
Ahad, 13 Desember 2020 selepas shalat Ashar awak berjalan. Niat berolahraga ringan di sekeliling Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP). Mumpung hari cerah tak berhujan sejak pagi, baik pula berkeringat sembari menyaksikan keramaian warga berolahraga di sepanjang Bolulevard Kelurahan Dukuh RW 06.
Route jalan kaki seperti biasa kearah timur. Santai saja berjalan tidak terlalu cepat tidak pula terlalu lambat. Maklum di usia sepuh 68 tahun segala sesuatu wajib disesuaikan dengan kondisi kesehatan badan. Memang banyak warga ber rekreasi sore itu, Anak anak berteman banyak bersepeda sembari bercanda.
Alhamdulillah semua memakai masker. Berkerumun tampaknya dihindari dalam artian menjaga jarak. Pandemi covid 19 mengajarkan warga lebih berdisiplin. Menjaga kesehatan diri sendiri dari penularan penyebaran virus yang sudah hampir 10 bulan mengganggu ketentraman dunia.
Barulah awak berjalan 15 menit keika melewati kediaman Bapak Haji Muhajir rencana olahraga tampaknya harus bersenti sejenak. Pak Haji ber usia 78 tahun setengah memaksa awak mampir. Tak enak pula menolak bersebab Beliau tetangga, sahabat lama main tennis dan sesama jamaah Masjid Baiturrrahman.
Belum juga duduk diberanda rumah sudah ditawarkan
” Pak Thamrin mau minum apa?”
Awak pilih kopi, enak juga menyeruput kopi panas di petang hari sepoi angin menghela dedaunan halaman rumah. Diberanda tersedia sedemikian banyak makanan, terutama buah buahan. Pak Muhajir menambahkan lagi beberapa makanan ringan.
Mulailah kami saling bersapa ria. Pak Haji berucap sedikit curhat
” saya memerlukan kawan ngobrol, corona ini menghalangi kegiatan silaturahmi”
Silaturahmi pokok pembicaraan senja itu. Lebih lanjut Beliau bercerita terkait berita duka via Whats app,
” teman teman saja sudah banyak wafat, malah anak buah yang uiusianya 10 tahun atau 20 tahun dibawah sudah lebih daulu meninggalkan dunia fana”
Pak Muhajir mantan Pejabat di PT Jasa Raharja Jakarta pensiun usia 55 tahun. Artinya beliau sudah 23 tahun tidak aktif di kedinasan. Kegiatan sehari hari paska pensiun mengisi kesibukan berolahraga dan silaturahim dan membina Yayasan Bea Siswa di kampung halaman.
” sedih juga mendapat berita duka, lama kelamaan teman teman semakin berkurang”
Tampak dari beranda rumah semakin banyak warga beraktifitas sore itu. Memang BHP dari hari ke hari tambah ramai. Entah dari mana para penggiat olahraga itu datang. Satu hal jelas lingkungan asri bersih dan rimbun tampaknya menjadi daya tarik pelancong. Disamping itu ada Pujasera nan menyediakan beragam macam kuliner.
“Pak Thamrin sudah pernah dengar kisah panjang umur ?”
Awak terdiam, sebenarnya banyak kisah panjang umur dikaitkan dengan manfaat silatuirahim.
” Belum begitu banyak Pak ”
Begini, Beliau serius memperbaiki posisi duduk. Serius tampaknya,
” satu saat malaikat ditugaskan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk mencabut nyawa seorang warga”
awak terdiam, Pak Muhajir menarik nafas
” ketika malaikat tiba di rumah warga calon dijemput maut, ternyata si warga sedang keluar”
Malaikat masuk kekamar, disana dilihat ada tulisan di atas meja. Tertulis dengan huruf besar pesan untuk anak istri
” saya ke rumah taman Almarhum Bapak di Condet Batu Ampar untuk silaturahim sekalian mengantar buah buahan ”
awak belum bisa menerka kemana arah kisah ini akan berakhir,…
Kemudian Pak Haji Muhajir tergelak tertawa keras.
” Jangan serius banget Pak Thamrin”
hahahahaha
Menurut Beliau, si warga terselamatkan tidak jadi wafat hari itu atau detik itu bersebab Malaikat tak menemuinya dirumah. Bisa jadi Malaikat mengurungkan niat bersebab si camat ( calon mati) sedang melakukan salah satu anjuran Agama yaitu menggiatkan silaturahim.
Kesimpulan obrolan ringan pengisi waktu orang pensiunan adalah menciptakan suasana keceriaan dan kegembiraan.
Memandang hidup dari sisi positif, beribadah seoptimal mungkin seperti istiqomah dilakukan Pak Haji Muhajir dalam keseharian.
Setiap pukul 03.00 wib Beliau mengirim pesan via WAG BHP anjuran Shalat Tahajud. Selain itu puasa Senin – Kemis. Luar biasa, sampai saat ini terhindar dari penyakit tua alias pikun bersebab rajin membaca Kita suci Al Qur’an.
” Nanti kita jalan jalan ya dengan Pak Jendral Haji Dadang Djuhendi, asal jangan Senin atau Kemis. Pak Dadang sering mengajak saya makan enak”
Alhamdulillah, awak junior yang lebih muda 10 tahun patut meneladani senior yang baik hati dan dermawan serta ramah tamah dengan siapa saja. Ketika pulang di bekali pula buah buahan. Kebetulan Putri beliau aktif ber niaga on line buah buahan berkualitas.
Bisa jadi inilah resep umur panjang berkah Bapak Haji Muhajir usia 78 tahun.
Sore itu jadwal olah raga tertunda tergantikan olah jiwa nan penuh makna pesan kehidupan. Terima Kasih
Aamiin ya Rabbal Alamin
Salam Literasi
BHP, 141220
YPTD













