Ceroboh bin Sembrono
SEMBRONO – Penyakit Orang Lalai Dalam Adat Melayu
Menggugah Tanya
Pernahkah kita bertanya, mengapa orang tua-tua Melayu begitu benci pada kata sembrono? Padahal katanya pendek, tapi akibatnya panjang. Sembrono bisa juga disebut Ceroboh itu bukan sekadar lupa, bukan sekadar salah. Sembrono adalah sikap yang menganggap enteng amanah. Orang sembrono itu meletakkan parang tidak pada sarungnya, meletakkan janji tidak pada waktunya. Nenek moyang kita berpesan, kalau berjalan lihat ke depan, kalau berkata lihat ke hati, agar jangan jadi manusia sembrono yang merusak dirinya sendiri.
Membuka Hikmah dengan Canda Bijak
Kata orang bijak di Tepi Batanghari, orang sembrono itu seperti menampi beras di dalam angin kencang, habis beras, penat dapat, malu pun dapat. Ia mau cepat, tapi lupa cepat itu bukan berarti lompat. Dalam silaturahmi kita sehari-hari, banyak orang pandai, tapi kalah karena sembrono. Tandatangan tidak dibaca, omongan tidak dijaga, janji tidak dicatat. Penakawan itu mengajarkan, jangan tertawa di atas perahu yang bocor, karena yang bocor itu bukan perahunya, tapi cara kita menjaga perahu itu.
Konteks Pemerintahan dan Negeri
Inilah yang menjadi penyakit paling bahaya dalam pemerintahan negara. Pejabat sembrono adalah pejabat yang meneken kebijakan tanpa baca data, yang mengumumkan tanpa hitung dampak. Satu kata sembrono di atas podium, bisa gaduh satu negeri. Satu tanda tangan sembrono di atas meja, bisa hilang sawah rakyat berhektar-hektar. Maka Melayu berpesan keras: Jangan memotong kayu di atas tunggul, jangan memberi kuasa kepada yang sembrono. Sebab negara ini bukan warung kopi, negara ini adalah rumah besar yang setiap paku dan pasaknya harus dipasang dengan teliti.

Obat dan Penawar Melayu
Obat sembrono itu bukan marah, Pak. Obatnya adalah Tigo Tungku Sajarangan: ada yang mengingatkan, ada yang memeriksa, ada yang memutuskan. Melayu mengajarkan prinsip cermat, hemat, selamat. Cermat dalam rencana, hemat dalam kata, selamat dalam kerja. Sebelum berbuat, tanya tiga kali: apakah benar, apakah baik, apakah perlu? Kalau tiga-tiganya belum terang, tahan dulu tangan. Transparansi adalah lampu yang membuat orang sembrono tak betah bersembunyi, karena sembrono itu hanya subur di tempat yang gelap dan terburu-buru.
Hikmah untuk Generasi
Akhirnya, kata Sembrono pun Ceroboh ini mengingatkan kita: bangsa yang besar bukan bangsa yang paling cepat, tapi bangsa yang paling teliti menjaga amanah. Tulisan adalah amanah, jabatan adalah amanah, kata-kata adalah amanah. Jangan biarkan karena sikap sembrono kita, anak cucu kita menuai penyesalan. Biarlah tulisan membela dirinya sendiri, bahwa kita pernah menulis dengan hati-hati, bukan dengan sembrono.
- Salamsalaman
- BHP, 7 November 2026
- TD & Gemini






Bermanfaat ilmu makan kehidupan.
Salaman Pak TD