
Masih Baca Koran
Catatan Thamrin Dahlan
Assalamualaikum. Selamat pagi sobat pembaca nan elok hati. Senin pagi 16 Juni 2025 nan cerah awak duduk di beranda rumah. Membaca koran Poskota edisi beberapa hari lalu, Kebetulan koran Jakarta di beli Istri ketika belanja di Pasar Kramatjati.
Sudah 3 tahun tidak membaca koran secara rutin. Langganan Surat Kabar Republika berhenti bersebab koran ini tidak terbit lagi. Kini beralih membaca berita di Ponsel. Paling tidak melongok news bin berita viral politik saja. Tujuan agar tidak ketinggalan sepur kata orang Palembang.
Sebulan sekali Mas Gatot penjaja surat kabar dan majalah di lingkungan Perumahan BHP mengantar Majalah Tempo. Memang ada beda membaca di koran / majalah dengan di ponsel. Koran bisa dilipat – lipat sedangkan si ponsel tergantung sinyal.
Membaca sudah menjadi kebutuhan hidup sehari hari. Tujuan utama membaca berita dan menonton TV adalah untuk meng update informasi terbaru terjadi di belahan dunia. News : Iran berperang melawan Israel. .
Memang sih sudah ada HP. Tetapi sebenarnya membaca surat kabar lebih afdhol. Mungkin ini hanya pendapat pribadi awak yang sudah masuk golongan kolotnial.
Koran Poskota masih bertahan. Sementara koran besar lainnya satu persatu beralih ke media online. Inilah dampak perkembangan zaman terutama kemajuan teknologi infomasi.
Hidup dan kehidupan manusia semakin praktis. Semua kini ada dalam genggaman telapak tangan. Itulah kecanggihan Ponsel. Mampu mengganti seluruh keperluan manusia mulai dari telepon dan kamera.
Masih banyak lagi fungsi ponsel apalagi sekarang warga kecanduan AI. Akhirnyta semua terpulang ke masing masing orang. Ponsel atau pun koran sama sama bermanfaat. Namun lebih jauh dari itu apa tujuan / niat anda mencari informasi.
Dalam kapasitas penulis dan penerbit awak lmenggunakan ponsel lebih kosentrasi kegiatan di bidang literasi, Tentu saja silaturahim dunia maya dan dunia nyata tetap didawamkan dalam upaya menunda pikun. Maklum Lansia harus terus meng upo-date data agar sel sel di otak bisa tergantikan untuk menumbuhkan semangat baru.
Yes tetap harus membaca apa pun medianya. Satu saja pesan sang pujangga. Ketika bertatap muka dengan siapapun, jangan lagi ber HP ria. Ngobrol yuk ngobrol . Inilah Ruh kehidupan kitika kita berbagi rasa dan berbagi kebahagian secara langsung untuk sesama
Salam Pos Kota
- Salam Literasi
- BHP 16 Juni 2025
- YPTD.










