
SEBUAH RENUNGAN NASIHAT TENTANG BAGAIMANA MENGINGAT ALLAH SWT DALAM SETIAP AKTIVITAS
Lalu Burhan
Melibatkan Allah dalam setiap aktivitas kita adalah konsep penting dalam banyak agama, termasuk Islam. Ini berarti mengakui dan menyadari keberadaan Allah dalam setiap tindakan, baik besar maupun kecil. Ini melibatkan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, ibadah, dan kesadaran akan kehadiran-Nya dalam segala hal.
Berikut adalah beberapa cara untuk melibatkan Allah dalam aktivitas sehari-hari:
- Memulai dengan doa:
- Membaca basmalah (dengan menyebut nama Allah) sebelum memulai aktivitas adalah cara untuk meminta berkah dan bimbingan dari Allah.
- Berusaha dengan ikhlas:
Melakukan segala sesuatu dengan niat yang tulus karena Allah, bukan untuk mencari pujian atau keuntungan pribadi. - Bersyukur atas segala sesuatu:
Mengucapkan hamdalah (pujian kepada Allah) atas nikmat yang telah diberikan, baik dalam keadaan senang maupun susah - Berdoa dan berdzikir:
Membaca doa-doa dan berdzikir (mengingat Allah) secara teratur untuk menjaga hati tetap terhubung dengan-Nya. - Merenungkan ciptaan Allah:
Mengagumi keindahan alam dan segala ciptaan Allah, serta merenungkan kebesaran-Nya. - Bertawakal kepada Allah:
Menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin, sambil meyakini bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. - Menjaga hubungan baik dengan sesama:
Berbuat baik kepada orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, dan menjaga silaturahmi adalah bentuk ibadah yang melibatkan Allah. - Belajar dan mencari ilmu:
Menuntut ilmu pengetahuan dan menggunakan teknologi untuk kebaikan, serta berbagi ilmu dengan orang lain, merupakan bentuk ibadah yang melibatkan Allah.
Dengan melibatkan Allah dalam setiap aktivitas, seseorang akan merasa lebih tenang, terarah, dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.
Perjuangan tidak akan pernah sia-sia selama melibatkan Allah dalam segala hal urusan.
Meskipun terkadang dalam kacamata dunia gagal, tapi disisi Allah usaha akan tetap bernilai.
Ketika sakit dan berdoa untuk kesembuhan, namun ternyata tetap sakit dan tak kujung sembuh, maka dicatat tetap mendapatkan pahala.
Meski ketika telah berusaha dan berharap sukses, namun ternyata tetap gagal, maka dicatat tetap mendapatkan pahala.
Meski ketika susah dan berharap mendapat kelapangan, namun ternyata tetap dalam keadaan susah, maka dicatat tetap mendapatkan pahala.
Sungguh tak ada yang sia-sia dalam setiap perjuangan, selama melibatkan Allah dalam segala hal urusan.
Karena ketika tak mendapatkan kebaikan di dunia, niscaya tetap akan mendapatkan kebaikan itu di akhirat.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
1]. Allah akan segera mengabulkan do’anya,
2]. Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan
3]. Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”
Para sahabat lantas mengatakan,
“Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,
“Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id; derajat hasan)
Semoga hal ini dapat menjadikan motivasi agar tidak mudah putus asa dan senantiasa tetap bertaqwa dan memohon kepada Allah. Sebab selama bersama Allah, maka apapun hasil yang didapatkan akan tetap beruntung dan tidak akan pernah rugi.
- Semoga bermanfaat,
- Salam Lalu Burhan
- Blogger Persahabatan Pengurus DMI dan BPD AKU NTB


