
Kepedulian sosial adalah fitrah manusia, ketika saudara sebangsa dilanda bencana. Bentuk kepedulian sangatlah beragam, dari memberikan bantuan uang sampai kepada bantuan makanan dan pakaian, tenaga relawan serta obat- obatan.
Contoh faktual: Suata waktu di Jum’at kepedulian jamaah disentuh oleh khadimullah Masjid Al Azhar Bekasi. Selesai shalat seorang pengurus masjid mengumumkan bahwa di depan pintu pintu keluar masjid digelar sorban untuk menampung shadaqah, infaq untuk kemudian dikirimkan ke daerah bencana. Serta merta jamaah setelah mendengar maklumat tersebut, terketuk hatinya dan langsung merogoh saku mengeluarkan hartanya sebagai wujud kepedulian sosial spontan.
Pemuda berderma dalam waktu yang tidak begitu lama, sorban sudah penuh dengan uang sumbangan dermawan, karena Subhanallah jamaah yang shalat di masjid megah ini sangatlan banyak. Sebagian besar mereka adalah pemuda pemuda, terlihat dengan pakaian yang mereka kenakan, casual. Pemuda berderma dari uang sakunyan yang tersisa.
Terkadang pemuda mahasiswa dengan jaket almamaternya mengumpulkan derma di jalan raya. Bangunan arsitektur masjid yang megah dan indah adalah salah satu pilar dalam upaya memakmurkan masjid. Kenyamanan beribadah di masjid yang dipersembahkan Khadimullah masjid adalah suatu pengabdian setulus hati merawat dan membesihkan rumah Allah.
Ramainya jamaah beribadah ke baitullah termasuk pemuda adalah prestasi khadimullah yang berupaya seoptimalkan mungkin memakmurkan masjid dengan manajemen modern dan berpedoman pada sunatullah Masjid Rasulullah Nabawi dan Masjidil Haram
Pemuda harapan bangsa beribadah dan bersedekah. Bencana oh bencana dinegeriku tercinta, kenapa begitu beruntun datannya. Setelah banjir bandang di wasior, tsunami di kepulauan mentawai dan meletusnya gunung merapi, entah bencana apalagi yang akan datang. Siapa yang bisa menprediksi datangnya bencana, sepintar pintarnya seorang ahli bencana, mana berani mereka memastikan bahwa bencana itu akan datang dengan menentukan hari.
Natural emergency warning Namun sebenarnya mahluk khewani telah memberikan tanda tanda alami, yang lebih dikenal dengan istilah Natural Emergency Warning (NEW). Tanda tanda awal itu datangnya bencana itu dapat dilihat dari burung burung yang berterbangan meninggalkan habitatnya.
Khewan khewan liar yang berlarian keluar dari pemukimannya adalah juga suatu tanda bencana akan datang, banyak lagi tanda tanda yang diberitakan mahkluk khewani ini, manusia saja yang tidak menyadari dan mempelajari.
Bukankah naluri kekhewani mereka adalah sangat alami yang belum dirusak oleh nafsu shawati duniawi. Kesiapan menghadapi bencana adalah wewenang sepenuhnya pemerintah. Pemerintah mempunyai dana dan sumber daya, namun manajemen penanggulangan bencana yang dilakoni para birokrat ini adalah amburadul.
Entah sudah kesekian kalinya keterlambatan penanggulngan bencana ini terjadi, sehingga kita tidak bisa berharap banyak kepada pemerintah. Akhirnya rakyat jelata yang menanggung musibah. Dimana dikau wahai tuan tuan pemerintah, apakah tugasmu hanya mrintah mrintah…. (saja)
- Salam Literasi
- BHP 16 mei 2021
- YPTD













![20200915_175220[1]](https://terbitin.id/wp-content/uploads/2020/09/20200915_1752201.jpg)