Jam Gengsi

Teknologi301 Dilihat

Jam gengsi itu jam tangan tentunya bukan jam dinding.  Kehadiran Jam sangat penting bagi orang modern.  Time is money, mungkin itu salah satu alasan.

Bagi awak jam tangan itu dalam posisi bukan gengsi lagi.  Jam tangan tak perlu lagi wajib dipakai.  Saat ini selain matahari yang bisa memperkirakan saat itu pukul berapa ada juga aplikasi penentu waktu di telepon selluler.

Mungkin pada zaman dahulu kala,  jam memang tanda  kehebatan seseorang.  Semakin mahal jam tangan yang dikenakan maka semakin tinggi kelas sosial.  Entah benar entah tidak yang pasti setiap jam ada merk.

Merk itulah yang kadang kadang menaikkan gengsi seseorang.  Semisal jam tangan bermerek Rolex, jadi siiempunya atu tepatnya sipemakai boleh dikategorikan orang tajir.

Tetapi lihat dulu jam mahal itu branding atau aspal alias Kw 3. Zaman tiru meniru saat ini memang sangat keterlaluan.  Semua produk elektronik bisa di palsukan. Jam tangan aspal itu sangat persis dengan aslinya, sehingga kalau tidak hati hati bisa tertipu membeli barang imitasi.

Baiklah awak tak hendak berlama lama membahas jam tangan.  Artinya saat ini tak risau benar ketika tidak mengenakan jam tangan.  Toh ada ponsel yang bisa mewakiili jam tersebut.  Selain itu dimana mana jam bisa dilihat, baik di publik area atau di tangan oprang lain ketika anda bertanya ” jam berapa sekarang?”

Satu satunya jam yang dapat dipastikan tepat jarum jam ialah ketika terdengar kumandang  Azan Shalat 5 waktu.  Shalat Subuh so pasti fajar, Shalat Dzhuhur matahari setengah penggalah.  Waktu shaklat Ashar matahari mulai menuruni langit,  Shalat Maghrib ketika matahari masuk kepeharibaan menyiratkan siang berganti malam.  jadi umat Islam sudah bisa mengira ngira jam berapa seperti Shalat Isya persiapan masuk keperaduan.

Jam tangan gengsi tampaknya sudah digantikan telpon genggam. Ukuran kecanggihan ponsel terletak pada kemampuan jelajah, kekuatan baterai dan jumlah aplikasi nan tertanam serta kemampuan menyimpan memory / dokumentasi foto.

Catatan yang perlu ditegaskan disini adalah kebermanfaatan  waktu.  Jam Tangan, jam dinding  atau ponsel hanyalah sekedar alat pengingat.  Masalahnya justru terletak apakah manusia bisa disiplin mengatur waktu.  24 jam sehari semalam sebaiknya dijadualkan untuk bergerak bekerja produktif dan istirahat.  Semuanya sebaiknya diniatkan dalam rangka kemaslahatan umat.

Salam Literasi

BHP, 231120

Tinggalkan Balasan

1 komentar

  1. Benar sekali. Jam tangan bisa menjadi lambang (kelas) sosial. Bisa jadi sarana gengsi.
    Sekarang, masih ada, Mereka yang bekerja di lapangan, masih ada yg setia pakai jam tangan, karena bisa langsung ditengok saat diperlukan.
    Posisi jam banyak digantikan dengan handphone. Handphone juga sering jadi alat gengsi.

    Sekali lagi benar, Pak. Yg terpenting bagaimana kita mengisi waktu kita dengan banyak memberikan manfaat.