Tiang Listrik Saksi Sejarah Tempino
Budak-budak Tempino memang terkenal kreatif. Dari dusun kecil yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Kota Jambi, tumbuh keinginan besar agar kampung halaman ini dikenal hingga ke mancanegara. Semangat itu mendorong pencarian jejak sejarah—menyusuri arsip lama, membuka lembar demi lembar kisah yang nyaris terlupakan.
Pergi ke ladang mari kita menanam nangka
Nangka tumbuh subur di kebun Ayahanda .
Sejarah Tempino tercatat rapi di Belanda ,
Agar warga paham asal usul kampungnya.
Melalui penelusuran dunia maya, yang akrab disebut “mbah Google”, usaha itu membuahkan hasil mengejutkan. Ditemukanlah dokumentasi foto lama Tempino, tersimpan rapi di perpustakaan negeri bekas penjajah Belanda. Sungguh luar biasa—jejak kampung sendiri justru terawat di negeri orang.

Dokumentasi Foto Sejarah Tempino ditemukan Boedak Tempino dari Data Base Negeri Belanda
Pada foto tersebut tampak serdadu Belanda berseragam lengkap dengan helm baja, tengah beristirahat di Tempino. Bukti kuat bahwa tempat itu benar adanya adalah sebuah tiang listrik yang berdiri kokoh dalam gambar. Tiang itu bukan sekadar benda mati—ia adalah saksi bisu perjalanan waktu.
Jalan-jalan ke simpang kota empat,
Singgah sebentar membeli ketupat.
Tiang listrik tinggi tegak abadi menatap,
Tentara Belanda hadir sejarah mencatat.
Hingga kini, tiang listrik itu masih berdiri tegak di simpang Tempino. Letaknya strategis—di perempatan yang mengarah ke masjid, poliklinik, Kota Jambi, dan Palembang. Dahulu, di sekitarnya berdiri pasar dan bioskop rakyat; kini zaman telah berubah, namun sang tiang tetap setia pada tempatnya.
Link Sejarah Tempino
http://www.gahetna.nl/collectie/afbeeldingen/fotocollectie/zoeken/weergave/detail/q/id/af005fca-d0b4-102d-bcf8-003048976d84 .
Bagi penulis, tiang listrik itu bukan sekadar penanda jalan. Tahun 1958 hingga 1964, setiap hari langkah kecil tanpa alas kaki melintasinya menuju Sekolah Rakyat (SR). Bersama kawan-kawan sesama anak buruh minyak, tiang itu seolah menjadi saksi riang, nakal, dan polosnya masa boedak Tempino.
Kalau ke Jambi jangan tergesa,
Singgah sejenak di Tempino tercinta.
Mari kita jaga warisan desa,
Agar tak hilang ditelan masa.
Waktu terus berjalan. Kini puluhan tahun telah berlalu, bahkan telah melewati pergantian abad. Namun tiang listrik itu masih berdiri—diam, kokoh, dan penuh makna. Ia bukan lagi sekadar infrastruktur, melainkan ikon sejarah Tempino yang layak dijaga keberadaannya.

Dokument Foto ini diambil ketika Penulis dan keluarga Mudik Lebaran Tahun 2014
Harapannya sederhana namun dalam: semoga tiang listrik itu tetap abadi, tidak tergeser oleh modernisasi, tidak tumbang oleh usia. Sebab dari sanalah generasi mendatang dapat belajar bahwa sejarah tidak selalu tertulis di buku, tetapi juga berdiri tegak di persimpangan jalan kehidupan.
https://www.kompasiana.com/thamrindahlan/54f6822ca33311bb148b4e70/tiang-listrik-saksi-sejarah-tempino

Kisah nyata ini ditulis Ulang Rabu 25 Maret 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke – 17 Komunitas Wonderfull Tempino
- Save Our Tiang Listrik Tempino
- Thamrin Dahlan
- Salam Literasi









