Mie Instan Kholid Bawazier
Thamrin Dahlan – YPTD
Salut luar biasa atas kiprah bisnis Haji Kholid Bawazier. Usaha beliau telah merambah ke mancanegara. Apa rahasia kiat sukses berbisnis hingga mampu menembus pasar global? Tentu Abah Dahlan Iskan lebih memahami, sebab begitu banyak sahabat pebisnis yang kisahnya telah disyiarkan melalui portal disway.id. Informasi seperti ini menjadi motivasi berharga bagi para pemula yang ingin sukses seperti keluarga Bawazier.
Dalam empat kali Gathering Perusuh, pada sesi tanya jawab, Abah selalu fokus pada dua hal: bagaimana proses bisnis dijalankan dan apa saja kendalanya. Jawaban yang muncul berkali-kali sangat bermakna, dan sesungguhnya hanya satu inti pesannya:
“Anda wajib gagal tujuh kali.”
Tertipu. Terperosok. Bangkrut.
Setelah itu—insyaAllah—bisnis akan sukses, karena sudah lulus menghadapi segala rintangan.

Barangkali Haji Fuad Bawazier memiliki kiat khusus dalam membangun dan mempertahankan bisnis keluarga. Namun satu hal yang pasti, bisnis yang dikelola secara syariah memiliki pondasi yang lebih kokoh. Yang dicari bukan hanya keuntungan, tetapi barokah. Kuncinya: banyak sedekah, memperbanyak doa—terutama doa ibunda—dan menjauhi riba. Terus belajar dan belajar.
Empat Sifat Rasulullah SAW sebagai pedagang teladan menjadi prinsip yang tak lekang oleh waktu:
STAF — Shidiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.
Kuliner Mie Instan
Mie instan adalah hidangan praktis yang hampir selalu tersedia di dapur emak-emak. Dalam kondisi apa pun—apalagi saat situasi darurat—Supermi menjadi andalan. Praktis, cepat diolah, dan bisa langsung dinikmati.

Lihatlah kiriman bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Di antara muatan pesawat Hercules, kotak-kotak mie instan selalu menjadi bagian penting. Cepat tanggap, mudah dibagikan, dan langsung mengenyangkan.
Salam takzim untuk Haji Fuad Bawazier yang kini tengah mempersiapkan kader generasi ketiga agar keberkahan usaha keluarga dapat berlanjut dari masa ke masa.
Salam salaman.
29 November 2025







