
Dua hari menjelang hari raya kurban, warga kampongku sudah mengeluarkan golok simpanannya. Lihat saja Ustazd muda Mas Sudarko yang bekerja sebagai security di salah satu BUMN ini, dia memiliki golok yang sangat tajam terbuat dari baja asli 100 persen.
Golok ini diasah berulang ulang sampai mengkilap dan di test dengan menggesekkannya di lengan tangannya, kalau bulu tangan ditebas, maka golok itu sudah siap untuk dipakai. Mengasah golok setajam mungkin adalah suatu kebiasaan dikampongku, dengan alasan agar ketika menyembelih jangan sampai khewan kurban tersiksa dengan golok tumpul, harus memakai golok yang sangat tajam sekali sehingga ketika menggesek leher khewan cukup sekali atau dua kali saja dan cepat selesai.
Demikian pula dengan warga lain, seperti Bapak Sutarto purnawirawan Polri dan Bapak Mudakir pensiunan PNS, mereka memiliki golok masing masing yang hanya dikeluarkan setahun sekali, yaitu ketika lebaran haji khusus digunakan untuk mencacah khewan kurban , sedangkan golok Mas Sudarko yang super tajam khusus digunakan untuk menyembelih leher khewan kurban.
Khewan kurban Seperti yang dilaporkan oleh Khadimullah Masdjid Jami An Nur, ketika menyampaikan sambutan menjelang shalat idul tadi pagi, untuk tahun ini khewan kurban yang dipercayakan warga RW 05 Kelurahan Kampung Rambutan Jakarta Timur kepada Mesdjid berjumlah 2 ekor sapi dan 44 ekor kambing.
Walaupun jumlah khewan kurban tahun ini tidak seperti tahun lalu, namun semangat warga untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS tetap tinggi, karena sebagian warga ada yang berkurban di kampong nya masing masing terutama yang berasal dari Jogyakarta dan jawa tengah. Jadi secara kumulatif rutinitas berkurban warga tetap terjaga walaupun dana dikirimkan kesaudara di desa untuk dibelikan khewan kurban di daerah bencana.
Hakekat kurban Dasar hukum dari berkurban adalah ketika Allah berseru “Wahai Ibrahim engkau telah mentaati perintah-Ku, karena ketaatanmu aku ganti Ismail dengan seekor domba. Dan apa yang kuperintahkan adalah ujian yang berat bagimu semata, dan engkau termasuk orang yang muhsin (Qs.37:104-107).
Kisah Ibrahim dan putranya Ismail yang kemudian menjadi tradisi bagi kaum muslimin untuk menyembelih seekor domba (Qs.37:108 Kurban sesungguhnya memberikan apa yang dicintai untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ibadah kurban—papar Jalaludin Rakhmat (1996)—mencerminkan pesan Islam:
Anda mendekatkan saudara-saudara Anda yang kekurangan. Dengan berkurban berarti kita dekat dengan mereka yang fakir. Bila Anda memiliki kenikmatan, kita disuruh berbagi kenikmatan itu dengan orang.
- Salam Literasi
- BHP 1 November 2021
- YPTD










