LEBAR LEBARAN Catatan Thamrin Dahlan

Terbaru49 Dilihat

LEBAR LEBARAN
Catatan Thamrin Dahlan

Alhamdulillah, Shalat Idul Fitri di Masjid Baiturrahman Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP)  berlangsung khusyuk dan penuh haru. Suasana batin itu begitu dalam terasa, terutama bagi para Shoimin bersimpuh sujud di ssjadah.  Berssyukur ke hadirat Allah SWT selesai melaksanakan kewajiban Puasa Ramadan tahun 1447 Hijriah.

Shalat Idul Fitri Masjid Baiturrahman Kelurahan Dukuh RW 06 Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur dimulai  tepat pukul 07.00 WIB. Sebelum Shalat ditegakkan Panitia Ramadan Khadimullah Haji Sopian Suhada melaporkan serangkaian kegiatan selama ibadah puasa. .

Dilaporkan jumlah Muzaki dan Mustahik terkait Zakat Fitrah dan Zakat Mal. Seluruh zakat nan terhimpun sudah diserah –  distribusi kan satu  hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Panitia menyerahkan kepada yang berhal sesuai tuntunan Figh Agama Islam . 

Pergi ke dusun memetik kelapa,
Singgah sebentar di tepi perigi.
Lebaran tiba penuh suka cita,
Salah dan khilaf mohon dimaafi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan dia mengingat nama Allah SWT lalu dia shalat. (QS. Al-A’la: 14–15).

Ayat ini terasa hidup dalam setiap takbir dan sujud dikumandang kan jamaah di pagi yang fitri, nan sejuk. Walaupun cuaca sedikit mendung namun tampaknya hujan masih tetap berada diawan hitam diangkasa Kelurahan Dukuh..

 

Duduk rapi dalam satu saf bersama anak cucu, mendengarkan khutbah Idulfitri menjadi peristiwa yang amat langka dan membahagiakan.

Awak bersama Anada Didit, serta para putra—Azka, Zafran, Alzam berada di bagian dalam Masjid, Ananda Rendi, Fauzan,berada diserambi,   Jamaah  larut dalam suasana kemenangan membaca Takbir.

Sementara kaum ibu, termasuk Nenek Azka, Hj. Enida Busri, Tante Amalia, dan Menantu Astried Minang Nathalia di saf wanita. Semua menyatu dalam satu tujuan: kembali kepada fitrah.

Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka pagi itu bukan sekadar ibadah, melainkan momentum pembersihan jiwa. melainkan momentum pembersihan jiwa.

Burung merpati terbang ke hulu,
Hinggap sejenak di pohon bidara.
Air mata jatuh bukanlah pilu,
Tapi bahagia bertemu keluarga.

Usai khutbah, jamaah bersalam salaman, saling bermaaf maafakan sembari melantunkan Shalawat untuk  Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Di antara keramaian bersalam salman itu bertemu dengan Warga BHP Pak RW 06 Haji Ir. Adityawarman 06, Pak RT, Pengurus Masjid Baiturrahman serta para teman tetangga RT 05.

Beberapa hari sebelum Idul Fitri kami  sekeluarga bersama anak kemenakan Ziarah ke Maqam Blender Bogor. Ya benar sekali tak lengkap rasanya Lebaran tanpa ziarah. Almarhum Ayahanda Haji Dahlan Bin Affan, Almarhumah Ibunda Hj Kamsiah Binti Sutan Mahmud, Uni Husna Dahlan Uni Nurhayati Dahlan.

Doa disampaikan juga untuk sanak saudara nan  telah wafat. Termasuk doa Pusara pemakaman Bumi Layon Tempino Jambi. Di sana bersemayam Ayahanda Busri Abdullah, Ibunda Hj. Yunidar binti Suin  Pak Etek Sabirin, Uda Erdwan dan Syahrir, serta sanak saudara lainnya. Bersama kami membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Yasin, menghadiahkan pahala untuk mereka yang telah mendahului.

Allah SWT mengingatkan:

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…” (QS. Al-Hasyr: 10).

Doa menjadi jembatan kasih yang tak terputus antara yang hidup dan yang telah tiada.

Burung merpati terbang ke hulu,
Hinggap sejenak di pohon bidara.
Air mata jatuh bukanlah pilu,
Tapi bahagia bertemu keluarga.

Suasana haru memuncak saat bermaaf-maafan di rumah.  Tahun 2026 untuk ke 2 kali kami berlebaran di Jakarta. Kini awak Thamrin Dahlan, Uda Ujang  Syahrial dan Add Darna Darwis  3 orang generasi tertua ke keluarga besar Petokayo. ASlhamdulillah sanak saudara anak kemenakan berkumpul.  Ananda Keluarga Adtya Husada  menginap di BHP.

Adinda Erlinda binti Busri Abdullah berserta anak Cucu, Semua berbaris rapi sesuai dengan umur dan tingkatan generaasi. Datuk, Nenek, Pak Etek,  Etek, Abang, Uda, Uni  keluarga Besar Busri Abdullah. bermaaf maafan di hari baik hari kemenangn. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir batin.

 

Tradisi Lebaran pun semakin semarak dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Anak-anak tampak bahagia menerima amplop berisi uang pecahan baru. Semua kebagian dan semua yang sudah bekerja berpenghasilan tak lupa menyiapkan angpao. Cucu berlomba menjadi juara dengan puasa penuh 29 hari. Senyum mereka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua dan Datuk -Nenek.

Lebaran memang “lebar”—lebar hati untuk memaafkan, lebar rezeki untuk berbagi, dan lebar kebahagiaan untuk disyukuri. Perut boleh kenyang oleh hidangan, tetapi hati harus tetap lapang oleh keikhlasan.

Setelah masing masing  anak cucu menerima hadiah puasa dilanjutkan menikmati hidangan khas lebaran ala Padang Sumatera Barat. Ketupat, Rendang, Opor ayam serta aneka rupa gulai  semua makan sangat lezat. Alhamdulillah nikmat  mana lagi nan dikau dustakan setelah ber;puasa 30 hari.

Laporan Idul Fitri barokah InshaAllah lanjut 4 Syawal 1447 H . Judul Kuis Lebaran untuk Cucu Azka, Zafran Alzam dan Rafa

  • BHP, 23 Maret 2026
  • 3 Syawal 1447 Hijriah
  • Salamsalaman
  • TD

Tinggalkan Balasan