Banyak Banget Hadiahnya, Pak

Islam, Peristiwa, Terbaru, YPTD166 Dilihat

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. 

Assalamualaikum

Banyak Banget Hadiahnya, Pak

Bang Mardi menatap layar ponselnya dengan mata berbinar.
Sebuah notifikasi transfer dana masuk dari seseorang bernama Pak Indra Eka  Jumlahnya tak biasa—lebih besar dari yang ia perkirakan.

“Masya Allah… banyak banget hadiahnya, Pak,”

gumamnya lirih.

Itulah upah atas hasil karya video: rangkaian perjalanan wisata religi ke luar negeri. Mardi merangkai foto-foto kiriman Pak Indra Eka menjadi video yang indah, lengkap dengan iringan Shalawat Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang lembut mengalun, membawa suasana kedamaian hati.

Padahal dulu, Mardi hanyalah karyawan toko elektronik sederhana. Ia belajar komputer dan desain video secara otodidak—dari rasa ingin tahu dan tekad untuk maju.

Kini, di usia matang, bapak dua anak itu bekerja mandiri dari rumah, menerima jasa servis komputer. Beberapa teman mendapat pelayanan prima perbaikan komputer Mas Mardi

Untuk menambah rezeki, ia juga mengojek.

“Buat tambahan biaya anak di pesantren,”

ujarnya suatu kali sambil tersenyum di balik helm hijau.

Saya mengenal Mas Mardi sejak lama. Ia ikut membantu mengelola website  kami. Sementara Pak Indra Eka, tetangga baru beberapa  bulan kami berkenalan & bersahabat. Mantan pejabat rendah hati,  sikapnya sangat bersahaja dan dermawan.

Kami sekeluarga saling berkunjung; Istri Pak Indra Eka datang membawa kue tradisional, kami membalas dengan buah tangan sederhana. Istri membawa masakan rendang khas dari Minangkabau.  Dalam setiap perjumpaan keluarga sangat terasa kehangatan persaudaraan tanpa sekat status atau jabatan.

Suatu hari, Pak Indra Eka mengirimkan beberapa foto dari perjalanannya ke negeri seberang. Foto-foto itu begitu indah—ada yang di Masjid tua, Museum dan tempat tempat bersejarah. Sementara itu pemandangan di pegunngan indah.  Tepi laut ketika senja, ada pula di taman dengan bunga bermekaran.

Tiba-tiba terlintas ide di benak saya: bagaimana kalau foto-foto ini dijadikan video dokumentasi?

Saya pun menghubungi Mas Mardi.

“Mas, bisa bantu bikin video dari rangkaian foto-foto ini dengan iringan lagu?”

“Siap, Pak Haji,” jawabnya penuh semangat.

Beberapa hari kemudian, hasilnya tiba. Video itu indah—terpadu, lembut, penuh rasa.  Di antara gambar, ada narasi pendek bernuansa sejarah penuh makna. Shalawat Nabi mengalun seperti doa dari langit.

Ketika saya kirimkan video itu ke Pak Eka, beliau langsung menghubungi saya.

“Subhanallah, siapa yang buat ini? Bagus sekali  menjadi dokumen muhibah mengesankan”

“Mas Mardi, Pak teman saya. Orang sederhana, kerja dari rumah.”

“Kalau begitu, tolong sampaikan terima kasih saya. Video ini luar biasa. Berapa jasa kreatif desain 3 video istimewa ini  ?”

“Saya kira cukup tiga ratus ribu, Pak.”

Namun, beberapa jam kemudian Mardi mengirim pesan singkat dengan emoji kaget.

“Pak Haji… saya dapat transfer tujuh ratus lima puluh ribu! Banyak banget hadiahnya, Pak!”

Saya tersenyum membaca pesannya. Rezeki halalan thoyiban berkah keahlian anugerah Allah SWT.

Di ujung sana, Pak Indra  juga tersenyum sambil berucap lirih,

“Tambahan untuk biaya anak Mas Mardi di Pesantren.”

Kisah kecil ini nyata adanya, tapi saya samarkan nama agar tidak menimbulkan riya.

Terkadang, kebaikan paling indah justru terjadi di ruang-ruang sunyi, antara dua hati yang sama-sama tulus

KH A. Mustofa Bisri

KANAN MEMBERI KIRI TAK TAHU

Jika tangan kanan memberi, biarlah tangan kiri tak perlu tahu.

Karena amal sejati bukan untuk dilihat, tapi untuk dirasakan langit.

Dan saya teringat sebuah syair yang sering saya ucapkan setiap kali menyaksikan kebaikan diam-diam:

Syair Kerendahan Hati

Berbuat baik jangan berisik,
Cukup langit yang jadi saksi.
Bila tanganmu ringan memberi,
Jadilah air — menyejukkan bumi.

Jangan harap balasan dunia,
Cukup senyum di wajah saudara.
Sebab yang ikhlas tak pernah hilang,
Ia pulang jadi cahaya terang.

Wallahu a’lam bish-shawab

Hanya Allah SWT  paling mengetahui kebenaran”

Semoga bermanfaat

  • Salam Literasi
    6 Jumadil Awal 1447 Hijriah
  • Thamrin Dahlan

Tinggalkan Balasan