
Puisi
Refleksi Kemerdekaan 80
Kreasi Thamrin Dahlan
Merdeka Merdeka Merdeka.
Seluruh Rakyat Indonesia memaknai arti Kemerdekaan dengan cara sendiri sendiri.
Sungguh sangat beragam refleksi rakyat nan tercampur baur antara rasa sukacita dan dukalara
* bahagia ,
* biasa biasa saja
* kecewa masih menderita
* tidak tahu mau bilang apa
* ada apa ya rame rame
80 tahun merdeka bukan sekedar angka
Jangan di analogi kan dengan usia manusia.
Tidak elok juga istilah
balita, remaja, pemuda , dewasa
dan akhirnya lansia untuk mengukur kedigjayaan suatu bangsa.
Pun tidak pula berbanding lurus
antara rekam jejak waktu kemerdekaan
dengan kesejahteraan plus jumlah rakyat miskin.
Ternyata situasi kondisi ipoleksosbudhankam
tergantung kepada kepiawaian Presiden.
1.Soekarno,
2.Soeharto
3 BJ Habibie,
4. Abdul Rahman Wahid,
5. Megawati
6. Susilo Bambang Yudoyono,
7. Joko Widodo
8. Prabowo Subianto.
Bersyukur Presiden ke 8 ketika diawal pidato kenegaraan
menguak sejarah
tantangan dan prestasi kesuksesan setiap Presiden pada masanya.
Membangun bangsa selaiknya jangan menyampingkan peradaban.
Presiden RI ke 8 sangat menyadari hal itu
Sikap kepribadian dilandasi saling menghormati setiap potensi rakyat
Rakyat mendukung Program Prioritas Kabinet Merah Putih
Makan Bergizi Gratis
Koperasi Merah Putih
Sekolah Rakyat,
Ketahanan Pangan
Semua program berbasis sinergi Bottom up & Top Down
Bapak Presiden , Rakyat tidak berharap terlalu banyak
Tolong kawal program tersebut agar mencapai hasil optimal.
Kita percaya keberhasilan program bertujuan menjahterakan seluruh rakyat
Janga lupakan pengamalan 45 butir butir Pancasila perkuatan semangat juang 45
Masih Ingat Semangat Bapak Prabowo Subianto ini terekam abadi di Buku Prabowo Presidenku (Thamrin Dahlan -2013)
KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI
KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI
Selamat bekerja Bapak
Semoga Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Meredhoi langkah gerak kebaikan seluruh Rakyat Indonesia
Merdeka Merdeka
Dirgahayu Republik Indonesia.
Bersatu Berdaulat
Rakyat Sejahtera
Indonesia Maju
Salam Indonesia Raya
Salamsalaman
BHP 17 Agustus 2025.
TD.










