
Shalawat Nabi Ditengah Pelatihan Literasi
Catatan Thamrin Dahlan
Inilah untuk pertama kali awak terkesima, terkejut, terharu dan tersentuh serta segala perasaan membuncah hati. Peristiwa luar biasa terjadi ketika Ibu Nani seorang peserta pelatihan literasi bershalawat.
Sebelum menyampaikan pendapat Bu Nani mendawamkan Allahuma Syali ‘ala Syadina Muhammad Wa ala ali Syaidina Muhammad. Seluruh peserta pelatihan tertegun dan serta merta ikut bershalawat.
Subhanallah, susana kelas hening sejenak. Awak tidak bisa berucap apapun. Agak lama. Seluruh tubuh merinding. Merasakan kehadiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Allah Akbar tiada disangka tiada terduga sebelumnya bahwa fakta adanya ketika terdengar Shalawat Nabi di tempat bukan pengajian atau tausyiah.
Shalawat Nabi terucapkan ketika sesi diskusi. Kami baru saja berbagi pengalaman menulis Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan.
Qadarullah pertemuan bersama Ibu dan Bapak Kepala Sekolah di acara in house trainning berlangsung penuh hikmad ketika sinergi kebersamaan diniatkan untuk saling berbagi semata mengharap Redha Allah SWT.

Bisa jadi suasana tenang meliputi di hari Senin 28 Juni 2021 Pukul 13.00 -15-00 Wib bersebab aura keberkahan perjuangan para pendiri Pesantren Darunnajah. KH Mahrus Amin dan KH Abdul Manaf Mukhayyar
Peserta pelatihan tersenyum ketika awak memberi motivasi kenapa wajib memiliki buku. Inilah cara menggugah sahabat guru bahwa buku adalah alibi kehadiran seorang manusia di muka bumi.

Perhatikan ungkapan kuno ini :
- Harimau mati meninggalkan belang
- Gajah mati meninggalkan gading
- Manusia wafat meninggalkan nama
Masalah nya Nama Manusia itu tercantum dimana ?
Jangan sampai ketika wafat , nama itu hanya tercantum di

- Buku Nikah
- Buku Tabungan
- Buku Yasin
- Batu Nisan
Kenapa tidak nama kita tercantum di cover depan sebuah atau beberapa buku. Sesungguhnya buku ber ISBN adalah tanda keabadian, bukti seorang manusia pernah hadir di muka bumi ini. Buku tersimpan aman dan rapi di Perpustakaan Nasional
Pelatihan ini sebagai awal pertemuan. InshaAllah pertemuan ini akan berlanjut sebagai tanggung jawab bersama meningkatkan kualitas literasi Indonesia.
Kelanjutan itu bisa berupa medesain WAG peserta pelatihan. WAG merupakan sarana komunikasi, konsultasi dan edukasi Literasi sahabat Guru Darunnajah Ulu Jami

Target pelatihan ini sangat sederhana. Semoga para sahabat guru SDI Darunnajah Ulujami rajin menulis. Kemudian setelah itu menerbitkan buku ber ISBN di YPTD karena sesungguhnya Buku adalah Mahkota seorang Penulis.
- Apa beda kijang dan rusa
- Dua duanya memiliki kuku
- Semangat Guru Darunnajah luar biasa
- Sebentar lagi memiliki buku

Terima kasih Ibu kepala Sekolah Ibu Eny Anggraini dan Pak Awaluddin serta 25 Peserta Pelatijhan narasi. Terus terang awak sangat terkesan selama lebih 120 menit kita saling berbagi. Inilah kenagan yang tidak akan terlupakan. Shalawat Nabi ya Shalawat Nabi menggetarkan kehidupan menyiratkan kedamaian.
Pesantren Darunnajah adalah asset nasional. Pembinaan Generasi Muda Muslim melalui pendidikan merupakan bagian tidak terpisah dari Syiar Islam. Pandemi Covid 19 mengajarkan kita semua untuk menyesuaikan diri.
Semoga virus corona segera enyah dari muka bumi. Suasana Islami Podok Pesantren Darunnajah kita rindukan. Menyaksikan anak anak melafalkan hafalan Ayat Ayat Suci Al Qur’an.

Sebelum meninggalkan kawasan nan pernuh berkah ni, awak menegakkan Shalat Asar di Masjid Darunnajah. Meninggalkan jejak di Masjid Megah Indah dan suci bersih tertata dan terawat sangat baik. InshaAllah berkeinginan hadir lagi disini dan berharap Allah SWT me-ijabah doa kita bersama untuk saling berbagi pengalaman dan lmu pengetahuan literasi.
Merindukan Shalawat Rasulullah Nabi Muhammad SAW di tempat nan penuh berkah Aamiin Ya Rabbal Alamiin. berkah.
- Salam Literasi
- BHP 29 Juni 2021
- YPTD












Shalawat dan salam tercurah kepada kunjungan kami Nabi Muhammad SAW, terus berkarya demi kebaikan agar tercipta kedamaian.
masyaAllah.semoga syafaat beliau mengalir pada umatnya.teriring juga, smg semangat pak haji tertular pada mereka dan segera meninggalkan jejaknya berupa buku.
Sungguh luar biasa. Jadi teringat suasana saat mengajar di mts swasta. Siswanya hanya 6. Tapi aklaknya luar biasa