
Seleksi alam terus berlanjut. Seleksi alam bisa diartikann sebagai kekuatan alam semesta yang maha dahsyat menerpa sesiapa saja. Seleksi alam berupa bencana kini merebak kepada makhluk penghuni bumi lainnya yang bernama manusia. Sebenarnya alam itu baik baik saja bahkan bersahabat dengan siisi bumi baik berupa lautan, daratan dan angkasa mau[pun terhadpa penghuninya yang bernyawa. Namun ketika mitra alam itu bertingkah maka alampun berreaksi ikutan memberi peringatan.
Bisa jadi alam berreaksi negative terhadap tidak tanduk manusia yang sudah tidak dapat ditoleransi. Natural Emergency Warning System (NEWS) sebenarnya sudah sangat sering dibunyikan dalam bentuk tanda tanda alam, namun makhluk yang diberi teguran itu masih saja berkutat melawan kehendak alam. Oleh sebab itulah alam bertidak memberikan peringatan yang lebih keras untuk menegur dan sekalian menindak para perusak alam semesta itu.
Dalam dunia politik seleksi alam adalah suatu keniscayaan. Seleksi alam dunia politik berbentuk suatu kekuatan yang tidak bisa dihalangi dan diprediksi oleh sesiapa yang bergelut di alam demokrasi yang penuh dengan gonjang ganjing nafsu duniawi . Oknum Para pelaku politik yang mendawamkan cara cara tak elok akhirnya satu demi satu mulai terkuak tingkah polah di media.
Alam berkehendak. Walaupun kebobrokan itu ditutupi dengan cara yang sangat rapi namun kekuatan seleksi alam tanpa terduga menghantarkan “berita” . Berita itu datang dari rekayasa Tuhan Yang Maha Kuasa menghancurkan semua rekayasa oknum yang melakukan penistaan terhadap kaedah kaedah pelestarian alam dan kehidupan damai manusia.
Menjelang pemilu 2014 sebagai siklus 5 tahunan pergantian pucuk pimpinan nasional, satu demi satu partai politik peserta pemilu “tumbang” oleh fakta yang terkait dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Seleksi alam demokrasi jilid – 1 menghantam Partai Demokrat. (PD). Sebagai partai penguasa PD tanpa diduga terkena badai maharibut dengan terkuaknya kasus korupsi oknum petinggi partai. Beberapa oknum PD sudah dipidana dan beberapa penjarah uang negara itu masih dalam proses penyidikan dan pengadilan.
Seleksi alam jilid 2 menerpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Segenap warga terkaget kaget ketika tersiar berita Presiden Partai yang dikenal dengan kersantunan dan kebersihannya ini tersandung kasus kuota sapi. Rasa tidak percaya terutama bagi kader PKS ketika terjadi peristiwa tertangkap tangan seoranmg broker politik yang akhirnya mengarah kepada pucuk pimpinan PKS.
Mari lanjut kepada seleksi alam jilid 3. Sebenarnya partai Golkar belum terimbas secara langsung akibat ulah KKN dari kadernya yang kebetulan menjabat sebagai Gubernur Banten. Sekali lagi rakyat terkaget melihat begitu besarnya dana APBD yang dikuras oleh kroni penguasa banten terbukti dengan disitanya beberapa asset yang jumlahnya sangat mencenangkan.
Seleksi alam jilid – 4 menerpa Gubernur DKI Jakarta. Terbetik berita dibeberapa media bahwa terjadi kongkalingkong dalam pengadaan Bus Transjakarta. Tadinya kita tidak berharap di kepmimpinan Jokowi akan terjadi masalah KKN dalam soal pengadaan atau dalam soal pemerintahan lainnya. Namum apa boleh buat, berita ini sedang menggoncang elektabilitas Jokowi sampai kebenaran tuduhan itu di tangan KPK. Berita lengkap bisa dibaca disini :
http://www.tempo.co/read/news/2014/03/10/083560852/Ada-Eks-Tim-Sukses-Jokowi-Bermain-di–Busway-Karatan
Seleksi alam demokrasi akan terus berlanjut sampai terpilihnya Presiden RI 2014-2019 . Tahun 2014 adalah momentum bangsa Indonesia bangkit dari ketepurukan. Alam berkendak dan berkepentingan terhadap nasib jutaan rakyat Indonesia yang telah cukup lama berada dibawah garis kemiskinan. Alam bertindak membela rakyat, alam tak sanggup lagi mendengar keluhan dan rintihan rakyat jelata. Doa dhuafa sesungguhnya maha dahsyat dan Insya Allah di ijabah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Barang siapa yang hanya mengharapkan kekuasaan akan tumbang satu demi satu, sebaliknya Partai Politik yang benar benar membela rakyat kecil, sepenuh hati ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat akan mendapat dukungan sepenuhnya dari alam semesta. Hanya partai yang bersih yang akan survival dalam pesta demokrasi. Rakyat semakin cerdas memilih berkat bantuan alam semesta. Sekali lagi rekayasa manusia tida berdayamenepis rakayasa Tuhan Yang Maha Bijaksana. Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi.
Salam Indonesia Raya






