
Tulisan Bapak Dahlan Iskan di portal disway.id.
Topik : Polisi Dunia,
Kamis, 19 Juni 2025
Duh ngerinya! Begitu mencekam. Apalagi setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan seruan: agar penduduk Teheran mengungsi!
Itu pertanda bahwa Israel akan membombardir ibu kota Iran. Atau Israel akan meledakkan fasilitas nuklir Iran. Itu berarti akan ada radiasi hebat di sekitarnya –termasuk Teheran.
Amerika Serikat, isyarat Donald Trump, berada sepenuhnya di belakang serangan Israel ke Teheran itu nanti. Berarti Iran harus berhadapan dengan Israel plus Amerika Serikat.
Semoga itu hanya omong besar Trump saja. Trump memang begitu sering omong besar. Sebagian terbukti dilaksanakan –seperti soal tarif dan tembok perbatasan. Sebagian tidak terwujud –seperti mengakhiri perang Rusia-Ukraina di hari pertama masa kepresidenannya.
Masalahnya: di soal Teheran ini termasuk omong besar golongan yang mana.
Bisa jadi Trump hanya ingin menekan Iran: agar segera menyetujui perjanjian nuklir negara Islam itu. Mumpung suasana lagi mencekam. Iran sedang dalam bahaya. Sekalian saja ditekan lebih dalam. Hukum preman seperti itu.
Saya tidak tahu apakah Iran sudah benar-benar punya senjata nuklir. Atau masih dalam taraf pengembangan. Program nuklir Iran memang banyak mengalami hambatan: ahli-ahli nuklirnya berhasil dibunuh agen-agen Israel.
Kalau saja Iran belum sempat punya senjata nuklir posisinya memang sangat lemah. Beda dengan Korea Utara. Semiskin-miskin Korea Utara ia sudah punya senjata nuklir beneran. Karena itu Amerika setengah hati untuk menyerang Korea Utara. Takutnya: Korea Utara nekat. Bom nuklirnya diluncurkan. Mungkin akan gagal mendarat di Amerika, tapi segagal-gagalnya bisa jatuh di Jepang atau Korea Selatan.
Posisi Iran juga bisa lebih lemah dibanding Pakistan –karena Pakistan sudah telanjur punya senjata nuklir. Karena itu ketegangan Pakistan-India tetap terkendali. Dua-duanya punya senjata nuklir. Kalau ketegangan antar mereka memuncak bisa jadi senjata nuklir saling bicara.
Kini Iran dipepet habis oleh Amerika Serikat. Seruan Trump agar penduduk Teheran mengungsi sangatlah serius. Kalau Iran benar-benar sudah punya senjata nuklir bisa jadi senjata itu akan digunakan sekarang. Kalau ternyata belum punya, itulah soalnya.
Trump sangat tidak jelas dengan sikapnya –tapi itulah sebenar-benar Trump. Bayangkan, ia tidak memberikan rincian bagaimana cara mereka mengungsi. Ke mana. Kapan. Benar-benar seruan itu mirip sebuah teror massal.
Pakistan, tetangga timur Iran sudah menutup diri. Lima jalan tembus ke Pakistan sudah ditutup. Tapi dari Teheran ke Pakistan juga jauh. Sangat kecil kemungkinan mau mengungsi ke Pakistan.
Tetangga utaranya, Afghanistan begitu miskin. Tetangga lainnya, Suriah juga masih kacau. Serba tidak jelas. Orang Teheran harus mengungsi ke mana. Padahal penduduk Teheran lebih 15 juta orang.
Kalau sampai terjadi kepanikan di sana bisa-bisa akan muncul tragedi kemanusiaan yang dahsyat. Mungkin akan mirip dengan tragedi pengungsian masal pertengahan tahun 1960-an: dalam satu minggu jutaan penduduk Islam lari dari India ke Pakistan dan jutaan penduduk Hindu lari dari Pakistan ke India. Ini salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah. Jutaan orang meninggal dunia. Kita sendiri ketika itu sedang mengalami tragedi Gestapu/PKI.
Bisa jadi omong besar Trump itu sebenarnya hanya untuk tujuan intelijen: agar masyarakat Teheran marah kepada pemerintahnya sendiri. Lalu mereka memberikan tekanan ke pemerintah. Yakni agar Iran mengikuti saja apa yang dikehendaki Trump.
Terlanjur punya nuklir ternyata penting –dan kita ingin tahu apakah Iran sudah telanjur punya atau belum.
Dari jauh kita merasa begitu pilu. Dunia ternyata masih jauh dari damai. Sayang polisi dunia baru ada satu –itu pun Amerika Serikat.(Dahlan Iskan)
Thamrin Dahlan YPTD
Polisi dunia hanyalah istilah abad 19. Amerika dan juga Uni Soviet ketika itu memang negara adi kuasa. Mem polisi kan diri sendiri sebagai pengatur dunia dalam segala urusan
Polisi dunia itu katanya Amerika Serikat setelah Uni Soviet terpecah pexcah. Amerika memang selalu hadir di setiap urusan dunia. Terutama ketika terjadi perang antara negara. Kehadiran Amerika anda sudah paham, ya perihal senjata.
Nah Abad 20 terjadi perubahan terkait kekuatan antar negara. China menguasai dunia dalam bidang ekonomi. Korea Utara dan Iran menguasai Nuklir, Jepang menguasai teknologi. Oleh karena wajar apabila peran Polisi Dunia semakin berkurang.
Omon omon atawa gertakan itu hanya gaya DT saja. Percayalah tidak akan terjadi. Rakyat Iran tidak akan mengungsi dari Teheran atau kota lainnya.
Manusia seperti Presiden Israel dan Amerika memang memiliki pola pikir / gaya hidup agak berbeda dengan pemimpin dunia lain. Namun didalam hati kecil sebagai manusia biasa saya yakin Tuhan Yang Maka Kuasa akan mengetuk ngetuk hati orang besar dunia itu.
Segalanya akan berubah. InshaAllah bumi damai kembali. Allah SWT berkehendak tidak me redhoi tragedi angkara murka kemanusiaan akibat perang.
- Salam Damai
- BHP, 19 Juni 2025
- TD










