Peristiwa Bersejarah 19 Agustus 2010

Literasi, Peristiwa, YPTD604 Dilihat

Peristiwa Bersejarah 19 Agustus 2010

Catatan Thamrin Dahlan

Apa makna tanggal 19 Agustus 2010 bagi seorang Thamrin Dahlan ?

Perhatikan dokumentasi foto diatas. Disana tercantum pada profil Thamrin Dahlan di kompasiana.com tulisan Bergabung 19 Agustus 2010

Inilah bukti nyata tak terbantahkan sebgai alibi bahwa Thamrin Dahlan mulai aktif menulis di media sosial.

Transformasi.
Perubahan dari status Anggota Polri menjadi warga negara biasa TMT (terhitung mulai tanggal) 1 Agustus 2010.

Perubahan mindset wajib dilakukan agar terhindar dari penyakit komunitas pensiunan : Post Power Syndrom.

Hanya sembilan belas hari saja termenung menung, pusing awak nak buat apa, tetiba takdir membawa sosok mantan polisi ke dunia jurnalis.

Seorang PNS Dokkes Polri melalui jaringan facebook.com menyarankan awak bergabung ke kompasiana.com.

Inilah peristiwa sejarah ke – 3 selain hari kelahiran 7 Juli 52, pernikahan 7 Oktober 83 yang membuat perubahan mendasar dalam perjalanannhidup dan kehidupan.

30 tahun persis mengabdi untuk NKRI dengan segala suka duka berujung dengan husnul khatimah kecek seorang teman sekampong di Tempino Jambi.

” Angku Kombes Pol Purnawirawan Haji Thamrin bin Dahlan husnul khatimah”

Ha ?!??

“Awak belum pula wafat kenapa pula Datuk sebut husnul khatimah, ?

” iyo husnul khatimah dunia”

Lebih lanjut Pak Datuk menjelaskan bahwa apabila seorang pegawai negara pensiun kemudian dia berhak mendapat uang pensiun bulanan dan tidak tersangkut kasus hukum pidana/perdata maka bolehlah disebut dia husnul khatimah atawa selamat dunia.

Artinya “aska tak begune tu bisalah die” hidup nyaman tidak berada dikurungan penjara. Bebas merdeka berkelana bersama keluarga menikmati uang pensiun 4 juta sebulan.

“Amboooiii ”””'” ”

Lega rasanya awak mendengar penjelasan Pak Datuk terkait istilah husnul khatimah keduniaan. Semoga demikian pula hendaknya ketika wafat. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Tentu pula ada oknum ASN nan Suul khatimah (akhir nan buruk) bersebab kelalaian bin kealfaan sehingga terperosok terlibat kasus KKN.

Vonis pengadilan menetapkan oknumb bersalah maka hilanglah hak pensiun bersebab dipecat dengan tidak hormat.

Kemudian mendapat pula hukuman sosial masyarakat selain hidup di bui untuk beberapa lama.

Yes sejak 19 Agustus 2010 peristiwa bersejarah yang merupakan titik tolak awak menghabiskan waktu dengan dunia tulis menulis.

Waktu luang yang tadinya banyak terbuang selama 19 hari walaupun diselingi profesi Dosen dan Khadimullah Baitullah kini sang waktu itu bernilai kebermanfaatan.

Inilah dunia baru nan mengasyieakkan. Menulis setiap hari mejadi bagian pekerjaan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari hari. ITulah sebabnya Pakar Motivasi mengatakan bahwa dunia pensiun di usia 58 tahun bukan berarti berakhir aktifitas aktf positif.

Lakukan pekerjaan sesuai kegemaran dan keahlian (hobby) dan atur waktu sesuka hati ( ingat tidak ada lagi apel pagi).

Menulis adalah bakat dan juga semangat serta ketekunan. Mengasah bakat menulis dari Ibunda (Almh) Hj Kamsiah binti Sutan Machmud sehingga terbitlah 40 Judul Buku dalam waktu 11 tahun. Alhamdulillah.

Jejak peristiwa sejarah berlanjut. Mengikuti pesan Bundo Kanduang (Almh) Hj Husna binti Haji Dahlan agar mengoptimalkan peran untuk masyatakat Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) milik keluarga Besar Petokayo untuk kemaslahatan umat.

Cofee tofee Jalan Margonda Depok menjadi saksi sejarah ketika bersama sahabat Penulis pada tanggal 19 Agustus 2020 sebagai peristiwa sejarah lanjutan meng proklamirkan Program Membantu sahabat penulis menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya.

Kadi, inilah sebab musabab atawa hasbabun nuzul kenapa awak menetapkan 19 Agustus 2010 sebagai penanda peristiwa untuk melanjutkan kiprah literasi semakin menggema dan menggelora.

Tak terasa waktu sedemikian cepat berlari. 19 Agustus 2021 bersama sahabat penulis yang tergabung di YPTD kami merayakan ulang tahun pertama.

Capaian 235 judul buku diterbitkan YPTD merupakan prestasi bersama nan patut disyukuri.

Insha Allah YPTD menetapkan Program 2021-2022 berperan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas literasi Indonesia. Indikator keberhasilan tentu mampu menerbitkan buku 300 judul.

19 Agustus akan selalu dikenang dan diperingati. 2 hari saja setelah peringatan Hari Kemedekaan Republik Indonesia. Semoga imbas makna sejati Merdeka menular pula ke dunia Literasi Indonesia. Aamiin.

Salam Literasi
BHP 19 Agustus 2021
YPTD

Tinggalkan Balasan