Kemungkinan Terjadi Perang Saat Idulfitri

Terbaru, YPTD52 Dilihat

Kemungkinan Terjadi Perang Saat Idulfitri

Tulisan Dahlan Iskan,

Kamis, 19 Maret 2026 Portal disway.id

Tidak semua orang yang berpuasa ramadan bisa kumpul keluarga di hari raya Idulfitri besok. Pun para masinis kereta, pilot, perawat, tentara, para satpam, polisi…. . Rasa karena bertanggung jawab melaksanakan tugas pelayanan publik. Atau nan tinggal nun jauh disana secara georafis dengan keluarga tersayang

Kami masih bisa bersyukur: masih bisa hidup tenang. Bayangkan yang di Iran. Yang tiap hari digempur bom oleh Israel dan Amerika Serikat. Atau yang di Lebanon selatan: dihujani peluru Israel tiada henti. Tidak ada nuzulul Quran. Tidak ada lailatul qodar. Siang malam dihujani bom jarak jauh.

Bahkan, bisa jadi, di hari raya Idulfitri besok, di sana, serangan diperdahsyat lagi.

Pasukan khusus marinir Amerika Serikat sudah dalam perjalanan ke Iran. Dari pangkalan militer Amerika di Okinawa. Laporan media independen di Amerika menyatakan mereka sudah melewati Singapura –maksudnya: melewati Selat Malaka.

Itu sudah dua hari. Berarti besok sudah bisa tiba di Iran. Mereka adalah pasukan khusus yang amat terlatih. Mereka bisa bergerak tanpa komando. Bisa melakukan aksi sendirian maupun dalam grup kecil.

Pasukan itu amat terlatih. Termasuk berlatih di gurun pasir di California. Mereka bisa bertahan tanpa logistik.

Jumlah mereka 2.500 orang. Diangkut dengan kapal amphibi Tripoli. Saya bayangkan mereka akan ditugaskan seperti Rambo dalam film-film Amerika. Yang satu orang bisa mengalahkan 100 lawan bersenjata. Yang kalau tersudut bisa meloncati pagar berduri atau lautan api.

Ilustrasi kemungkinan yang terjadi dengan perang Timur Tengah saat idulfitri.-Dibuat dengan AI-

Mendaratnya pasukan khusus memerlukan kondisi khusus. Mereka harus dilindungi dari udara. Maka pengerahan pasukan akan dilakukan di darat dan di udara. Wilayah-wilayah yang akan dimasuki pasukan khusus itu tentu akan lebih dulu dibersihkan lewat udara.

Semua analis militer dunia yang saya ikuti berpendapat: kalau itu dilakukan Amerika akan fatal. Amerika masuk jebakan. Masuk medan pembantaian. Ini bukan di Hollywood. Ini di medan yang kejam. Mirip Afghanistan. Bukan mirip Vietnam apalagi Venezuela.

Tapi Presiden Donald Trump memang sudah sangat kecewa. Sudah dua minggu berperang Amerika belum bisa menggulingkan pemerintah Iran. Padahal perkiraan semula tujuan Amerika sudah akan tercapai dalam 48 jam.

Bahkan kini seluruh dunia mengecamnya: terutama setelah pasok energi dunia terhambat sangat berat.

Kekecewaan Trump lainnya: Trump sudah gembar-gembor persenjataan Iran sudah berhasil dimusnahkan. Hanya tersisa 10 persennya, bahkan tidak sampai. Tapi nyatanya Iran masih terus meluncurkan rudal dan drone dengan sasaran Israel dan pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Kejengkelan Trump bertambah-tambah: negara sekutunya menolak ikut membantu. Jepang, Korea Selatan, Inggris tidak mau kirim pasukan. Trump sampai terlihat frustrasi dengan menyatakan ”tidak ada harapan lagi NATO punya masa depan”.

Betapa malunya: Trump akhirnya sampai minta tolong Tiongkok. Agar Tiongkok mau turun tangan. Lebih malu lagi: yang diminta tidak bersedia. Sampai Trump menyatakan akan membatalkan kunjungannya ke Beijing tanggal 31 Maret depan.

Jelaslah sehebat-hebat serangan udara tidak menghasilkan yang ingin dicapai. Memang serangan udara itu menewaskan tokoh utama Iran –dan banyak tokoh penting lainnya– tapi tujuan Amerika mengganti pemerintahan Iran gagal.

Trump bukan orang yang mudah menyerah. Ia justru ingin membuktikan bahwa Amerika tidak mungkin bisa dikalahkan biar pun seorang diri. Itulah yang akan terjadi satu dua hari ini: Amerika akan menunjukkan kehebatannya di mata lawan pun sekutunya.

Di manakah 2.500 pasukan khusus itu akan mendarat? Di pantai? Diterjunkan dengan parasit? Langsung di jantung ibu kota Teheran? Atau diterjunkan di Iraq, dekat perbatasan dengan Iran?

Jangan-jangan mereka diterjunkan langsung di jantung ibu kota Teheran –dengan asumsi Teheran sudah ditinggalkan para pimpinan negara untuk menghindari serangan bom? Lalu dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus menguasai satu sudut ibu kota –sebagai pijakan? Kemudian memperluasnya lewat operasi Rambo?

Trump tentu membayangkan operasi seperti itu. Di matanya itu sangat heroik. Sangat Amerika. Sangat Hollywood. Lalu rakyat di sana bangga kepadanya.

Tentu bisa saja pasukan khusus marinir itu tidak untuk melakukan pendaratan. Siapa tahu hanya untuk meningkatkan gertakan.

