
Murid Mengunjungi Guru
Pegawai Bersilaturahim dengan Kepala Lapangan Pertamina Bajubang
Bandung, Kamis 7 Mei 2026
Bertemu Guru dan Kepala Lapangan Pertamina Bajubang
- Jalan-jalan ke Kota Bandung
Singgah sebentar membeli roti
Silaturahim hati tersambung
Kenangan lama tetap di hati
Silaturahim adalah energi batin yang menjaga persaudaraan tetap menyala. Pertemuan para sahabat lama keluarga besar Pertamina Bajubang di Bandung menjadi bukti bahwa hubungan guru dan murid, pimpinan dan pegawai, tidak pernah lekang dimakan usia. Waktu boleh berlalu puluhan tahun, namun kenangan tentang pengabdian tetap hidup di relung hati.

Kunjungan penuh hormat itu terasa sangat mengharukan ketika para mantan pegawai datang menemui Kepala Lapangan Pertamina Bajubang pada masanya. Di wajah-wajah sepuh itu tampak senyum bahagia, seakan kembali ke masa ketika semangat kerja, disiplin, dan kebersamaan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Tempino, Kenali Asam, dan Bajubang.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak ada jarak antara pimpinan dan bawahan. Semua larut dalam nostalgia tentang perumahan dinas, kegiatan olahraga, suka duka lapangan minyak, hingga cerita anak-anak karyawan yang kini telah menjadi orang tua dan kakek nenek. Kenangan masa lalu berubah menjadi perekat silaturahim yang indah.

Di rumah sederhana nan asri di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, para sahabat mengenang nilai keteladanan seorang pemimpin lapangan. Seorang kepala lapangan bukan sekadar atasan, melainkan guru kehidupan yang mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama pegawai. Nilai itulah yang tetap membekas hingga hari ini.

Pertemuan seperti ini sesungguhnya memiliki makna sosial yang sangat besar. Dalam usia senja, manusia tidak hanya membutuhkan kesehatan jasmani, tetapi juga kebahagiaan batin. Bersua sahabat lama mampu menghadirkan rasa syukur, memperpanjang semangat hidup, dan mempererat tali persaudaraan yang mungkin lama terpisah oleh jarak dan kesibukan.
- Burung camar terbang melayang
Hinggap sejenak di pohon jati
Hormati guru sepanjang sayang
Jasa beliau terkenang sampai mati

Sebagaimana pepatah lama mengatakan, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” maka keteladanan seorang pemimpin akan terus dikenang oleh anak buahnya. Ketika murid datang mengunjungi guru, ketika pegawai datang menghormati pimpinannya, sesungguhnya yang sedang dirawat adalah adab, budaya hormat, dan nilai kemanusiaan luhur bangsa Indonesia.
- Salam Literasi,
- Jakarta 10 Mei 2026
- Soegiri






