Halan Halan Perjaka

Terbaru, Wisata, YPTD17 Dilihat

Halan-Halan Perjaka: Udara Segar dan Tawa Ceria di Agrowisata Cilangkap

Sabtu di ujung bulan Oktober 2026 kembali menjadi momen yang dinanti-nanti.  Komunitas Perjaka (Persatuan Jalan Kaki) Dukuh sukses menggelar rutinitas bulanan kami: halan-halan keluar kampung.  Alhamdulillah, hampir setiap bulan kami rutin outbound dan menghirup udara segar di berbagai kawasan wisata.

Kali ini, destinasi pilihan adalah Agrowisata Cilangkap. Namanya juga rombongan keluar kampung, persiapan matang tentu jadi kunci utama agar acara berlangsung seru, nyaman, dan meninggalkan kesan manis yang tak terlupakan.

Sebelum berangkat, Koordinator Perjaka, Mas Ngadiono, sudah mewanti-wanti dan membagikan pengaturan seat di WAG Perjaka untuk giat jalan kaki hari Sabtu, 31 Oktober 2026 ini. Titik kumpul berlokasi di depan Jasa Marga pukul 07.00 WIB, lengkap dengan dress code gagah: baju merah maroon dan topi Perjaka

Berikut susunan “pasukan” di setiap armada:

Mobil Bp. Slamet:

  1. Bp. Slamet

  2. Bp. Hamid

  3. Bp. Bambang

  4. Bp. Budi Ht

  5. Bp. Thamrin

  6. Bp. Zamris

Mobil Bp. Dody:

  1. Bp. Dody

  2. Bp. Sugito

  3. Bp. Subardi

  4. Bp. Pujo

Mobil Mas Ngadiono:

  1. Bp. Ngadiono

  2. Bp. Tukiman

  3. Bp. Tarmizi

  4. Bp. Pontjo

  5. Bp. Amin

  6. Bp. Erwin

Berhubung para lansia Perjaka sudah terbiasa berdisiplin tinggi, semua anggota tiba tepat waktu. Tujuan kali ini memang dekat-dekat saja, masih di area Jakarta Timur. Tepat pukul 07.40 WIB, kami sudah mendarat manis di Agrowisata Cilangkap.

Dengan seragam merah maroon yang kompak, kami berkumpul terlebih dahulu untuk mendengarkan arahan dan berdoa bersama sebelum melangkah. Jalan kaki memang sudah menjadi menu wajib Perjaka, meski fisik dan daya tahan tiap peserta tentu menyesuaikan dengan usia masing-masing. Tapi jangan salah, jarak tempuh minimal 3 km mengelilingi waduk Cilangkap ini masih dilahap dengan penuh semangat!

Pagi yang cerah itu suasana terasa begitu tenang. Mungkinkah kami yang datang kepagian, atau warga sekitar yang sedang bersantai? Yang jelas, belum banyak pengunjung lain yang berolahraga. Tapi itu tidak menyurutkan semangat kami! Barisan Perjaka pun secara alami terbagi menjadi tiga kelompok langkah.

Waduk Cilangkap ini terbilang luas dan cukup terawat bersih. Sambil mengayunkan langkah, perbincangan hangat dan canda tawa terus mengalir. Menariknya, kami semua baru sadar dan sepakat: ternyata ini kali pertama kami berkunjung ke Waduk Cilangkap! Bayangkan, rata-rata dari kami sudah bermukim hampir 40 tahun di Jakarta, khususnya di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati—yang jaraknya tidak jauh dari sini—tapi baru sekarang menginjakkan kaki di destinasi sekeren ini.

Kejadian ini langsung mengingatkan saya pada peribahasa bijak:

  • Banyak berjalan, banyak yang dilihat.

  • Banyak yang dilihat, banyak cerita dan pengalaman yang didapat.

  • Semua itu makin berkesan ketika diabadikan dalam bentuk tulisan.

  • Semoga catatan kecil ini membawa manfaat dan inspirasi bagi warga luas!

O ya, dokumentasi perjalanan kali ini terasa lebih canggih berkat Bang Erwin, Sekretaris RW kita. Beliau memboyong peralatan kamera khusus sehingga lanskap dan momen-momen indah terpotret dengan sangat memukau.

Puas mengelilingi waduk dan menguras keringat, kami melepas lelah di titik kumpul. Perut yang mulai keroncongan langsung disambut suguhan sarapan lezat dari panitia: pisang hangat, aneka kue pasar, dan air mineral yang segar. Mantap sekali!

Sambil menikmati kudapan, obrolan seru berlanjut ke agenda bulan November. Banyak usulan menarik yang terlontar: ada yang ingin ke waduk lain, kawasan pegunungan, hingga tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Niat awal Pak Haji Slamet yang ingin mentraktir Soto Boyolali Segar pun disepakati untuk ditunda. Pasalnya, perut kami sudah terlanjur kenyang oleh sarapan pagi. Semua Perjaka kompak setuju: makan enak itu baru nikmat kalau perut sedang lapar-laparnya!

Alhamdulillah, ini menjadi satu lagi catatan manis dalam seri agenda perjalanan Perjaka. Jadi teringat bulan lalu saat kami jalan-jalan ke Velodrome, Pak Haji Slamet mengajak kami menikmati Nasi Kapau yang lezatnya tiada tara.

Semoga tradisi halan-halan Perjaka keluar kampung ini terus berlanjut. Seperti yang disampaikan oleh Pembina Perjaka, Bapak Prof. Dr. Eko Indra Heri, rasa kebersamaan yang terikat erat inilah nilai yang sangat mahal dan wajib terus kita jaga. Silaturahmi antarwarga di lingkungan Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur ini benar-benar terasa hangat dan solid.

  • Salam sehat dan penuh rasa persaudaraan!
  • BHP, 31 Oktober 2026
  • TD

Tinggalkan Balasan

1 komentar