Hari ini atau besok puasa hari terakhir di bulan Ramadan tahun ini. Besok atau lusa adalah hari raya Idulfitri yang juga disebut sebagai hari kemenangan –menurut para juru khotbah di mimbar Idulfitri.

Umat Islam-lah yang mengakhiri berpuasa sebulan penuh. Amerika yang ingin meraih kemenangan di Idulfitri ini.(Dahlan Iskan)

 

Referensi Antara

Jakarta (ANTARA) – Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita. Hari raya ini bukan sekadar momen untuk berkumpul bersama keluarga atau menikmati hidangan khas Lebaran, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.

Idul Fitri sering disebut sebagai “Hari Kemenangan” bagi umat Islam. Namun, kemenangan seperti apa yang dimaksud?

Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, seorang Muslim telah melalui berbagai ujian, baik secara fisik maupun spiritual. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, serta memperbanyak ibadah dan amalan baik.

Ketika Ramadhan berakhir, Idul Fitri menjadi simbol keberhasilan dalam menjalani proses penyucian diri dan penguatan iman. Lantas, apa saja makna di balik sebutan Hari Kemenangan dalam Idul Fitri? Mari kita telusuri lebih dalam nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan ini, yang telah dilansir dari berbagai sumber.

Makna di balik Hari Raya Idul Fitri sebagai “Hari Kemenangan”

Idul Fitri disebut sebagai Hari Kemenangan karena umat Islam telah berhasil menyelesaikan salah satu ibadah yang penuh tantangan, yaitu puasa Ramadhan. Kemenangan ini bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual, yakni keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu dan menjauhkan diri dari godaan duniawi.

Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya di Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan utama puasa adalah untuk mencapai derajat ketakwaan:

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas Iman dan ketakwaan seseorang. Dengan berakhirnya Ramadhan, Idul Fitri menjadi momen kemenangan bagi mereka yang telah berhasil menjalankan ibadah ini dengan penuh keikhlasan.

Beberapa makna utama lainnya di balik sebutan tersebut:

1. Kemenangan atas hawa nafsu

Selama Ramadhan, umat Muslim dilatih untuk membiasakan menahan hawa nafsu dari diri sendiri, termasuk makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal fisik, tetapi juga menahan amarah, menjaga lisan, dan memperbaiki perilaku. Maka dari itu Idul Fitri menjadi simbol atau juga sebuah momen kemenangan bagi mereka yang berhasil mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kesabaran.

 
2. Kemenangan dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dijalani setiap umat Muslim. Dan bagi mereka yang menjalani ibadah ini adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Dengan menyelesaikan ibadah ini dengan penuh keikhlasan, seorang Muslim telah menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Idul Fitri menjadi perayaan atas keberhasilan dalam menjalankan perintah-Nya dengan penuh kesungguhan, dan menjadi momen kemenangan atas keberhasilan-nya selama satu bulan penuh.

3. Kembali ke fitrah yang suci

Kata Idul Fitri sendiri berarti “kembali ke fitrah,” yaitu keadaan suci seperti bayi yang baru lahir. Ini karena Ramadhan adalah bulan pengampunan, di mana dosa-dosa dihapuskan bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah dan bertaubat. Dan Hari Raya Idul Fitri menjadi simbol lahirnya kembali manusia dalam kondisi yang lebih bersih dan lebih dekat dengan Allah.

4. Kemenangan dalam menjalin silaturahmi antar sesama manusia

Idul Fitri juga identik dengan tradisi saling memaafkan. Ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, dan sesama Muslim. Memaafkan dan meminta maaf adalah bentuk kemenangan atas sifat ego dan kebencian yang bisa merusak hubungan sosial.

5. Kemenangan dalam berbagi dan peduli terhadap sesama

Sebelum Idul Fitri, umat Muslim diwajibkan membayar zakat fitrah, yang bertujuan untuk membersihkan jiwa dan membantu mereka yang kurang mampu agar bisa merasakan kebahagiaan di hari raya. Ini menunjukkan kemenangan dalam mengalahkan sifat kikir dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

  • Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik. 
  • Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Kemenangan,
  • Selamat Idul Fitri 2026 Allah SWT mengampuni segala khilaf kita,

 

Ramadan Hari ke 29

Kamis, 19 Maret 2026

BHP TD

Tinggalkan Balasan

1 komentar

  1. Saya harus berucap apa,.sedih atau gembira melihat kondisi saat ini?
    Tentunya saya sangat sedih dan prihatin betapa sengsaranya Umat Islam yang di Iran, di bulan Puasa seharusnya fokus beribadah namun harus pula berjuang untuk negaranya, keluarga,.sanak saudara,. sahabat-sahabatnya. Terlebih pada saat Hari Raya Tiba, yang seharusnya mereka menikmati kemenangan melawan hawa nafsu,.dll., belum tahu pasti akan nasib mereka. Saya selalu berdoa semoga mereka dalam lindungan Allah SWT. Allah mencintai mereka dengan cara-Nya.

    Demikian juga bagi Marinir dari Amerika, mereka juga kasihan, mungkin dalam hati mereka terdalam tidak ingin membunuh saudara-saudara muslim tapi karena keserakahan dan kesombongan pemimpinnya yang membuat mereka demikian. Susah untuk diterjemahkan,. sangat pelik jika dilihat dari kaca mata manusia.

    Apapun keadaannya, kita hanya berdoa yang terbaik. Allah SWT Maha Tahu apa yang dirasakan apa yang ada di hati dan benak umat-Nya.

    Ya Allah,.. Mohon semoga perang ini segera berakhir, ampunilah dosa-dosa hamba-hamba ini. Jadikan sisa hidup ini berkah dengan Ridho-Mu,. Amin Allohumma Amin.