HARI TERSIBUK

5 KEGIATAN DALAM SEHARI

HARI TERSIBUK: 5 KEGIATAN DALAM SEHARI

Ahad, 11 Oktober 2026

Boleh jadi, Ahad 11 Oktober 2026 menjadi lembaran hari paling padat sepanjang sembilan bulan perjalanan tahun ini. Sejatinya, kelima agenda tersebut tidak dirancang untuk menumpuk dalam satu hari yang sama. Namun, lantaran dinamika dan perubahan jadwal yang mendadak, seluruh amanah kegiatan tetap ditunaikan dengan penuh sukacita.

  • Buah selasih di dalam piring,
  • Rumpun selasih tumbuh bersanding.
  • Langkah kasih berniat hening,
  • Niat yang bersih beban pun ringan.

1. Pukul 06.00 WIB – Jalan Sehat Komunitas: Merawat Raga dan Silaturahmi

Pagi menyapa, diawali jalan kaki bersama Komunitas Sehat Walafiat Silaturahmi Ustadz. Ini adalah rutinitas setiap Ahad pagi membakar kalori bersama kawan-kawan seperjuangan dari kampung Bhozonk. Menyusuri kehangatan kawasan Kelurahan Dukuh dan Rambutan, sepuluh anggota jamaah pengajian—lintas generasi tua dan muda—tampak kompak berbusana seragam hijau.

Langkah kaki selama 45 menit terasa begitu hangat, berujung pada kebersamaan saat sarapan pagi di Kedai Uni Eka Pujasera atau di Riverside Mbak Amrih BHP. Raga sehat, jiwa pun sarat kebahagiaan.

2. Pukul 08.30 WIB – Akad Nikah di Sampoerna Strategic: Menautkan Ikatan Suci

Aktivitas berlanjut menuju kawasan Sudirman, Jakarta, menghadiri prosesi Akad Nikah putri dari anak keponakan di Sampoerna Strategic. Tiba bersama istri tercinta tepat pukul 08.30 WIB, acara ijab kabul baru saja dimulai.

Momen ini menjadi ruang kehangatan tempat bertemunya sanak saudara sekampung yang jauh-jauh datang dari Palembang dan Jambi. Suasana akad berlangsung khidmat; diiringi doa segenap hadirin agar kedua mempelai membina bahtera rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

3. Pukul 11.30 WIB – Temu Kangen Pegiat Literasi

Agenda ketiga membawa langkah menuju Restoran Sederhana di Jalan Juanda untuk memenuhi undangan hangat dari Uda Tjiptadinata dan Uni Roselina. Berhubung istri harus mempersiapkan acara keluarga di rumah, awak hadir mewakili bersama 70 sahabat pegiat literasi dari Kompasiana dan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).

Acara temu kangen penulis ini diprakarsai oleh senior tercinta yang khusus terbang jauh dari Australia. Inilah kopi darat yang dirindukan setelah sekian lama tak bertatap muka dan saling menyerap inspirasi.

Terima kasih mendalam untuk Uda jo dan Uni yang telah menghimpun para pujangga kata. Awak pun kembali meletupkan semangat kawan-kawan untuk konsisten menerbitkan buku, sebab muara sejati dari seorang penulis adalah lahirnya sebuah karya cetak.

Santap siang masakan Padang Sederhana Asli (SA) tak hanya memanjakan lidah, tetapi kian mempererat tali persahabatan.

  • Terbang tinggilah burung kedasih,
  • Singgah sebentar di pohon selasih.
  • Goresan pena berhati bersih,
  • Buku terbit pujian mengalir.

4. Siang Hari – Syukuran 3 Ulang Tahun di Kediaman BHP Kehangatan Rumah

Langkah kembali diayunkan menuju rumah untuk menghadiri Syukuran Keluarga Besar di kediaman BHP. Sebuah momen istimewa yang merangkum tiga kebahagiaan sekaligus (3 in 1): Ulang Tahun Pernikahan ke-43, Hari Kelahiran Ananda Fauzan Hamidi, serta Cucunda Azka Zaidan Atallah.

Untaian doa dipanjatkan agar kita senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur atas melimpahnya nikmat dan rahmat Allah SWT.

Jamuan makan bersama keluarga besar terasa begitu nikmat, tak kalah lezatnya dari sajian restoran kelas satu.

5. Pukul 17.00 WIB – Menuju Tulungn Agung

 Musafir Literasi

Sore harinya, ditemani istri dan diantar oleh Ananda Amalia, kami melangkah ke Stasiun Gambir. InsyaAllah, perjalanan berlanjut menuju Tulungagung untuk menghadiri agenda Bedah Buku karya Datuk Diraja Dimyati berjudul “Anak Desa Menyuapi Dunia” di Hotel Lojikka Tulungagung, yang dijadwalkan pada Senin, 12 Oktober 2026.

Goresan catatan ini ditorehkan di atas gerbong Kereta Api Gajayana pada pukul 03.00 WIB dini hari, diiringi derak roda besi yang melaju membelah malam, menjelang tiba di Stasiun Tulungagung pukul 05.00 WIB.

  • Bunga melati di atas piring,
  • Sangatlah indah dipandang mata.
  • Kereta melaju malam pun hening,
  • Semoga berkah setiap kata.

Alhamdulillah, lima tatanan agenda dalam satu hari dapat tertunai dengan selamat dan lancar. Secara fisik, raga lansia ini tak dimungkiri terasa litak (letih). Namun, ada muara rasa bahagia yang membuncah di dalam dada, sebab seluruh jejak langkah ini diniatkan semata-mata demi mengharap Redha Allah SWT.

  • Salam Literasi,
  • 14 Oktober 2026
  • TD

Tinggalkan Balasan