Sedulur Martabak HAR

Terbaru, YPTD425 Dilihat

Sedulur Martabak HAR

Silaturahim sangat dianjurkan. Bukan saja untuk mempererat persahabatan, namun lebih jauh lagi bermakna memperluas keberkahan hidup. Ia bisa memperlancar rezeki, membawa kebahagiaan, dan insyaAllah bermuara pada kesehatan serta umur panjang.

Masih teringat pesan orang tua sebelum merantau ke Pulau Jawa:
“Majikan dapatkan dahulu, baru cari sanak saudara.”
Majikan di sini dimaknai sebagai tempat bekerja. Setelah mandiri, memiliki penghasilan sendiri, barulah mencari saudara sekampung atau sesuku. Pesan sederhana namun sarat makna itu insyaAllah kami amalkan hingga hari ini.

Ahad, 5 Oktober lalu, kami sekeluarga bersama Pak Eko Indra Heri dan istri berkesempatan sanjo (bertamu) ke rumah Ibu Maria binti Haji Abdul Rojak (HAR). Sesama wong kito galo asal Palembang, kami ditakdirkan menjadi tetangga di Kelurahan Dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur.

Suasana malam itu hangat, ditemani hidangan khas Palembang yang menggoda. Di tengah perbincangan yang akrab, topik tentang Martabak HAR pun mencuat. Siapa yang tidak kenal martabak legendaris ini? Sebuah ikon kuliner khas Palembang dan Sumbagsel yang telah melekat di hati banyak orang.

Saya dan istri adalah penikmat setia Martabak HAR sejak masa kuliah di Palembang, tahun 70-80an. Saat itu, kami belum mengenal Ibu Maria, putri keempat Almarhum Haji Abdul Rojak. Begitu pula dengan Pak Eko, yang saat bertugas di Polda Sumsel rutin menerima kiriman Martabak HAR dan Nasi Minyak setiap Kamis sore.

Bu Maria tampak terharu. Keluarga besar HAR memang dikenal dermawan. Sedekah dan infaq bukan hanya hadir di bulan Ramadhan, namun juga menjadi rutinitas harian bagi keluarga ini. Semangat memberi yang diwariskan sang Abah, terus dilanjutkan oleh para anak cucu.

Kini, Martabak HAR juga telah hadir di kawasan Jalan Surya Kencana, Bogor—dikelola langsung oleh keluarga asli HAR. “Kalaupun ada yang menggunakan nama HAR,” ujar Bu Maria mengutip pesan almarhum sang ayah, “biarkan saja. Ambil berkahnya. Siapa tahu itu jalan rezeki bagi orang lain.” Allahu Akbar.

Pergi ke pasar membeli ketan,
Bertemu sahabat tersenyum ceria.
Silaturahmi eratkan persaudaraan,
Rezeki lancar, hati pun bahagia.

Obrolan malam itu pun bergulir dengan bahasa Palembang yang kental. Muncul kosa kata lama yang sudah jarang terdengar—seperti “dicelik’i” dan “diotak’i”. Saya tersenyum ketika Dindo Eko memanggil saya “Mang”, sedangkan Sedulur Maria menyapa saya dengan sebutan “Gaek”.

Dinda Eko kemudian membagikan catatan menarik tentang istilah panggilan dalam budaya Palembang:

  • Mang / Mang Cek: sapaan untuk laki-laki yang lebih tua
  • Mangcik: paman yang lebih muda
  • Bi Cek: ibu atau bibi
  • Yai / Yek: kakek
  • Nyai / Nyek: nenek

Panggilan-panggilan ini mencerminkan kesantunan dan penghormatan khas wong kito.

Melanjutkan silaturahmi dengan sahabat dan keluarga Almarhum Orang Tua adalah bentuk bakti yang indah. Menjaga komunikasi, menebar kasih sayang, menjadi jembatan untuk menjaga warisan nilai.

InsyaAllah, Sedulur Maria HAR akan melaksanakan ibadah ke Masjid Al-Aqsa di Palestina. Pak Eko Indra Heri  dan keluarga  baru kembali dari sana turut berbagi pengalaman. Kami semua mendoakan agar niat baik ini dimudahkan oleh Allah SWT.

Terkadang urusan visa menjadi tantangan, sebagaimana pengalaman saya bersama Uni Hj Husna Dahlan (Almh) dan tiga jamaah lainnya di tahun 2017 yang tidak mendapatkan izin masuk.

Sedih memang, tapi kami bertawakal. Dalam rombongan tersebut, saat teman-teman lain berziarah ke Masjid Al-Aqsa, kami diberi kesempatan mengunjungi tempat penuh hikmah di Yordania: Laut Mati, Gua Kahfi, dan beberapa maqam sahabat. Mudah-mudahan, ada kesempatan berikutnya untuk sujud di bumi Palestina. Aamiin.

Pagi hari ke pasar terapung,
Membeli kain dan sambal terasi.
Hidup rukun, hati pun tenang,
Silaturahmi mendatangkan  rezeki.

Alhamdulillah, silaturahmi memperbanyak teman dan memperluas kasih sayang. Tradisi saling bertamu atau sanjo akan terus kami dawamkan. Inilah wujud rasa syukur kami atas nikmat Allah SWT yang tak terhingga.

BHP, 8 Oktober 2025
Salamsalaman,
TD

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar