
InshaAllah 18 April 2025 awak dan ananda Rendi bersama jamaah lainnya menegak kan Shalat Ju’mat di Mushola Al Ikhsan. Lokasi dekat dekat saja persis di depan rumah. Di Mushola inilah kami rutin ibadah.
Kisah Musholla menjadi tempat Shalat Jum’at agak istimewa juga. Pasalnya ketika Covid 19 berlaku protokol kesehatan. Warga dilarang dekat berdekatan (distancing) dan wajib pula memakai maskesr agat tidak ketularan covid.
Seluruh Masjid dihimbau tidak menyelenggarakan shalat berjamaah. Habib Umar Bin Ahmad Al Hamid tetap meneggak kan Shalat Jum’at di Mushola Al Ikhsan. Lokasi di Kampong Bojong Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur.
Alhamdulillah setelah covid berlalu, Habib Umar tetap menjadi Imam dan Khatib. Beliau tidak lagi memenuhi undangan Khatib di masjid masjid lain. Kini Menantu Habib Alwi melanjutkan taklim Senin bada subuh dan Khatib / Iman setelah Habib Umar Wafat .
Keistimewaan Hari Jum’at
Hari Jum’atm’at memiliki posisi istimewa dalam Islam. Ia disebut sebagai “Sayyidul Ayyam” — penghulu segala hari. Banyak keutamaan yang Allah SWT tetapkan untuk hari ini, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW.
Keistimewaan Berdasarkan Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Jumu’ah ayat 9:
> “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Jumu’ah: 9)
Ayat ini menunjukkan bahwa hari Jum’at adalah hari yang khusus. Allah memerintahkan umat Islam untuk mengutamakan ibadah daripada urusan dunia saat seruan shalat Jum’at berkumandang.
Keistimewaan Berdasarkan Hadis Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bersabda:
> “Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu seluruh hari dan hari yang paling agung di sisi Allah. Pada hari itu lebih agung di sisi Allah daripada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”
(HR. Ibnu Majah, no. 1084; Shahihul Jami’, no. 2279)
Beberapa keistimewaan lainnya berdasarkan hadis:
1. Hari Diciptakannya Nabi Adam
Rasulullah SAW bersabda:
> “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya.”
(HR. Muslim, no. 854)
2. Hari Dikabulkannya Doa
Rasulullah SAW bersabda:
> “Di dalamnya terdapat satu waktu, di mana jika seorang Muslim berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya.”
(HR. Bukhari, no. 935; Muslim, no. 852)
3. Hari Terjadinya Kiamat
Rasulullah SAW bersabda:
> “Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.”
(HR. Muslim, no. 854)
Adab Ke Masjid Untuk Menegakkan Shalat Jum’at
Hari Jum’at juga mensyariatkan adab-adab khusus, agar pahala Shalat Jum’at menjadi sempurna:
1. Mandi Sebelum Pergi ke Masjid
Rasulullah SAW bersabda:
> “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.”
(HR. Bukhari, no. 879; Muslim, no. 846)
2. Memakai Pakaian Terbaik dan Menggunakan Wewangian
Rasulullah SAW bersabda:
> “Barang siapa mandi pada hari Jum’at, memakai pakaian terbaiknya, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, lalu pergi ke masjid dan tidak memisahkan dua orang (dengan melangkahi bahu mereka), kemudian shalat sunnah dan diam mendengarkan khutbah, maka diampuni dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at berikutnya.”
(HR. Ahmad, no. 19661; dinilai hasan oleh Al-Albani)
3. Datang Lebih Awal ke Masjid
Rasulullah SAW bersabda:
> “Barang siapa yang berangkat lebih awal untuk shalat Jum’at, maka seakan-akan ia berkurban seekor unta, yang datang sesudah itu seperti berkurban seekor sapi, kemudian kambing, lalu ayam, lalu telur.”
(HR. Bukhari, no. 881; Muslim, no. 850)
4. Shalat Sunnah dan Membaca Al-Qur’an
Disunnahkan shalat sunnah tahiyyatul masjid dan memperbanyak membaca Surat Al-Kahfi.
Rasulullah SAW bersabda:
> “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.”
(HR. Al-Hakim, no. 3392; dinilai shahih oleh Al-Albani)
5. Diam Saat Khatib Berkhutbah
Rasulullah SAW memperingatkan:
> “Jika engkau berkata kepada temanmu pada hari Jum’at ‘Diamlah!’ saat khatib berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia.”
(HR. Bukhari, no. 934; Muslim, no. 851)
Artinya, dilarang berbicara, berbisik, atau menyibukkan diri saat khatib berkhutbah. Fokuskan mendengar, agar mendapatkan pahala penuh.
Hari Jum’at adalah momentum emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak dzikir, doa, dan amal kebaikan. Menunaikan Shalat Jum’at dengan penuh adab dan khusyuk adalah bagian dari syiar Islam yang mulia. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang memuliakan hari Jum’at dan meraih keberkahan dunia akhirat.
> “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.”
- Salam Jum’at Penuh Keberkahan
- BHP, 18 April 2025
- TD







