Tulisan Brigjen Pol dr. Farid Amansyah, Sp PD, Finasim

Uda Thamrin Dahlan.... Sosok Inspiratif

Terbaru37 Dilihat

 

Uda Thamrin Dahlan…. Sosok Inspiratif

Brigjen Pol dr. Farid Amansyah, Sp PD, Finasim

Ketika saya diminta oleh uda TD, panggilan kehormatan saya kepada beliau, untuk memberikan konstribusi tulisan tentang  sosok beliau maka yang pertama saya memberikan penghargaan terhadap kehormatan ini.

Kehormatan yang langka yg diberikan oleh seorang senior kepada  seorang junior untuk mengelaborasi sosok yang begitu langka karena hanya dapat dihitung jari seorang Purnawirawan Polri yg tetap istiqamah mengembangkan kemampuan literasinya.

Beliau diumur 70 tahun masih tetap eksis dan optimis untuk terus menulis dan menulis.  Kemampuan dan kemauan untuk menulis buku sungguh sesuatu yg amat jarang. Lebih langkah lagi oleh seorang polisi apalagi Purnawirawan Polri. Dari sudut pandang ini saja saya kira uda TD patut mendapat penghormatan yang layak.

Apalagi konten konten buku beliau yang banyak membagi hikmah dan  dan blessing indisguise,  behind the scene pada suatu peristiwa.  Kemampuan mengeksploitasi atas suatu peristiwa ini juga selalu dipadu dengan bahasa bahasa yang ringan yang dapat menjadi Chicken Soup For the Soul bagi siapa saja yg membacanya.

Apa yang saat ini beliau lakukan ini tentu saja merupakan  output dari kolaborasi antara bakat, motivasi, kemampuan akademisi, serta pengalaman dan terlebih lagi spirit yang tak kunjung padam. Dalam hati kecil saya,  ingin juga seperti beliau untuk menorehkan beberapa monumen hidup seperti membuat sebuah buku yang ditulis sendiri. Namun tidak sekomprehensif beliau tentunya.

Eleanor Roosevelt, “First Lady” dan kolumnis dari Amerika Serikat (1884-1962), pernah mengatakan bahw  “Pikiran besar mendiskusikan gagasan; pikiran rata-rata membahas kejadian; pikiran kerdil membicarakan orang.”  Semoga saja saya bukan termasuk yang terakhir, karena membicarakan beliau. Namun apa yg saya sampaikan tentang beliau ini adalah merupakan pelajaran hidup setidaknya untuk saya dari sosok Uda TD ini.

Sekilas mengenal beliau dan gesturnya  tentu kita sudah menduga bahwa beliau adalah seorang yang baik. Ini penting karena betapa banyak orang  performance nya ternyata berbeda dengan sifat sifatnya. Namun Uda TD ini lain, begitu melihat sosoknya kita sudah pasti 256 menduga beliau adalah org baik.

Suatu kesyukuran karena  modalitas untuk diterima dalam sebuah komunitas tentunya tidak punya handicap.  Saya mengenal beliau memang sudah sejak lama, ketika kami selalu membaca majalah Warta dimana tentu beliau yang membidani setiap terbitnya majalah bulanan Dokkes Polri ini.

Namun lebih kenal lebih  intens lagi disaat terakhir ini karena kemudahan dan sarana yg begitu mumpuni untuk saling bertegur sapa dan sharing informasi serta membagi pantun pantun yang begitu apik yang tentu mengkikuti hukum mendell bahwa ini diwariskan karena beliau seorang melayu yang lahir di Tempino.

Makanya beliau sering menganggap dirinya sbg seorang “Budak Tempino”. Budak yg berarti anak yg lahir di desa Tempino, sebuah desa kecil di Kabupaten Muaro Jambi.

Kesan berikutnya bahwa uda TD ini adalah seorang yang taat beragama namun nasionalis. Memang sejatinya seorang muslim yang baik tentulah juga punya rasa nasionalisme dan rasa kebersamaan dengan org lain tanpa memandang latar belakangnya. Muslim yang taat tentunya juga adalah seorang nasionalis yang taat, karena agama kita memerintahkan dan mewajibkan untuk taat pada negara dan pimpinannya ( ulil amri).

Dari sudut ini  saya menghaturkan respect dan kekaguman saya.  Kekaguman saya terhadap Uda TD berikutnya  adalah beliau selalu berkata dengan kalimat kalimat yang santun dan meneduhkan. Seeprtinya  beliau sosok yang tak pernah marah, entahlah karena saya juga pernah bertanya pada org terdekat beliau.

Yang jelas saya sebagai  juniornya tidak pernah kena damprat.  Jadi keteduhan ini   terbersit dari air muka beliau yang kalem. Beliau berbicara penuh doa, hikmah dan nasehat. Nasehat2 beliau melalui pantun  atau pun berbicara langsung sama kualitasnya.

Kalau ada orang yang kepiawaian menulisnya lebih dari pada kemampuan berbicaranya atau sebaliknya. Namun nampaknya pada beliau sama baiknya kemampuan itu. Dalam  pergaulan nampaknya memegang sebuah prinsip kehidupan sbg seekor lebah, tidak hinggap disembarang tempat, hinggap hanya ditempat2 yang baik, meninggalkan tempat itu dengan kebaikan dan yang keluar dari tubuhnya pun adalah hal yang paling baik pula.

Beliau punya karya dengan menulis banyak buku serta pantun pantun yang penuh hikmah. Beliaupun pada akhirnya mendirikan yayasan untuk lebih mengukuh kan hobby lierasinya.  Banyak lagi kekaguman beliau yang tentu saya memiliki kemampuan terbatas saya untuk mengekspresikan itu. Namun yang pasti kekaguman saya  terhadap semangat dan konsitensi beliau.

Semangat ini yang harus terus dipelihara dan dikuatkan. Semangat bahwa kehidupan ini punya marwah dan harus punya makna.  Sebagai seorang mantan pemimpin pada masanya. Beliau telah berada di Level kepemimpinan seperti yg disampaikan John C Maxwell telah banyak memberikan ‘pengaruh’. Tidak lebih dan tidak kurang. Leadership is influence – nothing more nothing less. Berbasis Konsep 5 Level Kepemimpinan

Saya sendiri respect thd beliau karena saya tahu siapa beliau dan apa yang beliau representasikan. Di umurnya yg tidak muda lagi, beliau telah mewariskan monumen kehidupan yang menginspirasi. Nilai nilai kehidupan yang amat berharga.

Beliau adalah sosok yang bersungguh sungguh dan tidak sambil lalu untuk menginvestasikan kemampuan terbaik beliau membangun hubungan, mengajak orang, tawashau bil haq melalui banyak narasi  narasi yg inspiratif.

Kepiawaian beliau untuk berliterasi ini, menjadikan beliau sebagai seorang sosok inspiratif yang melampaui usia hidup beliau di dunia ini. Selamat berkarya Uda TD, semoga senantiasa istiqamah menginspirasi.

  • Jalan ke Jakarta Lewat bekasi…
  • Cari2 alamat dgn aplikasi….
  • Terima kasih Uda selalu menginspirasi
  • Agar menjadi lebih  ..

Profil Penulis Farid Amansyah Surabaya, 27 Juni 2022. Jakarta , 27 Juni 2022 Nama lengkap: Brigjen Pol dr. Farid Amansyah, SpPD, Finasim.  Jabatan : Direktur Paska Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN). Alamat: Perumahan The Gayung Sari C 19 B  No Hp. 081273771914 Email: drfaridamansyah70@gmail.com

Motto: sebaik baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan