita ikhlas bersedekah membantu sesama sesuai kemampuan. Doa saudara dhuafa sesungguhnya mustajab. Keyakinan itu bukan saja rezeki halal keluarga semakin berkah juga kesehatan, kenyamanan dan keselamtan kami rasakan.

Bisa jadi doa doa Si Mbah, Riki dan Pak Deni atau dari teman keluarga yang bisa dibantu. Kebahagiaan sejati ketika kita memberikan kelapangan rezeki kepda siapapun tanpa pandang bulu ketika mereka membutuhkan.

  • Salamsalaman
  • YPTD
  • TD

Tinggalkan Balasan